Bung Adi, Kemerdekaan Timtim adalah hasil rekayasa asing, banyak pertarungan kepentingan mulai dari Australia, Amerika, dll kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja. Pembantaian ataukah penumpasan, kita juga tidak tahu? kita hanya melihat dari jauh, jadi sangat subyektif bila menilai persoalan tersebut, jadinya malah menghakimi. persoalan diperingati atau tidak, tentu bukan urusan negeri ini karena Timtim sudah berdiri sendiri. juga terserah mereka mau dimasukkan dalam catatan apa?baik atau buruk? Soal kerusuhan Mei 98 keterangan Romo Sandyaman saja tidak cukup. kita tidak tahu bagaimana obyektifitas kesaksiannya, adakah kepentingan dibalik itu? sebab nyatanya, justru tragedi ini dijadikan komoditas oleh beberapa orang untuk menangguk untung pribadi (suaka dll) di luar negeri...
----- Original Message ---- From: Harry Adinegara <[EMAIL PROTECTED]> To: ppi india <[EMAIL PROTECTED]>; media care <[email protected]> Sent: Wednesday, 9 May, 2007 5:14:18 PM Subject: [mediacare] [INDONESIA-L] POSKUP - Romo Sandyawan Tidak kalah penting ,selain kita bakalan mengenang kembali peristiwa peristiwa pelecehan HAM Mei 98, perlu memperingati juga ,agar kita introspeksi diri secara luas/mendalam ,bahwa masih ada perkara lain yang masih terbengkalai yakni: penjagalan di Santa Cruz dan di Liquisa tahun 1999 untuk menyebut salah satu peristiwa yang perlu di-kenang. Jangan cuman memperingati HUT2-an institusi2 pemerintahan, seperti ABRI yang sampai saat ini masih dimintai pertanggungan jawab atas kinerjayanya yang babak bundas menangani peristiwa penting dalam sejarah bangsa dan negara RI ini. Outstanding attrocities/ crimes against humanity , yang masih harus di tuntantaskan kelihatannya segedubrak banyaknya. Dari peristiwa 1965 sampai ke peristiwa Mei 98 rupanya para penguasa fascist meninggalkan jejak berlumuran darah yang masih belum kering ujutnya. Belum lagi peristiwa2 pembunuhan atas orang se-orang(Munir) belum juga ada kabar berita kelanjutannya. Selama peristiwa2 berdarah tidak ada penuntasan.. ...lebih baik kita....berucap. ..selamat tinggal ...kemakmuran negara dan bangsa yang semua orang idam2kan dari Sabang sampai Merauke mengharapkan akan bisa terwujut. Juga Romo Sandyawan bisa dipegang kata2nya apabila beliau juga membenarkan bahwa memang terjadi :perkara2 pembunuhan dan pelecehan seksual waktu Mei 98 itu. Ini tidak bisa disangkal. Tidak saja etnis Tionghoa, juga pribumi jadi mangsa keganasan para puppet master (yang sampai saat ini masih misterius). Tapi herannya sampai saat ini tidak ada yang tahu, walaupun kita bisa beranggapan. ...... penjaga keamanan(ABRI) rupanya tidur atau di suruh tidur dalam baraknya masing2 . Aneh bukan? Itulah ciri dari negara deldel duwel, simple as that! Dari itu banyak sudah berita yang bilang bahwa negara dan bangsa ini kena tulahnya YME. Itu bagi yang percaya perkara primordialisme, tapi bagi aku......negara yang enggan meng-introspeksi dirinya sendiri itu predikatnya. ..harga dirinya runtuh, integritas babak bundas, dan kalau sudah runtuh/babak bundas maka masa depan juga akan kabur, ngak ada pegangan perkara mana perbuatan yang baik mana yang tidak. Alhasil negara dan bangsa jadi korban kemunduran ahlak. Simple bukan? Harry Adinegara [INDONESIA-L] POSKUP - Romo SandyawFrom: [EMAIL PROTECTED] Net Date: Sun Apr 18 1999 - 18:15:00 EDT ----- Forwarded message from [EMAIL PROTECTED] Net ----- From owner-indonesia- [EMAIL PROTECTED] com Sun Apr 18 21:05:17 1999 Return-Path: <owner-indonesia- [EMAIL PROTECTED] com> Received: from mail1.radix. net (mail1.radix. net [209.48.224. 