Bos Andree, pa kabaaar? Dari segi tulisan, u really picked such a good angle. Saat yang lain mencerca lo milih uk membela. Great. Dan walopun gw bukan penggemar seperti lo, gw sepakat sama pendapat lo. Terutama soal mati surinya band-band/musisi besar Indonesia. Sehingga nggak lagi bisa menghasilkan karya yang membumi, yang bisa mengena di hati masyarakat luas terutama di level grass root. Itu analisa yg cukup mengena, dan emang nyata-nyata terjadi beberapa tahun belakangan ini. Buat gw hal itu merupakan satu hal yang wajar terjadi dalam siklus dunia hiburan. Dari dulu kalo mau diurut-urut kan emang selalu begitu. Ketika SO7, Padi, Dewa mulai mati suri, muncullah Peterpan. Saat Ariel dililit masalah personal, dan band ditinggal oleh Andhika serta Indra, muncul deh radja, Ungu, Samsons, Nidji dsb.... Begitu terus hingga era Kangen Band yang notebene begitu lo gemari ... hehehehe.. Yang jadi pertanyaan besar gw adalah, apakah industri musik Indonesia (kalo emang bener ada yang namanya industri!), akan selalu begini? Mencari satu sosok fenomenal, yang menghasilkan jutaan kopi dalam sesaat, peduli setan sama cercaan, lalu kalo sudah mati suri, ditinggal begitu saja? Bukan apa-apa. Kalo begini terus, ya siap-siap aja jalan di tempat. Bahkan bergerak mundur. Saat ini selera industri sudah begitu disetir oleh selera pasar. Dan ketika hal itu terjadi, industri tidak lagi memiliki kontrol terhadap produk yang dihasilkan. Tidak lagi punya konsepsi jelas akan seperti apa produk yang dibuat. Dan gimana bisa produk itu punya kontribusi terhadap masyarakat kalo nggak ada konsepsi atau visi yang jernih? (Agak idealis memang. Tapi pada kenyataannya masyarakat dan bangsa ini masih perlu idealisme, toh?) Sehingga ya nggak heran lah kalo banyak yang melansir soal kiamat industri musik, produknya dibilang sampah di negeri orang, dsb. Karena ya memang dengan pola produksi macam ini, nggak ada lagi yang bisa ditawarkan. Selesai. Kelar. Orientasi pasar itu harus. Cuma, tanpa visi yang jelas, hal itu sama aja dengan bunuh diri. Kembali ke Kangen Band, gw melihat kemunculan band ini sebagai bentuk reaksi terhadap inkompetensi industri yang udah gw sebutin di atas. Gw tidak menyalahkan ada band model begini muncul. Gw juga nggak mempermasalahkan genre musik yang mereka usung. (Dalam kasus ini, bahkan gw juga berusaha mengenyampingkan fakta bahwa produksinya jauh di bawah standar kualitas rekaman yang sebenernya udah sangat membaik dibandingkan 20 tahun lalu!) Ketika nggak ada lagi yang menarik yang ditawarkan, ya otomatis, pasar akan memenuhi kebutuhannya sendiri. Kangen hanyalah salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan itu. Dan semua itu, gw rasa nggak ada hubungannya dengan selera atau tujuan musik yang as you say sebenernya sangat mulia.... Begitu, bos? Cheers,
Danie Satrio Managing Editor HAI Magz Gedung Gramedia Majalah, Lt. 6 Jl. Panjang no.8A, JKT 11530 Ph : +6221 5330150-70, ext. 33302 Fax : +6221 5330070 "One generic thing that automatically discualifies a man from being rock 'n roll is curly hair..." - Nikki Sixx, The Dirt, 2001 One generic thing that automatically disqualifies a man from being rock 'n roll is curly hair..." - Nikki Sixx, The Dirt, 2001 -----Original Message----- From: andree stroo <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED], warga <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected], Jakarta x_channel <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu, 10 May 2007 00:10:04 -0700 (PDT) Subject: [mediacare] Saya pengemenar berat Kangen Band - Ketika mereka di cemooh, apakah yang meremehkan mereka masih bisa menghasilkan karya yang membuat panggung musik indonesia 'ngeh' (di tengah banyak band 'Yang katanya besar' menjadi mati suri) - Ketika konsep musik mereka di permasalahkan, justru konsep musik mereka lebih mengindonesia (indonesia banget malah) It's about musik. Buruk-baik ini tetap sebuah karya. Ini jauuuuuh lebih mulia dibandingkan mereka yang tidak pernah berkarya sedikitpun. Nidji sempat di-identikan dengan band bule, begitu juga Padi, Dewa 19 dan banyak lagi....come on, mereka masih bisa berkarya. Mereka masih di lihat, album mereka juga masih dibeli. Nama mereka masih diomongin.. Sungguh tidak fair, kalau musik ini hanya dinilai dari dandanan, konsep serta latar belakang. Marilyn Manson memilih 'berburuk rupa'. Tapi masih di suka. Kangen band, dengan latar belakang (ekonomis-geografis) yang tidak seberuntung band-band metropolitan, tiba-tiba berhasil menjadi bahan perbincangan. Kalau musik mereka dianggap 'katro', tapi justru ini lebih dekat dengan masyarakat grass root Indonesia (kelompok masyarakat pendengar musik paling banyak dibandingkan golongan lain). Obbie Mesakh dijuluki pencetus lagu cengeng era 80-an. Nyatanya, syair-syai 'katro'-nya masih jadi bahan omongan (jadi judul sinetron lagi) hingga saat ini. Jika Deddy Dores merubah konsep musik yang dianggap melacur....kita harus sadar sampai puluhan tahun ke depan, nama penyanyi yang selalu memakai kaca mata ini masih dicatat di sejarah musik Indonesia. Menghasilkan hits yang tidak sedikit. Kalau mau jujur, berapa banyak band di tahun 2007 ini yang penjualan album real-nya melebihi hitungan 100 ribu kopi?????? Ini tentang musik, bicara musik berhubungan dengan seni, bicara seni berhubungan dengan karya dan sangat erat berhubungan dengan kreatifitas. Kreatifitas tidak bisa muncul dari isi kepala yang kosong..... Kalau melihat pernjuangan mereka yang cukup berdarah-darah, ini bisa dikatakan cengli. Bagaimana tidak, beberapa bulan terakhir, toko kaset dan pembajak jadi berlomba-lomba memasarkan album mereka..... Ada yang lebih fenomenal lagi di tahun ini...??????? Harusnya mereka menerima award... Tidak akan menutup kemungkinan, musik mereka akan menjadi booming lagi...akan muncul band-band yang ngangenin yang lain di panggung musik nasional. Jadi, dengan banga aku mengucapkan sebagai "Pengemar Kangen Band". tapi dengan catatan, personilnya nantinya tidak berulah seperti kebanyakan rockstar yang terjerumus dengan ulahnya tersebut... Jalan terus Kangen Band.... 'Andree S'troo' AudioPro Magazine Pulo Buaran III F5-6 BPSP Kawasan Industri Pulo Gadung, Jaktim 13930 Telp. 021 - 4619502 / 03 Fax. 46826450 HP ; 08128057679
