Setuju boss arif, dan bicara mengenai uang dan
keuntungan, kayaknya gak deh... sekarang penonton
indonesia udah pada pintar - pintar. jstru film horor
yang sekarang lagi banyak diputar malah membuat para
penonton menjadi jenuh dan MUAK !!!
cobalah berkaca dari film2 di luaran. mereka cenderung
lebih inovatif dan cedas. atau kalo mau cari contoh
lokal adalah Bung deddy mizwar, garin nugroho ( bukan
saya pro ke mereka loh..) mereka adalah orang2 yang
berani melawan arus. disaat para sutradara lokal pada
rame-ramean bikin film horor justru NAGA BONAR JADI 2
lebih booming dan berkesan banget di hati penonton.
UDAHLAH.... BIKIN FILM DENGAN TEMA LAIN KNAPA ? TAKUT
GAK LAKU ? JUSTRU FILM HOROR YANG KAYAK GINI YANG
BIKIN GAK LAKU...!!! hah... HANTU LAGI HANTU LAGI...
buat para sutradara indonesia, jangan sering2 nonton
sinetron lokal. gini nih akibatnya !!! di tivi
menampilkan kekerasan, selayaknya di Bioskop
menampilkan kelembutan bukan ketakutan. inilah resiko
kalo sutradara sinetron disuruh bikin Film layar
perak. Moodnya dan kwalitasnya masih segitu - segitu
aja..


--- arifcahbagus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
> Hantu lagi, hantu lagi, hantu lagi.......
> Kelihatannya pelaku seni 
> khususnya insan perfilman kita sedang euforia dengan
> film-film 
> bertemakan hantu. Mungkin saya yang termasuk orang
> yang melihat film 
> sebagai sarana edukasi, penambah wawasan, dan
> memecut untuk berusaha 
> berbuat baik. Tapi, terus terang dari berbagai macam
> jenis film 
> hantu yang pernah ada terutama beberapa waktu
> belakangan saya belum 
> melihat dimana letak edukasinya dari film bertemakan
> hantu itu. Yang 
> ada malah menimbulkan ketakutan-ketakutan. Bukankah
> kita bisa meniru 
> misalnya film-film karya Deddy Mizwar macam Naga
> Bonar Jadi 2 atau 
> misalnya film Denias karya Nia Zulkarnaen. Dan saya
> yakin film-film 
> semacam itu bakal mendapat apresiasi luas dari
> masyarakat. Buktinya 
> hingga lebih satu bulan diputar di bioskop, film
> Naga Bonar Jadi Dua 
> masih tetap ngantri beli tiketnya. Tapi akan lain
> lagi memang 
> ceritanya jika pembuatan film hanya berorientasi
> pada uang, uang dan 
> uang.....     
> 
> 
> 
> --- In [email protected],
> "leading_movie_media" 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Adrianto Sinaga: "Hantu" Bukan Film Horor Biasa
> > Dikirim tanggal: 18 Mei 2007 10:05:49
> > 
> > Indosinema, Andrianto Sinaga, yang selama ini
> biasa men-direct 
> serial TV
> > dan FTV, pada tahun 2007 ini menjajal kemampuannya
> menyutradarai 
> film
> > layar lebar genre horor, bertajuk "Hantu". Pria
> kelahiran Medan
> > ini mendapat kepercayaan menggarap layar lebar
> dari Grandiz Media
> > Production milik Chandra Willim, yang sebelumnya
> memproduksi
> > "Gotcha" (2006).
> > 
> > Menurut  Bang Anto, demikian ia akrab disapa,
> sebenarnya sudah lama
> > pihak Grandiz mencari sutradara film, "Setelah
> mereka melihat
> > karya-karya gue dan mereka suka, akhirnya mereka
> telepon gue,"
> > terangnya. Selain menyutradari, Bang Anto juga
> dipercayai menulis
> > skenarionya sekaligus. Menurut Bang Anto, cerita
> film horor yang
> > digarapnya ini agak berbeda dari film horor
> lainnya, yang 
> kebanyakan
> > mengangkat urban legend. "Film horor ini gue sama
> sekali nggak
> > menceritakan asal muasal sosok hantu tersebut,
> ceritanya berawal 
> dari
> > rasa penasaran seorang mahasiswa mencari sebuah
> telaga bernama 
> Setra
> > Wingit, sehingga terjadilah kegemparan," paparnya.
> "Rinjani
> > hilang entah ke mana.  Semua orang jadi panik,
> berpencar mencari
> > Rinjani. Konflik diantara mereka pun terjadi.
> Sampai akhirnya ia
> > ditemukan di tengah hutan dengan keadaan yang
> memprihatinkan dan
> > terlihat tertekan. Korban jiwa Pun berjatuhan di
> antara mereka,"
> > sambung pria yang memulai karir sebagai Art
> Director selama 10 
> tahun
> > ini.
> > 
> > Lebih jauh Bang Anto menuturkan, walaupun film
> horor garapan Bang 
> Anto
> > ini tidak menawarkan sesuatu yang baru, sisi
> lainnya adalah cerita 
> ini
> > memiliki pesan moral bahwa sikap yang egois dan
> mau menang sendiri 
> dapat
> > membahayakan dirinya sendiri, sahabat bahkan orang
> yang sangat
> > dicintainya.
> > 
> > Bang Anto mengaku dirinya diberi kebebasan
> bereksplorasi oleh 
> produser
> > dalam men-direct film "Hantu" ini. Bahkan ketika
> penggarapan
> > molor dari sebulan menjadi 2 bulan, pihak Grandiz
> Media Production 
> sama
> > sekali tidak memberikan sebuah`pinalti'
> terhadapnya. Penyebab
> > penambahan waktu syuting adalah masalah teknis,
> sebab sebagian 
> besar
> > setingan dalam film ini adalah diluar  ruangan,
> alias di hutan.
> > "Kita harus mengejar sinar matahari atau menunggu
> hujan berhenti,
> > "ujarnya menutup pembicaraan. Para pemain yang
> terlibat di film ini
> > antara lain Oka Antara, Dhea Ananda, Dwi Andhika,
> Andhika Gumilang 
> dan
> > Monique Henry, berharap film ini dapat diterima
> penonton film 
> Indonesia.
> > (http://indosinema.com/news/1282)
> >
> 
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________Get
 the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/norton/index.php

Kirim email ke