31]) by saltmine.radix. net (8.8.7/8.8.7) with ESMTP id VAA07182 for <[EMAIL PROTECTED] radix.net>; Sun, 18 Apr 1999 21:05:16 -0400 (EDT) Received: from indopubs.com (indopubs.com [192.41.9.64] ) by mail1.radix. net (8.9.3/8.9.3) with ESMTP id VAA06717 for <[EMAIL PROTECTED] net>; Sun, 18 Apr 1999 21:05:15 -0400 (EDT) Received: from localhost ([EMAIL PROTECTED] ) by indopubs.com (8.8.5) id TAA09532; Sun, 18 Apr 1999 19:04:29 -0600 (MDT) Received: by indopubs.com (bulk_mailer v1.9); Sun, 18 Apr 1999 19:04:28 -0600 Received: ([EMAIL PROTECTED] ) by indopubs.com (8.8.5) id TAA09502; Sun, 18 Apr 1999 19:04:20 -0600 (MDT) Date: Sun, 18 Apr 1999 19:04:20 -0600 (MDT) Message-Id: <199904190104. TAA09502@ indopubs. com> To: indonesia-l@ indopubs. com From: [EMAIL PROTECTED] Net Subject: [INDONESIA-L] POSKUP - Romo Sandyawan: Memalukan Bangsa Indonesia Sender: owner-indonesia- [EMAIL PROTECTED] com X-URL: http://www.indomedi a.com/poskup/ 9904/18/EDISI18/ 8.htm Romo Sandiawan: Memalukan bangsa Indonesia SETELAH pembantaian [INLINE] 12 November 1992 di Santa Cruz yang dikenal dengan Persitiwa berdarah kini timbul lagi peristiwa yang mirip di Kota Liquica, Senin (5/4) pekan lalu. Romo Sandiawan yang dihubungi seusai memberikan ceramah pada seminar Paskah Kaum Muda Timor Loro Sae di Paroki Santo Antonio Manatuto, Jumat (9/4) memberikan tanggapannya menyangkut kasus Liquica ini. Berikut ini pandangannya: Wartawan (W): Kita melihat seminar ini telah banyak mengulas tentang hak-hak asasi manusia khususnya orang-orang tertindas. Mungkin Romo bisa memberikan sedikit penjelasan? Romo Sandiawan (RS): Ini adalah satu bentuk penjajahan yang sudah begitu lama, dan pemerintah Indonesia telah melakukan kesalahan yang sangat elementer dalam kerangka hak-hak asasi manusia di Timtim ini. Masyarakat Timtim yang sudah begitu dilumuri kekerasan seperti ini, ternyata ditegaskan lagi dengan peritiwa Liquica yang baru saja terjadi. Saya kira ini menegaskan betapa malunya kami sebagai bangsa Indonesia dalam persitiwa kolonialisme. (W): Apa imbau Romo untuk kaum muda Timtim? (RS): Kaum muda Timtim sudah mempunyai potensi yang begitu dasyat, tinggal diimplementasikan, buatlah posko-posko kemanusiaan, ini sebagai proyek jangka panjang kemanusiaan untuk menolong korban tetapi juga mencatat dan memberikan pendidikan bagi masyarakat tapi sekaligus mengisi krisis situasi yang terjadi sekarang ini. Itu yang saya maksudkan dengan posko-posko kemanusiaan dengan bantuan medis, logistik, informasi tapi juga mencari data-data dan mengorganisir korban termasuk bantuan-bantuan para pengungsi di negeri sendiri. (W): Bagaimana menurut Romo tentang pernyataan Xanana yang kini menjadi pro kontra? (RS): Pernyataan Xanana itu sangat substansial pada proses kemerdekaan yaitu rakyat Timtim kalau diserbu, wajib membela diri. Ini pernyataan yang dikeluarkan siapa pun, termasuk juga Uskup. Jadi pernyataan seperti dikutip-kutip bahwa ini pernyataan perang dari orang yang gemar berperang. Tetapi pernyataan setiap orang yang sangat prihatin dengan hak-hak asasi manusia. (W): Apakah pernyataan Xanana itu akan merusak perdamaian yang sedang dalam proses ini? (RS): Xanana membuat pernyataan itu dengan pengalaman atau pengaduan begitu banyak yaitu rakyat diperangi. Tapi orang yang tidak membuat pernyataan sudah memerangi. Saya kira itu, ketika ada usaha rekonsilasi, sudah ada pelanggaran- pelanggaran dengan pasukan milisi dan sebagainya. (W): Dengan pernyataan ancamam dari Menteri Kehakiman bahwa Xanana bisa kembali ke LP. Apa komentar romo? (RS): Ya! Itu saya kira Xanana tahu apa yang ia lakukannya bahwa inilah resiko perjuangan. Tapi namanya berjuang untuk kemerdekaan dan kemerdekaan itu roh. Kemerdekaan itu tidak akan mati hanya dengan dikurung begitu. (W): Tapi ada pro dan kontra! (RS): Yang pro dan kontra di level public yang banyak direkayasa tingkat elit politik. Saya kira berbeda dengan apa yang hidup di dalam masyarakat juga masyarakat Indonesia yang pro kemedekaan. (stt) ----- End of forwarded message from [EMAIL PROTECTED] Net ----- Send instant messages to your online friends http://au.messenger .yahoo.com <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a { text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> ___________________________________________________________ Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it now. http://uk.answers.yahoo.com/
