Indonesia on trial, unfortunately in an Indonesian court !
   
  Statistik KKN dibawah cukup mengerikan pak Har, dan itu tentunya belum 
menyeluruh disamping KKN lain yg tidak sempat muncul kepermukaan penyelidik.
  Mungkinkah KKN di Indonesia bisa di tuntaskan dan hasil KKN bisa kembali 
kepada negara? saya ragu karena semua kasus besar KKN ditangani oleh pengadilan 
didalam negri.
  Indonesia is considered as one the risky countries for investors and the root 
of the problem is on law enforcement, corruption, bad infrastructure, sampai 
saat ini Experts consistently rate Idonesia as among the worlds most corrupt 
nation, do you think we can handle this tremendous issues alone ? I daubt !
  The problems is too big, way too big utk diatasi oleh negara yg masih sangat 
terbatas dengan system pengadilan nya serta moralitas pemerintahan yg ada.
   
  salam prihatin
  omie

harsutejo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Kerajaan Korupsi dan Narkoba, Dua Maksiat Besar

Menurut berita 2006 peredaran narkoba setahunnya sebesar Rp 380 triliun. Ini 
suatu jumlah yang dahsyat, bandingkan dengan APBN Perubahan 2006 Republik 
Indonesia yang kurang dari Rp700 triliun. Dana yang dijarah pungli dari 
angkutan umum mencapai 30 persen biaya operasi atau sekitar Rp 14 triliun per 
tahun. Berdasar pemeriksaan BPK terhadap 5 dari 43 Kontraktor Kontrak Kerja 
Sama periode 2004 sampai dengan kuartal pertama 2005 minyak dan gas Bumi 
didapati potensi kerugian negara sebesar 1,473 miliar dollar AS atau Rp 13,3 
triliun. Berapa ratus triliun bersama korupsi dan penjarahan yang lain seperti 
pembalakan liar, pencurian hasil laut dsb. Kerajaan korupsi dan narkoba, 
berdasarkan anggaran mereka dapat bersaing dengan anggaran negara, bisa menjadi 
negara dalam negara. Sudikah anda diperintah oleh Kerajaan Korupsi dan Narkoba?
Jika kedua maksiat besar, korupsi dan perdagangan narkoba yang telah merusak 
moral dan seluruh sendi kehidupan bangsa ini dipermaklumkan sebagai maksiat 
paling jahat negeri ini oleh para pemimpin agama dan organisasi keagamaan serta 
kaum intelektual dan budayawan, dilakukan secara berkesinambungan dengan agenda 
yang teratur dan terarah, hal itu akan merupakan tekanan berarti terhadap rezim 
dan dukungan luar biasa terhadap gerakan rakyat bagi pemberantasan korupsi dan 
perang terhadap perdagangan narkoba di negeri ini. Yang amat penting tidak 
sekedar menghukum berat kaum koruptor dan gembong narkoba, tetapi juga menyita 
harta kekayaan mereka yang disembunyikan di mana pun.
Seorang koruptor hiu Orba mampu menguntal 2.000 gedung SD beserta peralatannya, 
menelantarkan 1,2 juta murid beserta puluhan ribu guru. Korupsi sejarah Orde 
Baru telah meracuni pikiran dan hati nurani jutaan kaum muda dan rakyat 
Indonesia untuk jangka panjang dengan menyembunyikan kebenaran dan menyebarkan 
cerita horor palsu yang mereka namai sejarah. (Harsutejo).

Kirim email ke