Refleksi: Agaknya bupati Wonogiri lebih tajam pikirannya dari pada SBY-Kalla & 
Co beserta para pakar dan  staf penasehat mereka. Mungkin ada  tanah  ada tanah 
yang ditaksir untuk dimiliki, dan oleh karena itu dibuat rencana pembagian 
tanah "pemerintah" tanpa adanya landreform.

---

Wonogiri Tolak Pembagian Tanah Gratis
Jum'at, 25 Mei 2007 | 08:29 WIB 



TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Kabupaten Wonogiri menolak rencana tanah 
yang dibagikan gratis bagi warga miskin di daerahhnya. Menurut Bupati Wonogiri, 
Begug Purnomosidi, program tanah gratis justru menimbulkan persoalan baru dan 
tidak menyelesaikan kemiskinan warganya. 

Penduduk Wonogiri yang tidak memiliki tanah mencapai puluhan ribuan kepala 
keluarga. "Namun solusi kemiskinan tidak dengan cara membagi-bagikan tanah," 
kata Begug saat dihubungi Jum'at (26/5). 

Menurut Begug, di Wonogiri ada tanah pemerintah seluas 120 ribu hektar dan 20 
ribu diantaranya bisa dibagikan kepada warganya. Namun, menurut dia kalau hal 
itu dilakukan justru warganya tidak akan pernah keluar dari kubangan kemiskinan 
sebab mereka akan terus menggantungkan hidupnya pada pemerintah. Secara teknis, 
pembagian tanah gratis juga sulit dilakukan dan mengawasinya. "Bagaimana kalau 
warga yang mendapat tanah gratis itu menjualnya lagi," katanya. 

imron rosyid 

Kirim email ke