Woo...tampaknya sejak semula Anda ini sudah salah tangkap dan salah konteks. 
Saya ngomong soal kedubes AS sebagai isntitusi negara AS lho, Bung, bukan 
ngomong soal masyarakat AS. 

Dan Anda bilang SEORANG pejabat konsuler? Ini bukan oknum Bung, dan bukan cuma 
di Indonesia doang kejadiannya. Ini sudah bersifat sistemik. Bahwa pejabat 
Indonesia juga doyan mempersulit, ini bukan rahasia juga. Memang diakui kok, 
semua orang juga bisa konfirmasi. Tapi, seenggaknya, kita nggak pernah mimpi 
Indonesia akan jadi pendekar HAM kelas global. Sementara, AS di mana-mana kan 
gembor-gembor sebagai benteng HAM nomor wahid di seluruh dunia. Liat aja, gak 
pernah bosen tiap tahun mengeluarkan daftar negara pelanggar ini dan itu, lupa 
bahwa dirinya sendiri kurang haormat sama HAM.

Orang Eropa banyak kerja dan tinggal di AS? Yep, tentu saja. Mereka gak punya 
kesulitan dapet visa ke AS. Sama-sama dominan kulit putihnya sih. Tapi, banyak 
juga lho orang AS yang lebih kerasan tinggal dan kerja di negeri orang. Sami 
mawon. Ke manapun Anda pergi, pasti bisa ketemu orang AS. "Eksodus" ini 
terutama terjadi sejak Bush jadi presiden AS.

manneke


-----Original Message-----

> Date: Wed May 16 21:29:25 PDT 2007
> From: "amartien" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [mediacare] Re: 7,000 RI students win scholarship to U.S.
> To: [email protected]
>
> Manusiawi tidaknya seorang pejabat konsular, bukanlah menjadikan ukuran  
> bahwa suatu negara arogan.
> 
> Tingkah laku pejabat Indonesia terhadap penduduk Indonesia yang bukannya 
> membantu dalam urusan dokumen umpamanya, tetapi mempersulit, dengan 
> pengharapan bahwa akan ada pelicinnya --- apakah itu manusiawi atau tidak?
>  
> Mengenai pengalaman kawan anda, memang dari dulu orang Eropa dengan medianya 
> tidak senang ke Amrik. 
> 
> Tetapi fakta adalah banyak orang dari Eropa Barat yang tetap saja masih ingin 
> tinggal dan bekerja disini.  
> 
> Kawan2 saya yang dari Eropa, sesudah mendapat visa kerja di Amrik, memilih 
> utk. tinggal di Amrik. Macam2 cara yang dilakukan (legal) demi mendapatkan 
> green card. Dan mereka itu bukan buruh, melainkan lulusan universitas dengan 
> pekerjaan yang baik. 
> 
> 
> 
> manneke <[EMAIL PROTECTED]> 

Kirim email ke