09/05/2007 16:12 WIB
Hamid Pernah Numpang Hidup di Rumah Andi Mattalata Arfi Bambani Amri - detikcom Jakarta - Ikatan batin antara Hamid Awaludin dan penggantinya, Andi Mattalata, sangat erat. Tidak hanya karena mereka berasal dari daerah yang sama, Hamid ternyata pernah menumpang hidup di rumah Andi. Sepenggal kisah hidup Hamid yang baru saja dicopot dari posisi Menkum HAM itu disampaikannya dalam acara pisah sambut di Gedung Depkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (9/5/2007). "Tahun 1984 ketika saya lulus dari Unhas, saya begitu ingin segera kuliah ke luar negeri. Kemudian les bahasa Inggris di Jakarta. Saya datang ke Utan Kayu, saya tinggal di rumah Menkum HAM ini," tutur Hamid sambil menoleh ke arah Andi. Hamid mencari rumah Andi karena sudah saling mengenal sewaktu Andi masih menjadi kakak kelasnya di Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan. "Jadi Ny Andi inilah yang menjadi ibu asuh saya selama saya di Jakarta," imbuhnya. Hubungan mereka tidak pernah putus. Meski sama-sama sibuk, keduanya masih meluangkan waktu untuk bertemu, apalagi setelah sama-sama menjadi orang besar. "Kita juga sering bertemu di DPR," ujarnya. Sementara kepada jajaran Depkum HAM, Hamid berpesan agar mereka meneruskan apa yang sudah berjalan selama ini. Hamid juga berharap mereka bekerjasama dengan baik di bawah menteri yang baru. Usai acara, Hamid langsung meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat petugas keamanan.(umi/nrl) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/09/tim e/161217/idnews/778457/idkanal/10 09/05/2007 13:00 WIB Andi Mattalata Siap Bela Hamid Luhur Hertanto - detikcom Jakarta - Bila Hamid Awaludin diproses hukum dan membutuhkan pembelaan, Menkum HAM yang baru, Andi Mattalata siap memberikannya. Hamid, sang Menkum HAM yang telah dicopot Presiden SBY, sebelumnya ditengarai terlibat kasus pencairan uang Tommy Soeharto di BNP Paribas, London, Inggris. Andi mempersilakan Depkum HAM untuk membuka akses bagi penyidik untuk menyidik kasus tersebut. "Oya silakan. Tapi tentu kalau dia butuh pembelaan, kita akan beri pembelaan," ujar Andi sebelum pelantikannya sebagai Menkum HAM di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (9/5/2007). Namun dia mengingatkan, pembelaan yang diberikan jangan lantas diartikan sebagai perlawanan terhadap proses hukum. Sedangkan Hendarman Supandji yang menggantikan Abdul Rahman Saleh sebagai Jaksa Agung mengatakan, belum bisa menyidik kasus yang diduga melibatkan Hamid. "Bagaimana saya melakukan, kalau alat bukti awal belum ketemu," cetus Hendarman. Menurutnya, bila dia langsung menuntut Hamid, sama artinya dengan mencari-cari kesalahan. "Jaksa itu kan bergerak untuk mencari kebenaran dan keadilan, bukan cari-cari kesalahan," tukasnya. (nvt/sss) Source : http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/09/tim e/130002/idnews/778318/idkanal/10
