Pendek kata perusahaan raksasa spt Newmont, Freeport dan Exxon dll itu punya
jutaan dolar atau lebih untuk membeli pengacara atau pakar bidang apapun untuk
"membuktikan" kebenarannya. Juga segudang uang dipunyai untuk kickbacks bagi
para pejabat didunia manapun yang korup. Tidak heran, memang cukup banyak
bangsa kita yang gampang disuap, atau "secara intelektual" tersuap oleh
kekaguman pada USA yang serba gemerlap. (New religion: USD > In God we
trust)Namun Amerika Latin sedang tunjukan bahwa raksasa multinasional kaliber
Exxon Mobile juga dapat dilawan, bahkan ditundukan seperti di Bolivia untuk
revisi KK nya, hingga menguntungkan negeri itu. Solusinya bukan hanya
dipengadilan, tetapi terutama di politik, lewat demo dan pemilu hingga ada DPR
dan Kabinet yang patriotik. Kerja berat, tetapi mulia! Sesuai dengan teologi
pembebasan.
Social pathologies yang diakibatkan oleh kolonialisme baru terutama oleh USA
ini memang harus ditentang. Kita harus galang persatuan, jangan disogok.
(Maaf, nimbrung)
DM
"socio.pathos" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bung Amartien,
Sip sip, titik koma ludas dibaca. Impresif. Tapi tidak menjawab
pertanyaan di kepala sebagian dari kita; lalu dari mana asalnya kulit
membusuk itu, dong? Apa ikan asin yang ditempel kayak tukang
minta-minta gaya kusta yang dilalerin di perempatan jalan? Tabel kimia
itu tak hanya merkuri arsenik doang. Lagian saya masih prejudis kok,
kekuatan kapital itu sangat besar untuk intervensi di tengah proses
WHO ini. Perusahaan Amrikiyah pula. Btw, UN = United Nothing.
Indra Razak
(cuma nonton Al Jazeerah waktu Sept 11)
--- In [email protected], amartien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sdr. Indra Razak,
> (yang asli orang Indonesia, bukan penggiat NGO) - sama dong dengan
saya
>
>
> Berikut adalah url laporan dari Minamata Institute:: silahkan
baca dengan kepala dingin hingga titik komanya.
>
> http://www.buyatbayfacts.com/pdfs_docs/who_report.pdf
>
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.