SIARAN PERS
   
  Untuk Diterbitkan Segera
   
   
  Pembukaan Kongres International Harm Reduction Ke-18 
   
   Warsawa, Polandia, 13 Mei 2007 – Sore ini, pukul 3 waktu Warsawa (pukul 8 
malam wib), Konferensi Internasional Harm Reduction ke-18 resmi dibuka. Kongres 
ini merupakan yang ke-18 kalinya digelar oleh IHRA (International Harm 
Reduction Association), sebuah lembaga internasional yang mensosialisasikan 
program Harm Reduction secara global. Tahun ini, kota Warsawa di Polandia 
terpilih sebagai tempat penyelenggaraan kongres yang bertajuk "Harm Reduction – 
Coming of Age" ini.
   
  Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Polandia, Prof. Zbigniew Religa 
mengatakan bahwa karena luasnya lingkup global dari peserta kongres ini 
membuktikan bahwa masalah kesehatan dan sosial yang terkait dengan alkohol, 
narkotika dan obat-obatan terlarang, serta HIV/AIDS tidak hanya terbatas pada 
negara atau daerah tertentu saja. Implementasi pengurangan penggunaan narkotika 
dan obat-obatan terlarang dan konsumsi alkohol dipandang Religa akan lebih 
efektif dilakukan oleh institusi khusus dan organisasi non-pemerintah yang 
terkoordinasi dan harmonis. 
   
  Meski demikian, Religa berpesan bahwa  pemerintah dan masyarakat umum juga 
tidak boleh lepas tangan. "Pengawasan terhadap pelaksanaan program Harm 
Reduction tetap perlu dilakukan oleh pemerintah dan dukungan masyarakat luas," 
kata Religa. 
   
  Walikota Warsawa, Hanna Gronkiewicz-Waltz menyatakan bahwa sama seperti 
negara-negara lainnya, Polandia sendiri juga tidak kebal terhadap masalah 
substansi psikoaktif ini (alkohol dan obat-obatan terlarang). "Kongres ini 
merupakan kesempatan yang penting untuk menarik perhatian NGO (Non-Government 
Organisation)/ LSM, politikus, media, dan masyarakat umum di Polandia untuk 
memberikan dukungan yang lebih terhadap pelaksanaan program Harm Reduction," 
kata Hanna. 
  Setiap negara membutuhkan pendekatan dan implikasi metode yang berbeda untuk 
melaksanakan program ini. Tetapi Hanna yakin bahwa hal ini sama-sama menuju 
pada tujuan agar kualitas hidup dan kesehatan dari para pengguna obat-obatan 
dan alkohol, dan juga mendorong adanya kebijakan baru yang lebih baik. 
   
   
   
   
   
  Prof. Gerry Stimson, Executive Director IHRA (International Harm Reduction 
Asociation), penyelenggara resmi acara ini, menyatakan bahwa para peserta 
kongres ini dapat memperlihatkan hasil dari program yang dilakukan di negara 
masing-masing; menyatakan kesulitan, tantangan, juga saran; serta melihat apa 
harapan dari program Harm Reduction ini di masa mendatang. 
   
  Kongres internasional ini melibatkan lebih dari 50 negara di dunia dengan 
jumlah peserta lebih dari 1000 orang dari berbagai kalangan, baik pemerintah, 
LSM, komunitas terkait, lembaga dunia seperti WHO, dokter dan praktisi 
kesehatan lain (perawat, farmakolog), serta pengguna napza dan pasien HIV/AIDS. 
  Indonesia sendiri mengirimkan lebih dari 20 delegasinya, yang dipimpin oleh 
Nafsiah Mboi, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional. Enam diantaranya 
dipercaya sebagai pembicara; diantaranya Nafsiah Mboi, Ingrid Irawati 
Atmosukarto, Patria Budi Handoyo, Laura Nevendorff, David Djaelani Gordon, dan 
Salina Abigail.  
   
  Tentang Harm Reduction
   
  Harm Reduction adalah strategi pengurangan dampak buruk penggunaan narkoba 
suntik yang bertujuan untuk mencegah penularan HIV/AIDS diantara para pengguna 
napza maupun pasangannya sekaligus menjaga agar pecandu dan penyalahgunaan 
napza tetap dapat hidup dan sehat. 
              
  Program dari Harm Reduction terdiri atas Penyediaan alat suntik steril, Drug 
Substitution, Care Support and Treatment (CST), serta penyediaan informasi. 
   
  -- 
Elizabeth Swanti
Editor, HealthyLIfe Magazine
Mobile : 0812 809 0097
E-mail : [EMAIL PROTECTED]
YM chat : nona_mungil
  --- selesai ---
   
           
  Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta. Sebuah organisasi non 
struktural  yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Prov. DKI Jakarta selaku Ketua 
KPA Provinsi. Visi; Jakarta Sehat Terhindar HIV/AIDS. Misi; Pelayanan 
profesional, manusiawi, efektif dan efisien dengan azas keterpaduan dan 
kemitraan. Meningkatkan ketahanan keluarga dan masyarakat. Memberdayakan 
kelompok resiko tinggi tertular HIV.Tujuan; Terkendalinya kasus IMS & HIV/AIDS. 
Terselenggaranya aktifitas penanggulangan HIV/AIDS yang profesional, 
terjangkau, menyeluruh dan merata. Terpadunya upaya penanggulangan IMS & 
HIV/AIDS.
   
   
  Teddy A. Setiadi. Media Relations Officer. Komisi Penanggulangan AIDS 
Provinsi DKI Jakarta. Ged. LPMJ/P2TP2A. Jl. Raya Bekasi Timur Km. 18. Pulo 
Gadung. Jakarta 13250. Telp. 021-47880171. HP. 0811186769.
   

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke