Betul sekali Pak Manneke.

Kebetulan temen sebelah meja saya ndak masalah tuh bolak balik ke europe dan
aussie (dibayari pabrik) tp begitu ngurus visa di US......minta ampun...tp
ketika yang maju wong korea langsung approve tuh......kebetulan 3 orang indo
1 orang korea dengan berbekal surat permohonan yg sama dari pabrik yg sama
kok tetep marketep ga bisa...edun tenan.

Apa karena 3 orang ini cuma buruh pabrik yah.

salam,
bapakeghozan


----- Original Message ----- 
From: "manneke" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, May 17, 2007 10:30 AM
Subject: [mediacare] Re: 7,000 RI students win scholarship to U.S.


>
> Tentu saja itu bukan soal hak. Tentu saja kedubes AS punya kuasa 100%
menentukan siapa yang dikasih visa atau enggak. Tapi, perlakuan terhadap
para pemohon visa itu lho. Udah pernah ngalamin belon? Mbok yang manusiawi
dikit. Negara-negara lain juga menerapkan precaution yang sama, tapi nggak
ada deh setahu saya yang begitu overacting-nya kaya AS.
>
> Maka, tak heran jika tingkat kesebalan orang di pelbagai penjuru dunia
terhadap AS kini sangat tinggi. Bahkan juga orang-orang di Eropa. Saya punya
teman orang AS, yang waktu berwisata ke Eropa sengaja menempelkan bordiran
bendera Kanada di ranselnya karena dia takut diketahui orang sebagai warga
AS. Ironis, pikir saya, dia warga negara adikuasa tapi jadi ketakutan pergi
ke mana-mana justru akibat kekuasaan negaranya yang terlalu besar.
>
> manneke

Kirim email ke