Praktik teror di Amerika oleh kelompok puritanis (Ku
Klux Klan?) kulit putih (yang beragama Kristen)kepada
warga kulit hitam (yang juga beragama sama: Kristen)
terjadi di masa lalu di Amerika. Masyarakat Amerika,
kala itu, tatkala gerombolan penerror membunuh dan
membakari rumah-rumah orang kulit hitam dan tempat
ibadat mereka, hanya berlagak pilon atau pura-pura
tidak tahu-menahu. Artinya, bagi Amerika yang saat itu
belum seperti sekarang, kaya dan adi-daya, praktik
demikian itu biasa saja.

Di Indonesia, terror atas dasar suku dan agama masih
saja terjadi. Berbagai pihak sudah mengingatkan bahwa
hal itu tidak baek. Tetapi, sepertinya akan terus
terjadi. 

Lantas, apakah Indonesia harus menjadi adidaya seperti
Amerika, dan karena itu perlu ja-im (jaga imej) di
dunia, barulah kecenderungan diskriminatif di tengah
bangsa kita ini hilang?

 

   
--- Adiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kasihan ya,liat orang2 yg nggak bisa menghargai atau
> respect dengan agama orang lain !
>    Ya kasihan..karena mereka nggak melihat apa yg
> mereka lakukan, gimana rasanya kalau diperlakukan
> seperti itu...(Udah pasti di jamin pasti nggak
> terima)
>   mungkin ini salah satu contoh orang2 yang tidak
> bisa menghargai Keragaman !
> 
> Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>              
>
http://www.indomedia.com/bpost/052007/21/b-bungas/bungas1.htm
>    
>     Warga Bubarkan Tempat Peribadatan
>    
>   BANJARMASIN, BPOST - Puluhan warga Muslim di
> kawasan Jalan Brigjen H Hasan Basri Kayutangi Ujung,
> Banjarmasin Utara, Sabtu (19/5) pukul 11.00 Wita
> mendatangi kantor eks Tanjung Selatan (TS) untuk
> membubarkan warga Nasrani yang tengah khusuk
> melakukan peribadatan. 
>   Ratusan warga tersebut berusaha masuk ke dalam
> gedung, namun dihadang oleh sejumlah petugas
> termasuk aparat kepolisian Polsekta Banjarmasin
> Utara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. 
>   Perundingan pun dilakukan, setelah sebelumnya
> sempat saling ngotot. Umat Nasrani menyatakan berhak
> melaksanakan ibadahnya di tempat tersebut.
>   Perwakilan warga Muslim di Kayutangi, Gajali
> ditemani Ketua RT setempat yang terhimpun dalam
> pengurus Mesjid di Kayutangi akhirnya menemui tokoh
> umat Nasrani, Drs Y Idum.
>   Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati, umat
> Nasrani tidak lagi menggunakan kantor eks TS untuk
> kegiatan kebaktian dan peribadatan. Apabila di
> kemudian hari kembali terulang, Idum menyatakan
> bersedia dituntut sesuai hukum yang berlaku dan
> kantor tersebut siap disegel dan ditutup.
>   Gajali mengungkapkan, sudah sejak tahun 2005 lalu
> tempat tersebut dijadikan sebagai tempat peribadatan
> umat Nasrani. Warga setempat sudah beberapa kali
> mengingatkan dan bahkan sudah pernah dilakukan
> pertemuan, termasuk dengan pihak kepolisian.
>   "Tapi mereka tidak pernah mau mendengar, dan masih
> saja menggunakan tempat tersebut sebagai tempat
> ibadah mereka," ujarnya. 
>   Masih menurut Gajali, masalah ini pernah dibawa ke
> Wali Kota Banjarmasin, namun tidak pernah ada
> tanggapan. "Kita sudah hilang kesabaran, makanya
> kita datangi dan minta secara langsung agar tidak
> lagi dipergunakan," terangnya.
>   Menurutnya, warga memilih melakukan perundingan
> dan menghindari perbuatan anarki dalam menyelesaikan
> masalah tersebut. "Kita hindarkan perbuatan seperti
> itu, apalagi di sini kita membela agama Islam,
> makanya kita pilih jalan damai saja," tutur Gajali. 
>   Dikatakannya, kalau di kemudian hari mereka tetap
> beribadah di bekas kantor TS tersebut, warga akan
> menurunkan massa lebih besar lagi. dua
> 
> 
>   
> 
>          
> 
>        
> ---------------------------------
> Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
> Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's
> economy) at Yahoo! Games.



       
____________________________________________________________________________________You
 snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
in the all-new Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_html.html

Kirim email ke