Terimakasih untuk kirimannya. Mbak Ida ini dimana sih? Di Canada, HK atau dimana, apalagi tahu hometown saya Jogja segala? Soalnya misalnya di Eropa, musik klasik sangat digemari oleh banyak orang lintas ideologi atau world outlook nya. Jadi no problem bila seorang Leftist atau mungkin fascist akan bersama mengagumi Vivaldi. (Memang ketika jaman Hitler, rezim tsb di Jerman sangat mengagungkan musiknya Wagner yg sangat serius, angker dan memuja sejarah dan mitologi bangsa-bangsa german).
Di Cekoslowakia ketika masih dibawah pemerintahan Partai Komunisnya juga semua seni budaya klasik Eropa tumbuh subur, bersampingan dengan alirang Realisme Sosialis. Ingat saya hanya ketika ada Revolusi Kebudayaan di RRT tahun 1970an, saya dengar banyak yang ditentang, baik budaya tradisional dan klasik Tionghoa maupun Eropa. Ini menjadi isi sebuah film RRT kontemporer yg saya lihat di TV Ceko belum lama ini. Well, jadi kapan Mbak ke Praha untuk bersama pergi kesebuah konser Chamber Music baroko abad 18? Salam, Bismo DG ----- Original Message ----- From: idakhouw To: [email protected] Sent: Wednesday, May 16, 2007 11:22 PM Subject: [mediacare] Untuk Mbak IdaKhouw Re: [HKSIS] U.S. troop death toll in Iraq over 100 f --- In [email protected], "BDG KUSUMO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bu Ida yb., terimakasih sekali untuk kadonya yang menyenangkan. > Untuk ketenangan jiwa saya sering mendengarkan Gregorian Chorals dan > gendhing2 Jawa. Untuk "ngisi baterai" yang cocok musik klasik baroque > abad 18 spt Mozart, Vivaldi, JS Bach. > > Salam hangat, Bismo DG Dear Pak Bismo, Senang sekali ternyata kiriman saya cocok dengan selera Pak Bismo :) Berikut ini salah satu karya Vivaldi yg saya suka; dilantunkan penyanyi2 dari generasi saya, tanpa rok Cinderella, tanpa jas penguin ;p dinamis dan ceria. Bisa cocok juga buat nyanyian hari libur Rabu ini: http://www.youtube.com/watch?v=XIo3IlE577A&mode=related&search= Quóniam tu solus Sanctus. Tu solus Dóminus, Tu solus Altíssimus, Jesu Christe, Cum Sancto Spíritu in glória Dei Patris. Amen. Pak Bismo kok suka musik Barok? wah sudah bukan Kiri totok lagi ya? hehehe.... Oya, saya sih musik apa aja hayu aja: duduk mematung di gedung kesenian ayo, nongkrongi tontonan jaipongan juga asyik, ndeprok di emperan deket Pasar Bringharjo Jogja dengerin simbok2 nyinden ya paling demen :-) saking demennya, sampe hampir nangis terharu dipanggil "(ge)Nduk" sama satu simbok pesinden. Salam, Ida Khouw
