anda benar bung "sunny", bahwa management PLN,
sekarang ini dipegang oleh tukang catut bin Copet.
tetapi mereka lebih pintar dan canggih, misalnya,
mulai dari pengadaan barang dan jasa di semua unit
pembangkit, Transmisi, dan Distribusi, diserahkan
kepada mekanisme outsourcing perusahaan, yang
notabenenya perusahaan tersebut milik elit-elit atau
orang-orang PLN sendiri. jadi,anggaran balanja atau
pengeluaran PLN, kembali masuk ke kantong-kantong
orang-orang PLN sendiri melalui outsourcing perusahaan
meraka.
--- Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Betul bahwa PLN seharusnya tidak rugi, tetapi kalau
> selalu rugi berarti management tidak beres atau
> dengan perkataan lapisan bawah ialah perusahaan
> dipegang tukang catut bin copet. Hal ini bukan saja
> PLN tetapi berbagai cabang usaha negara. 
> 
> Ketidak beresan ini dibiarkan, tanpa diambil langkah
> radikal untuk dicegah dan diperbaiki. 
> 
> Siapa yang dipersalahkan bahwa selalu rugi? Kalau
> PLN rugi mesti ada yang untung Siapa mereka itu yang
> beruntung?
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: ucok sky sky 
>   To: Mediaracare Temen 
>   Sent: Thursday, May 10, 2007 9:02 AM
>   Subject: [mediacare] PLN itu sebetulnya untung.
> 
> 
>   Rabu, 09/05/2007 14:45 WIB
>   PLN seharusnya tidak merugi
>   oleh : Rudi Ariffianto
>   JAKARTA (Bisnis): Perusahaan Listrik Negara (PLN)
>   seharusnya tidak merugi bila BUMN beraset terbesar
> itu
>   mampu menekan potensi kehilangan pendapatannya
> yang
>   rata-rata mencapai Rp11 triliun pertahun. 
> 
>   Yenny Sucipto, Koordinator Analisis dan Kajian
> Seknas
>   Fitra, mengatakan terdapat sembilan pos pendapatan
>   yang bila PLN dapat mengoptimalkannya, BUMN
> tersebut
>   tidak lagi membutuhkan subsidi APBN dan terhindar
> dari
>   kerugian. 
> 
>   "Ada piutang usaha yang terus membengkak hingga
>   mencapai Rp2 triliun lebih pada 2005. Indikasi
>   penyusutan masih juga berkutat pada angka Rp7
> triliun.
>   Kalau potensi pendapatan seperti itu bisa
>   dioptimalkan, PLN seharusnya tidak merugi,"
> ujarnya
>   dalam seminar 'Benarkah PLN Merugi?' di Jakarta,
> hari
>   ini. 
> 
>   Menurut catatan penelitiannya, PLN terus merugi
> dalam
>   rentang waktu 2003 hingga 2005. Kerugian tertinggi
>   dicetak pada 2005 yakni sebanyak Rp12,8 triliun
> akibat
>   biaya operasional yang membengkak hingga Rp76
> triliun
>   dibandingkan dengan pendapatan yang hanya Rp63,2
>   triliun. 
> 
>   Seharusnya, kata dia, pada 2003 dan 2004, kerugian
>   yang ditanggung bisa ditutup dengan jumlah potensi
>   kehilangan pendapatan dan tidak memerlukan
> subsidi. 
> 
>   "Sedangkan untuk 2005, jumlah kerugian dapat
> ditutup
>   dengan potensi pendapatan dan mungkin cukup dengan
>   subsidi Rp2 triliun." (editor dj)
> 
>   Uchok Sky Khadafi.B 
> 
>   Koordinator Advokasi dan Investigasi 
> 
>   Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk
> Transparansi Anggaran 
> 
>   Jln. Duren Tiga Selatan,No.68A, Pancoran 
> 
>   Jakarta Selatan
> 
>   Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> 
>    
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
>   No virus found in this incoming message.
>   Checked by AVG Free Edition. 
>   Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.6.6/795 -
> Release Date: 5/9/2007 3:07 PM
> 



Uchok Sky Khadafi.B 

Koordinator Advokasi dan Investigasi 

Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran 

Jln. Duren Tiga Selatan,No.68A, Pancoran 

Jakarta Selatan


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke