Rabu, 09/05/2007 14:45 WIB PLN seharusnya tidak merugi oleh : Rudi Ariffianto JAKARTA (Bisnis): Perusahaan Listrik Negara (PLN) seharusnya tidak merugi bila BUMN beraset terbesar itu mampu menekan potensi kehilangan pendapatannya yang rata-rata mencapai Rp11 triliun pertahun.
Yenny Sucipto, Koordinator Analisis dan Kajian Seknas Fitra, mengatakan terdapat sembilan pos pendapatan yang bila PLN dapat mengoptimalkannya, BUMN tersebut tidak lagi membutuhkan subsidi APBN dan terhindar dari kerugian. "Ada piutang usaha yang terus membengkak hingga mencapai Rp2 triliun lebih pada 2005. Indikasi penyusutan masih juga berkutat pada angka Rp7 triliun. Kalau potensi pendapatan seperti itu bisa dioptimalkan, PLN seharusnya tidak merugi," ujarnya dalam seminar 'Benarkah PLN Merugi?' di Jakarta, hari ini. Menurut catatan penelitiannya, PLN terus merugi dalam rentang waktu 2003 hingga 2005. Kerugian tertinggi dicetak pada 2005 yakni sebanyak Rp12,8 triliun akibat biaya operasional yang membengkak hingga Rp76 triliun dibandingkan dengan pendapatan yang hanya Rp63,2 triliun. Seharusnya, kata dia, pada 2003 dan 2004, kerugian yang ditanggung bisa ditutup dengan jumlah potensi kehilangan pendapatan dan tidak memerlukan subsidi. "Sedangkan untuk 2005, jumlah kerugian dapat ditutup dengan potensi pendapatan dan mungkin cukup dengan subsidi Rp2 triliun." (editor dj) Uchok Sky Khadafi.B Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran Jln. Duren Tiga Selatan,No.68A, Pancoran Jakarta Selatan Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
