http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007052100522416
Senin, 21 Mei 2007
BURAS
Anomali Datang Bulan!
H.Bambang Eka Wijaya:
BURUH perempuan melapor ke mandor, hari itu tak masuk kerja mengambil
cuti haid. Mandor membuka notes dan menyergah, "Mana mungkin baru tanggal 21
kau sudah datang bulan lagi, bulan lalu kau cuti haid tanggal 25! Kalau bulan
lalu 30 hari, normalnya kau dapat lagi tanggal 23!"
"Tapi nyatanya hari ini aku sudah datang bulan!" tegas buruh. "Kan soal
biasa terjadi anomali, datang lebih cepat atau terlambat!"
"Anomali? Alasan!" timpal mandor. "Terus terang saja kalau mau libur
lebih panjang!"
"Bukan alasan!" sambut buruh. "Anomali itu bisa terjadi seperti bulan
mengelilingi bumi, sesekali bulan berkisar lebih dekat dari seharusnya sehingga
gravitasinya menarik permukaan lautan lebih tinggi dan terjadilah gelombang
pasang besar!"
"Lu cuma buruh cari alasan cuti hamil lebih cepat, jangan banyak cerita!"
entak mandor.
"Meski cuma buruh aku kan tamat SMA, jadi pernah belajar astronomi!"
timpal buruh. "Gravitasi bulan itulah penyebab terjadinya pasang surut air
laut! Dan, tekanan semesta itu berpengaruh terhadap tubuh manusia!"
"Berarti bencana gelombang pasang besar tak bisa dicegah?" kejar mandor.
"Kalau gelombang pasangnya, tak bisa!" tegas buruh. "Tapi ancaman
akibatnya, kalau bisa memantau gejalanya pada permukaan laut ataupun
faktor-faktor astronomis yang terkait perubahan iklim di bumi, seharusnya bisa
dihindari lewat sistem peringatan dini!"
"Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) sudah memberi peringatan dini,
sekian hari ke depan terjadi gelombang pasang besar di pesisir Samudera Hindia,
agar warga mengantisipasinya!" sambut mandor.
"Itu dia! Tapi orang kan tak bisa memindah rumah, gedung sekolah, dan
fasilitas umum lainnya yang sejak awal dibangun di pantai!" tegas buruh. "Yang
bisa diamankan jiwa warga serta harta yang bisa dibawa! Artinya, ke depan,
orang harus membangun semakin menjauhi pantai! Karena permukaan laut juga
cenderung akan terus meningkat akibat efek rumah kaca dari pemanasan global,
yang mengakibatkan salju di puncak gunung mulai meleleh, menambah volume air di
lautan!"
"Apa itu penyebab abrasi air laut ke darat kan jauh, seperti terlihat di
kawasan Labuhan Meringgai? Atau malah, Pulau Tapal Kuda di Langkat, Sumatera
Utara, sudah hilang ditelan laut!" sambut mandor. "Bagaimana pemanasan global
itu terjadi!"
"Akibat gas karbon buangan pabrik dan mesin pendingin dari negara-negara
industri yang telah melebihi kapasitas oksigen yang ada untuk menetralisasinya,
gas itu mejebol ozon -- pelapis panas terhadap atmosfir bumi!" ujar buruh.
"Sudah ada gerakan bersama warga dunia untuk mengurangi buangan gas karbon itu,
disebut dengan Protokol Kyoto, tapi Amerika Serikat sebagai pembuang terbesar
gas karbon di dunia tak mau meratifikasi!"
"Berarti berbagai bencana akibat anomali iklim tak bisa dilepaskan dari
gas buangan industri negara maju, terutama Amerika yang menolak Protokol
Kyoto!" entak mandor.
"Tapi mereka malah menuding kita, terganas merusak hutan, penyebab produk
oksigen dunia terus menipis!" timpal buruh. "Warga bumi saling tuding sembari
berlomba merusak ketahanan atmosfir bumi!" ***
<<bening.gif>>
<<buras.jpg>>
