Tidak kalah penting ,selain kita bakalan mengenang kembali peristiwa peristiwa 
pelecehan HAM Mei 98, perlu memperingati juga ,agar kita introspeksi diri 
secara luas/mendalam ,bahwa masih ada perkara lain yang masih terbengkalai 
yakni: penjagalan di Santa Cruz dan di Liquisa tahun 1999 untuk menyebut salah 
satu peristiwa yang perlu di-kenang. Jangan cuman memperingati HUT2-an 
institusi2 pemerintahan, seperti ABRI yang sampai saat ini masih dimintai 
pertanggungan jawab atas kinerjayanya yang babak bundas menangani peristiwa 
penting dalam sejarah bangsa dan negara RI ini.
   
  Outstanding attrocities/crimes against humanity , yang masih harus di 
tuntantaskan kelihatannya segedubrak banyaknya. Dari peristiwa 1965 sampai ke 
peristiwa Mei 98 rupanya para penguasa fascist meninggalkan jejak berlumuran 
darah  yang masih belum kering ujutnya. Belum lagi peristiwa2 pembunuhan atas 
orang se-orang(Munir) belum juga ada kabar berita kelanjutannya.
   
  Selama peristiwa2 berdarah tidak ada penuntasan.....lebih baik 
kita....berucap...selamat tinggal ...kemakmuran negara dan bangsa  yang semua 
orang idam2kan dari Sabang sampai Merauke mengharapkan akan bisa terwujut.
   
  Juga Romo Sandyawan bisa dipegang kata2nya apabila beliau juga membenarkan 
bahwa memang terjadi :perkara2  pembunuhan dan pelecehan seksual waktu Mei 98 
itu. Ini tidak bisa disangkal. Tidak saja etnis Tionghoa, juga pribumi jadi 
mangsa keganasan para puppet master (yang sampai saat ini masih misterius). 
Tapi herannya sampai saat ini tidak ada yang tahu, walaupun kita bisa 
beranggapan.......
  penjaga keamanan(ABRI) rupanya tidur atau di suruh tidur dalam baraknya 
masing2 . Aneh bukan? Itulah ciri dari negara deldel duwel, simple as that!
   
  Dari itu banyak sudah berita yang bilang bahwa negara dan bangsa ini kena 
tulahnya YME. Itu bagi yang percaya perkara primordialisme, tapi bagi 
aku......negara yang enggan meng-introspeksi dirinya sendiri itu 
predikatnya...harga dirinya runtuh, integritas babak bundas,  dan kalau sudah 
runtuh/babak bundas  maka masa depan juga akan kabur, ngak ada pegangan perkara 
mana perbuatan yang baik mana yang tidak. Alhasil negara dan bangsa jadi korban 
kemunduran ahlak. Simple bukan?
   
  Harry Adinegara 
  


           
   
  
---------------------------------
    [INDONESIA-L] POSKUP - Romo SandyawFrom: [EMAIL PROTECTED]
Date: Sun Apr 18 1999 - 18:15:00 EDT     
---------------------------------
      ----- Forwarded message from ">[EMAIL PROTECTED] ----- 
  From ">[EMAIL PROTECTED] Sun Apr 18 21:05:17 1999 
Return-Path: <">[EMAIL PROTECTED]> 
Received: from mail1.radix.net (mail1.radix.net [209.48.224.31]) 
        by saltmine.radix.net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id VAA07182 
        for <">[EMAIL PROTECTED]>; Sun, 18 Apr 1999 21:05:16 -0400 (EDT) 
Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64]) 
        by mail1.radix.net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id VAA06717 
        for <">[EMAIL PROTECTED]>; Sun, 18 Apr 1999 21:05:15 -0400 (EDT) 
Received: from localhost ([EMAIL PROTECTED]) by indopubs.com (8.8.5) id 
TAA09532; Sun, 18 Apr 1999 19:04:29 -0600 (MDT) 
Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Sun, 18 Apr 1999 19:04:28 -0600 
Received: ([EMAIL PROTECTED]) by indopubs.com (8.8.5) id TAA09502; Sun, 18 Apr 
1999 19:04:20 -0600 (MDT) 
Date: Sun, 18 Apr 1999 19:04:20 -0600 (MDT) 
Message-Id: <">[EMAIL PROTECTED]> 
To: ">[EMAIL PROTECTED] 
From: ">[EMAIL PROTECTED] 
Subject: [INDONESIA-L] POSKUP - Romo Sandyawan: Memalukan Bangsa Indonesia 
Sender: ">[EMAIL PROTECTED] 
    X-URL: http://www.indomedia.com/poskup/9904/18/EDISI18/8.htm 
                                Romo Sandiawan: 
                                       
