Mas Manneke,

Saya mempunyai pengalaman pribadi yg kayaknya berkesimpulan
agak beda dengan opini anda .
Ketika saya memperpanjang visa AS di Jakarta , saya ikut antri bersama
semua yg mau mendapatkan visa AS , dan saya kira dimanapun kita berada
kita akan mengalami harus antri, sabar nunggu giliran, juga harus lengkap
dengan data2 yg diperlukan dll , tanpa harus merasa kedubes yg bersangkutan
sombong dll.
Kalau saja kita di Singapore, liwat di depan Kedubes Malaysia , maka antrian 
macam itu pun biasa saja.
Ketika saya berada di Kairo, ingin apply visa ke kedubes Kuwait hal yg sama saya
alami , harus sabar , mawas diri dlst.
Ketika saya berada di Chicago mau apply visa ke kedubes Polandia, bahkan lebih 
kacau lagi, sekali lagi harus sabar , mawas diri dlst.[ saya akhirnya gagal dpt 
visa Kuwait di Kairo atau Polandia di Chicago ..]

Kemudian ketika saya sudah berada di dalam ruangan buat interview di kedubes AS 
di Jakarta, saya perhatikan ada pewawancara bule [ mungkin asli Amerika ] ada 
yg 
berwajah Asia [ India , perempuan ] dll .
Karena interview nya keras saya bisa mendengar bagaimana  mereka di interview 
dan 
bagaimana hasil interview itu.
Dari kira2 50 an yg saya perhatikan saya TIDAK bisa berkesimpulan petugas 
kedubes
AS arogan, khususnya yg bule, bahkan mereka juga berusaha ber bahasa Indonesia 
cukup sabar melayani para applicant.
Ada pria bule AS mengantar ' sahabat pria'nya , mati2an berusaha mendapatkan 
visa
namun gagal karena kayaknya memang sahabat itu mau kerja dan tinggal di AS..
Ada yg 'keturunan' [ Tionghoa, perempuan ] juga ditolak karena kelengkapan 
dokumen
nya kurang. 
Yg heran petugas yg keturunan Asia malah sangat galak dan nggak sabaran , 
banyak 
menolak applicant baik yg keturunan maupun yg bukan .
Kayaknya udah biasa tuh yg non bule malah lebih bule dari yg bule...
Satu lagi yg saya perhatikan dua gadis berjilbab menghadap ke si petugas Bule 
malah
nggak banyak mengalami kesukaran buat interview dan mendapatkan visa dengan 
relatif cepat.
Mungkin nggak perlu saya simpulkan hasil pengamatan saya yg cuma 2-3 jam itu.
Saya hanya merasa nggak ada suatu yg arogan di kedubes AS di Jakarta ..

Kalau soal pemeriksaan keamanan oleh petugas imigrasi dan custom AS di bandara2 
AS, saya melihat juga biasa aja, baik yg bule [ memang kalau hitam atau kayak 
saya 
lebih diperhatikan...] amerika juga disuruh buka sepatu, buka jaket dll sesuai 
dengan
SOP , standard operasi prosedure keamanan mereka... 
sekali lagi bahkan ketika terakhir saya masuk Detroit, petugas imigrasinya Asia
lebih aneh lagi bilang jangan sering2 masuk AS , padahal setelah saya masuk 
lagi 
seminggu kemudian ke bandara yg sama , Detroit, petugas bulenya malah becanda
welcome back to US sir.....

Hemat saya lagi banyak hal yg mesti diperhatikan lebih cermat soal arogansi 
individu
tertentu, atau arogansi secara pemerintahan [ perintah dr yg berkuasa atau 
undang2 ]
soal image dan prejudice kepada yg beragama tertentu, soal pandangan khusus 
pada 
paspor RI.
Kalau yg terakhir ini, rasanya saya harus mengatakan hampir semua negara ketika 
saya ngecek visa masuk negaranya , MENGHARUSKAN paspor RI  mendapatkan
visa dengan segala prosedure dan kerumitan perlengkapan yg bikin frustrasi.
Sangat berbeda dengan paspor Singapore atau Brunei....
Kalau bicara soal ini kita juga nggak bisa menyalahkan siapa2 , mawas diri aja 
bagaimana prestasi negara kita selama ini ....
Namun kalau ditanya mau ganti paspor nggak , yah numpang setuju sama Mas Rosihan
Anwar , masih nggak malu ber paspor RI [ walau nggak bisa terlalu bangga ...] 

Salam , martin - indiana


----- Original Message ----
From: manneke <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 16, 2007 11:09:36 AM
Subject: [mediacare] Re: 7,000 RI students win scholarship to U.S.


Saya pengen liat berapa persen dari 7000 orang ini yang akan dikasih visa ama 
Kedubes AS yang arogan itu. Pengalaman dengan AS biasanya sudah buruk duluan 
waktu orang apply visa.

manneke


-----Original Message-----

> Date: Wed May 16 00:52:48 PDT 2007
> From: "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [mediacare] 7,000 RI students win scholarship to U.S.
> To: Undisclosed-Recipient:;@mr1.mail-relay.ubc.ca
>
> http://www.thejakartapost.com/detailgeneral.asp?fileid=20070516134507&irec=1
> 
> 
> 7,000 RI students win scholarship to U.S. 
> 
> JAKARTA (Antara): As many as 7,000 Indonesian vocational school students who 
> successfully passed English test will go to Unites States to learn more about 
> cooperatives, an official said. 
> 
> "We have given international-standard vocational school students across the 
> country a chance of taking part in English test and found that 7,000 of them 
> passed the test," National Education Ministry's director for vocational 
> education Joko Sutrisno said Wednesday. 
> 
> The scholarship was mainly allocated to vocational school students who 
> studied information and technology as well as hotel service and came from 
> provinces that were frequently visited by investors and foreign tourists like 
> Jakarta, Denpasar, Medan, Makassar, Yogyakarta and Surabaya among other 
> cities. 
> 
> "We promoted potentials of the 7,000 students to some concerned instances. 
> The Cooperatives and Small Medium Enterprises Ministry has responded to the 
> offer by providing them with the scholarship to the U.S.," Joko said.(*



Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

====================
Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links




       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

Kirim email ke