Apa boleh ya, kasih stempel "reject" di paspor? Mohon info buat yang ngerti. 
Makasih buat Bapakeghozan untuk update-nya. Mungkin rekan amartien punya 
penjelasan logis buat kasus ini. Kita tunggu saja.

manneke

-----Original Message-----

> Date: Thu May 24 01:12:31 PDT 2007
> From: "ghozangmail" <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [mediacare] Re: 7,000 RI students win scholarship to U.S.--Pak 
> Manneke update
> To: [email protected]
>
> just info...
> 
> barusan hari ini teman saya  di panggil via email dari dubes us utk
> mengambil formulir seharga Rp900.000 setelah menunggu penantian cukup lama.
> bahwa tidak setiap hari formulir ini dapat diambil..hanya pada hari2
> tertentu saja....
> cerita temen sebelah meja saya...pagi sampai sana jam 06:45wib antrian sudah
> seperti ular....
> jam 13:00wib baru di panggil untuk tahap 1......setelah ditanya sana-sini
> suruh pulang tunggu kira2 2minggu lagi utk next
> proses...ajaib......konfirmasi via email / phone
> kebetulan sempat ngobrol dgn orang lain.....ternyata banyak sekali yg di
> reject dan next proses....meskipun cuma 3 atau 4 hari saja
> kesana.....alhasil kl sudah di reject harus ngambil formulir dan bayar lagi
> Rp900.000...cccc...luar biasa arogannya......dan stempel reject inipun bukan
> cuma di formulir tapi menempel di passport.
> 
> kok arogan bener yah....
> 
> salam prihatin,
> bapakeghozan
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "manneke" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>; <[email protected]>
> Sent: Friday, May 18, 2007 6:09 AM
> Subject: [mediacare] Re: 7,000 RI students win scholarship to
> U.S.--Bapakeghozan
> 
> 
> >
> > Bukan Pak Ghozan, bukan terutama karena buruh pabrik, melainkan karena
> mereka WNI. kan di mata pemerintah AS semua WNI, above all, harus dicurigai
> dulu sebagai teroris potensial? Apalagi kalo namanya Ghozan, Radityo, Farid,
> Surur, Nurul Huda, wah jangan harap deh. Kalo namanya Manneke atau Martin
> sih, masih fifty-fifty. Hi hi hi...
> >
> > manneke
> >
>

Kirim email ke