                         Memalukan bangsa Indonesia 
                                       
     SETELAH pembantaian [INLINE] 12 November 1992 di Santa Cruz yang 
     dikenal dengan Persitiwa berdarah kini timbul lagi peristiwa yang 
     mirip di Kota Liquica, Senin (5/4) pekan lalu. Romo Sandiawan yang 
     dihubungi seusai memberikan ceramah pada seminar Paskah Kaum Muda 
        Timor Loro Sae di Paroki Santo Antonio Manatuto, Jumat (9/4) 
     memberikan tanggapannya menyangkut kasus Liquica ini. Berikut ini 
                               pandangannya: 
                                       
   Wartawan (W): Kita melihat seminar ini telah banyak mengulas tentang 
   hak-hak asasi manusia khususnya orang-orang tertindas. Mungkin Romo 
   bisa memberikan sedikit penjelasan? 
   Romo Sandiawan (RS): Ini adalah satu bentuk penjajahan yang sudah 
   begitu lama, dan pemerintah Indonesia telah melakukan kesalahan yang 
   sangat elementer dalam kerangka hak-hak asasi manusia di Timtim ini. 
   Masyarakat Timtim yang sudah begitu dilumuri kekerasan seperti ini, 
   ternyata ditegaskan lagi dengan peritiwa Liquica yang baru saja 
   terjadi. Saya kira ini menegaskan betapa malunya kami sebagai bangsa 
   Indonesia dalam persitiwa kolonialisme. 
    
   (W): Apa imbau Romo untuk kaum muda Timtim? 
   (RS): Kaum muda Timtim sudah mempunyai potensi yang begitu dasyat, 
   tinggal diimplementasikan, buatlah posko-posko kemanusiaan, ini 
   sebagai proyek jangka panjang kemanusiaan untuk menolong korban tetapi 
   juga mencatat dan memberikan pendidikan bagi masyarakat tapi sekaligus 
   mengisi krisis situasi yang terjadi sekarang ini. Itu yang saya 
   maksudkan dengan posko-posko kemanusiaan dengan bantuan medis, 
   logistik, informasi tapi juga mencari data-data dan mengorganisir 
   korban termasuk bantuan-bantuan para pengungsi di negeri sendiri. 
    
   (W): Bagaimana menurut Romo tentang pernyataan Xanana yang kini 
   menjadi pro kontra? 
   (RS): Pernyataan Xanana itu sangat substansial pada proses kemerdekaan 
   yaitu rakyat Timtim kalau diserbu, wajib membela diri. Ini pernyataan 
   yang dikeluarkan siapa pun, termasuk juga Uskup. Jadi pernyataan 
   seperti dikutip-kutip bahwa ini pernyataan perang dari orang yang 
   gemar berperang. Tetapi pernyataan setiap orang yang sangat prihatin 
   dengan hak-hak asasi manusia. 
    
   (W): Apakah pernyataan Xanana itu akan merusak perdamaian yang sedang 
   dalam proses ini? 
   (RS): Xanana membuat pernyataan itu dengan pengalaman atau pengaduan 
   begitu banyak yaitu rakyat diperangi. Tapi orang yang tidak membuat 
   pernyataan sudah memerangi. Saya kira itu, ketika ada usaha 
   rekonsilasi, sudah ada pelanggaran-pelanggaran dengan pasukan milisi 
   dan sebagainya. 
    
   (W): Dengan pernyataan ancamam dari Menteri Kehakiman bahwa Xanana 
   bisa kembali ke LP. Apa komentar romo? 
   (RS): Ya! Itu saya kira Xanana tahu apa yang ia lakukannya bahwa 
   inilah resiko perjuangan. Tapi namanya berjuang untuk kemerdekaan dan 
   kemerdekaan itu roh. Kemerdekaan itu tidak akan mati hanya dengan 
   dikurung begitu. 
    
   (W): Tapi ada pro dan kontra! 
   (RS): Yang pro dan kontra di level public yang banyak direkayasa 
   tingkat elit politik. Saya kira berbeda dengan apa yang hidup di dalam 
   masyarakat juga masyarakat Indonesia yang pro kemedekaan. (stt) 
  ----- End of forwarded message from ">[EMAIL PROTECTED] ----- 
    
---------------------------------
  










 Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke