Refleksi: Bagus sekali para purnawirawan prihatin dan mempersoalkan kemiskinan. Patut dipuji! Cuma saja barangkali mereka dulu tidak tahu dan sekarang lupa karena umur bertambah tua, bahwa pembodohan dan pemiskinan masyarakat yang berlangsung terus menerus ini akarnya menjalar dan bertambah kuat berkat gagah perkasa para purwawirawan sendiri waktu melakukan aktif tugas. Jadi umur akarnya kemiskinan dari kemarin. Singkatkan tidak ada hari ini tanpa kemarin dan tidak ada esok tanpa hari ini. Mudah-mudahan kritik para purnawirawan ini benar-benar perawan dari hati lubuk sanubari yang jujur bukan sekadar jual obat koyok untuk partai-partai politik yang didirikan oleh purnawirawan dengan tujuan untuk mengembalikan orba-orabaan yang lebih memalapetakan masyarakat yang telah dimiskinkan. Insyaalloh!
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=293314&kat_id=23 REPUBLIKA Selasa, 15 Mei 2007 14:43:00 Purnawirawan TNI/Polri Kritik SBY Soal Kemiskinan Jakarta-RoL -- Sejumlah purnawirawan TNI dan Polri, Selasa (15/5), bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta. "Dalam pertemuan itu berbagai masalah dibicarakan seperti soal penderitaan rakyat dan masalah kebangsaan," kata Ketua Forum Komunikasi Persatuan Purnawirawan TNI Letjen Purn Syaiful Sulun. Ia mengatakan dalam pertemuan sekitar empat jam sejak pukul 8.00 WIB itu dibahas antara lain masalah penderitaan rakyat. "Penderitaan rakyat, yang dimaksud itu rakyat itu masih miskin, dan rakyat yang menganggur semakin banyak. Tadi kami sampaikan dan presiden menyadari, dan menyambut positif," katanya. Menurut Sulun, Presiden dalam pertemuan itu menggambarkan programnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti untuk mengurangi angka pengangguran dari 10 juta sudah menjadi 9,7 juta orang. Selain itu, dibicarakan juga soal kebangsaan yang menurut Sulun sudah mulai menurun. "Rasa kebangsaan, perlu ditingkatkan, bukan berarti sekarang tidak ada, tapi perlu ditingkatkan agar Indonesia bangga kepada dirinya," tambahnya. Dalam acara yang dihadiri 14 purnawirawan itu, semua purnawirawan menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan presiden Yudhoyono meski tetap bersifat kritis. "Kita masih kritis banget. Kami mendukung bapak Presiden, mendukung dengan kritis. Kami mengingatkan agar bapak selamat. Kalau kami tidak ingatkan nanti bapak masuk jurang.Kami tidak mau ABS (asal bapak senang)," katanya. Sulun juga membantah bahwa undangan tersebut terkait dukungan terhadap Presiden Yudhoyono pada Pemilu 2009 mendatang. "Saya tidak tanya itu, tidak ada bicara suksesi. Itu urusan rakyat, bukan urusan saya. Ini hanya kangen-kangenan sudah lama tidak jumpa. Ini pertemuan kita sudah berkali kali," katanya. Mengenai ketidakhadiran sejumlah purnawirawan yang selama ini berseberangan dengan Presiden Yudhoyono, seperti Wiranto dan Try Sutrisno, Sulun mengatakan keduanya sudah diundang namun tidak bisa hadir. "Saya kawannya Pak Try, Wiranto, dan SBY. Saya undang tapi tidak hadir," katanya. Acara sarapan itu juga dihadiri Panglima TNI Djoko Suyanto, Kaporli Sutanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Menko Polhukam Widodo AS, Kasad Djoko Santoso, Kasal Slamet Subijanto, dan Kasau Herman Prayitno. Sejumlah purnawirawan yang hadir antara lain mantan Kasad Wisnoyo Arismunandar, mantan Kasospol Bambang Triantoro, Sayidiman Suryahadiprojo, Sekjen KONI Ari Sudewo, Soekarno, Kahfi Suriadiredja, Mahmud Subarkah, Soegiatno, Marsekal Saleh Basrah, mantan Kasau Marsekal TNI Ashadi Cahyadi, FX Soejitno, dan mantan Kapolri Moch Sanusi. antara is
