RIAU POS

      Yusril-Saiful Terus Membangkang        
      10 Mei 2007 Pukul 08:43  

      Tolak Hadir Pelantikan Kabinet Baru

      Laporan JPNN, Jakarta
       Mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra dan 
Mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Saifullah Yusuf 
kembali mengabaikan undangan Istana Kepresidenan. Meski diundang menghadiri 
pelantikan enam menteri dan Jaksa Agung di Istana Negara, kemarin, menteri yang 
direshuffle Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memilih membangkang tidak 
hadir. 

      Dari lima menteri yang dicopot, hanya tiga yang hadir. Mereka adalah 
Mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, Mantan Menteri Negara BUMN 
Sugiharto, dan Mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh. Ketidakhadiran Saiful dan 
Yusril merupakan yang kedua. Senin lalu (7/5) sebelum pengumuman reshuffle, SBY 
juga mengundang mereka ke istana untuk diberikan penjelasan terkait pelengseran 
mereka. Tapi keduanya memilih tidak hadir. 

      Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengaku tidak tahu menahu 
alasan ketidakhadiran Saiful dan Yusril. Yang penting sudah diundang. Masalah 
tidak hadir itu hak mereka, kata Andi. 

      Kemana Saiful dan Yusril? Saat pelantikan anggota kabinet Indonesia 
Bersatu di Istana Negara berlangsung, Saiful sedang asyik nonton pertandingan 
bulutangkis Indonesia Open di Istora Senayan. Saat itu bertanding pasangan 
ganda campuran  Nova Widianto/Lilyana Nastir melawan M. Rijal/Greysia Polii. 

      ''Nova itu kawan saya latihan bulutangkis di lapangan Ansor. Makanya saya 
harus nonton dia bertanding,'' kata Saiful.

      Alasan lain, menurut Saiful, karena dirinya harus menyiapkan serah terima 
jabatan di Kementerian PDT yang digelar tadi malam. ''Ada yang harus saya 
siapkan,'' katanya.

      Lain Saiful, lain pula Yusril. Suami Rika Tolentino Kato itu menilai 
tidak terlalu penting menghadiri pelantikan kabinet di istana. ''Saya sudah 
sibuk dengan tugas baru, kalau seremonial kan bisa hadir bisa tidak. Kalau 
datang ditanya kenapa datang, kalau tidak datang juga ditanya kenapa tidak 
datang. Jadi  jawabnya susah,'' kata Yusril, seusai serah terima jabatan di 
Sekretariat Negara kemarin.

      Bagi Yusril, yang terpenting dirinya akan melakukan pekerjaan dan tugas 
baru.  Selain itu pekerjaan di Setneg sudah diserahterimakan kepada Hatta 
Rajasa. 

      Tepat pukul 13.00 pelantikan kabinet dilakukan oleh Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono di depan pejabat Negara dan ratusan undangan lainnya. 
Sebelumnya dibacakan dulu Keputusan Presiden No 31/P/Tahun 2007 tentang 
pengangkatan dan pemberhentian menteri dan jaksa agung oleh Deputi Sekretaris 
Kabinet Bidang Hukum, Lambock.V.Natahattands.

      Hadir pada acara tersebut Wapres Jusuf Kalla, semua menteri Kabinet 
Indonesia Bersatu,  Panglima TNI Djoko Suyanto dan ketiga Kepala Staf Angkatan 
serta Kapolri Jend. Pol. Sutanto. Tampak juga Ketua DPR Agung Laksono, Ketua 
MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, dan pimpinan DPR-RI 
serta DPD-RI lainnya. 

      Para menteri yang dilantik tampak sumringah. Mereka adalah Menteri 
Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, Menteri 
Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad 
Nuh, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal M. Lukman Edy, Menteri Negara 
BUMN Sofyan A.Djalil, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji.

      Para menteri optimis dalam 2,5 tahun ke depan bisa melaksanakan tugas 
dengan baik. Menteri BUMN Sofyan Djalil misalnya mengatakan BUMN harus lebih 
profesional dan transparan, karena transparan akan menajdi obat dari berbagai 
hal. ''Matahari adalah pembunuh kuman terbaik. Jadi untuk mengatasi hal-hal 
yang tidak diinginkan, solusinya  adalah transparan,'' katanya. Karena itu 
Sofyan mewacanakan BUMN menjadi perusahaan publik

      Sofyan juga menjamin BUMN tidak lagi menjadi sapi perah bagi partai 
politik. Karena itu Sofyan akan membuat system aturan dan mekanisme yang 
terbaik. ''Semua ikut mekanisema itu, jadi ada rule base, jadi siapa saja yang 
mau ikut rule of the game itu tidak ada masalah. Tapi kalau tidak rule maka 
akan terjadi pendekatan ad hoc itu yang menjadi masalah,'' katanya. 

      Mensesneg Hatta Rajasan juga mengungkapkan sesuai peraturan presiden No 
31/2005 sangat jelas tugas pokok dan fungsi setneg. Yakni membantu dan 
memberikan dukungan baik administrasi dan teknis kepada presiden dan wapres. 
''Itu tugas pokok utama, misalnya memberikan naskah-naskah, mengembangkan 
komunikasi dengan lembaga-lembaga negara, mengembangkan komunikasidengan 
lembaga non pemerintah dan sebagainya,'' kata Hatta. 

      Sedangkan Menhub Jusman Syafii Djamal mengatakan target utama 
departemennya adalah mewujudkan zero accident dalam transportasi publik. 
Artinya tidak ada toleran terhadap benih-benih yang terjadi didalam kekeliruan 
pengoperasian wahana transportasi. ''Karena itu saya ingin menfoluskan 
sebagaimana perintah presiden, fokusnya  adalah pada transportasi yang 
menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam hal ini saya fokusnya pada kereta 
api,'' kata Jusman. 

      Sementara Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan secara umum persoalan yang 
dihadapi di komunikasi ada dua hal, yaitu  mengenai akses dan harga. Sehingga 
ke depan, sarana komunikasi harus bisa menjangkau seluruh kawasan. Kedua harga 
bisa dijangkau oleh masyarakat, katanya. 

      Mantan Rektor Institut Teknologi Sepulih Nopember (ITS) itu juga 
mengatakan tugasnya adalah mempercepat apa yang sudah dicanangkan oleh 
Menkominfo lama Sofyan Djalil. ''Yakni mewujudkan jaringan komunikasi, baik 
yang mobile maupun fixline harus tersedia di seluruh negeri. Itu intinya,'' 
kata Nuh.(tom/noe/jpnn)
     

<<pdf_button.png>>

<<printButton.png>>

<<emailButton.png>>

<<yusril.gif>>

Kirim email ke