Dear Friends,

Saya juga mau ralat nich. Data yang saya kutip itu ada
di Majalah Wanita Kartini edisi Minggu Pertama, Maret
2005. Jadi, sudah lebih dari dua tahun. So, logically,
dunia perselingkuhan Jakarta seharusnya lebih ok
sekarang ini. 

Lebih open. Lebih honest. Lebih satisfying. Isn't it?

All the Best,
Leo
HP: 0818-183-615

Note: forwarded message attached.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--- Begin Message ---
Maaf, ralat..:-P
30% dari istri = 30% x 50% = 15%
60% dari suami = 60% x 50% = 30%
Total = 45% dari komunitas yang sudah menikah.. :-)

Sekali lagi maaf.. :D
CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 5/7/07, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Koq itungannya jadi segitu Mbak? :-p
Mungkin, kalaupun mau digabung, bukan 90% dari penduduk Ibukota..
tapi 90% dari 'komunitas yang sudah menikah'  (married community).. :-)

Kan masih ada komunitas lain yang belum menikah atau t/berpisah
dari pasangan menikahnya (hidup atau mati). Sekian persen dari
penduduk, toh.

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 5/7/07, Mawar Liar Merah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Majalah Kartini kok sensasional banget ya. Kalau tidak salah matematik
> saya
> 30% isteri dan 60% suami jadi 90% penduduk ibukota ini yang telah
> menikah ternyata "ada main"? Bagaimana andai ada yang mendirikan Polisi
> Ahlak? Lalu
> apa hukumannya didunia ini? Janganlah sampai di aplikasikan hukuman
> rajam karena penduduk Jakarta bisa susut secara drastis dan tidak akan mudah
> lho untuk mendatangkan dari pedalaman gantinya yang sama canggihnya dalam
> masalah politik, bisnis, pendidikan, penggelaran kriminalitas dan
> lain-lainnya.
>
> MLM
>
> *leonardo rimba <leonardo_rimba@ yahoo.com>* wrote:
>
>  Selingkuh dan Konseling
>
> Di kanan bawah cover depan majalah wanita "Kartini"
> edisi minggu pertama tahun 2005 ada tulisan: "Hasil
> Penelitian Terkini: 40% Istri di Jakarta Selingkuh".
> Lalu, dengan huruf lebih kecil dan agak sebelah bawah
> tertulis: "Karena Suami Kurang Perhatian".
>
> Apakah maksudnya ? Sensasi atau nyata ? Obyektif atau
> bias ? Penelitian ilmiah atau ecek-ecek ?
>
> Apapun latar-belakang dari penelitian itu, awam
> mengerti tanpa perlu penjelasan panjang lebar bahwa
> perselingkuhan telah melembaga di Jakarta. Telah
> terjadi institusionalisasi perselingkuhan. Jadi, bukan
> hanya pernikahan yang bisa dilembagakan,
> perselingkuhanpun bisa.
>
> Anggaplah, misalnya, bahwa penelitian yang diekspos
> oleh "Kartini" agak dibesar besarkan. Anggaplah bahwa
> angka 40% itu terlalu besar, sehingga kita merasa
> cukup fair bila prosentase para istri di Jakarta yang
> selingkuh itu didiscount seperempatnya sehingga
> menjadi 30% saja…
>
> Berarti, satu dari tiga istri yang memiliki suami di
> Jakarta telah pernah, sedang, atau akan menceburkan
> diri dalam perselingkuhan dengan pria lain. Memiliki,
> pernah memiliki, atau berniat untuk akan memiliki Pria
> Idaman Lain (PIL).
>
> Dan asumsikanlah juga bahwa jumlah para suami yang
> selingkuh berbanding lurus dua kali lipat disbanding
> para istri. Berarti: 2 X 30% = 60%…
>
> Artinya: perselingkuhan dengan Wanita Idaman Lain
> (WIL) telah, sedang, atau akan diniatkan untuk
> dijalani oleh dua diantara tiga orang pria beristri di
> Jakarta… Fair enough?
>
>


--- End Message ---

Kirim email ke