Sdr. Yap, 

Memang sebaiknya Anda tidak usah mengurusi Mei 98.
Yang perlu Anda lakukan cuma satu hal: Tanyakan pada sahabat-sahabat
Anda di Mabes Tentara,
- Apa saja yang mereka lakukan selama Jakarta dilanda kerusuhan?
- Kenapa mereka bisa 'bermain mulus' menangani protes2 mahasiswa pra
Tragedi Mei 98 (baca: memBUNUHI mahasiswa2 di Semanggi I, Semanggi II,
Trisakti dan lainnya), sementara MEMBIARKAN kerusuhan Mei 98? 

Ah, tentu saja sahabat2 Anda tak mau menembaki ORANG2 SENDIRI yang
bikin rusuh Mei 98, bukan? 

Si Hans Gouw memang penjahat yang patut dihukum berat, tapi adanya
komplotan Hans Gouw yang membisniskan Mei 98 di Amerika tidak lantas
berarti Tragedi Mei 98 harus dilupakan!! Harap Saudara tidak membodohi
diri sendiri dan masyarakat terus menerus.

Duka saya buat korban Mei 98, apapun etnisnya.
Ida Khouw


--- In [email protected], "Yap Hong Gie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Beberapa hari yang lalu saya dihubungi seorang staf redaksi dari
sebuah TV
> swasta, untuk memberi informasi dan diperkenalkan pada pihak yang tahu
> banyak soal korban etnis Tionghoa pada Peristiwa Mei '98.
> 
> 
> Biasanya saya selalu membantunya dengan me-refer kepada pihak yang
> bersangkutan atau yang kenal dengan ybs.
> Tetapi kali ini secara tegas saya menolaknya; "Saya tidak bersedia
> membantu Anda karena saya tidak setuju dengan program peringatan
Mei'98".
> 
> 
> Karena terdengar kaget maka saya jelaskan bahwa, kerusuhan berdarah
> Mei'98 bukan semata-mata tragedi bagi etnis Cina tetapi merupakan
> malapetaka bagi seluruh bangsa.
> 
> Kalau pada setiap peringatan Peristiwa Mei'98 yang diangkat hanya
> korban dari etnis Cina, bagaimana dengan opini dari keluarga ratusan
> korban pribumi yang tidak pernah jelas jumlah dan identitasnya?
> 
> Apakah ini tidak menimbulkan kecemburuan baru, yang efeknya justru
> kontraproduktif bagi etnis Cina sendiri?
> 
> Selain banyak cerita-cerita bohong mengenai tragedi Mei'98, ada
> pihak-pihak yang memanfaatkan exposure ini untuk menjual-belikan suaka
> politik di AS.
> 
> 
> Saya bilang, "kalau diperlukan saya siap untuk mendiskusikan hal ini
> dengan pimpinan redaksi Anda".
> 
> 
> Kawan saya paham sekali dan akan menyampaikan pada tim redaksi medianya.
> 
> 
> Wassalam, yhg.
> --------------
>


Kirim email ke