Baru saya tahu bahwa ucapan atau pengunaan kata "Indon" mempunyai arti buruk di Malaysia.
Saya pernah dibilang oleh seorang teman dari Thailand [Patani] bahwa di Arab Saudia ada juga ucapan buruk terhadap pekerja-pekerja Indonesia disana. Insyalloh Malaysia menjadi contoh buat Arab Sadia, dan juga terutama kepada petinggi partai politik dan pemerintah Indonesia agar menghormati rakyat sesuai Hak-Hak Azasi Manusia. ----- Original Message ----- From: HKSIS To: HKSIS-Group Sent: Friday, May 25, 2007 3:05 AM Subject: [mediacare] Menteri Informasi Malaysia Larang Penggunaan Kata "Indon" Ini namanya bangsa yang beradab, begitu mengetahui orang Indonesia tidak suka disebut "Indon", segera saja mengimbau tidak lagi menyebut "Indon" pada orang Indonesia. Tidak seperti Pemerintah Orba-Soeharto yang sengaja menggunakan istilah "CINA" untuk melecehkan suku Tionghoa di Indonesia dan menghina Tiongkok. Salam, ChanCT 24/05/07 22:32 Menteri Informasi Malaysia Larang Penggunaan Kata "Indon" Jakarta (ANTARA News) - Menteri Informasi Malaysia Datuk Seri Zainuddin Maidin mengatakan sudah melakukan imbauan kepada warganya dan media Malaysia untuk tidak menggunakan kata "Indon" dalam penyebutan kepada orang Indonesia. "Saya sudah memberikan imbauan agar tidak mengeluarkan sebutan-sebutan yang memiliki potensi besar merenggangkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia yang sudah terjalin dengan amat baik," kata Datuk Seri Zainuddin ketika ditemui dalam konfrensi AMRI (ASEAN Ministers Responsible for Information) ke sembilan di Jakarta, Kamis. Menurut dia, Malaysia mengerti bahwa perkataan "Indon" amat menyakiti perasaan orang Indonesia, sehingga pada hari Rabu kemarin (23/5) pihaknya telah mengarahkan agar kata tersebut tidak kembali digunakan. "Kami hanya memberi arahan dan tidak memberikan sanksi hukum bagi mereka yang masih menggunakan kata "Indon" tersebut," Karena, lanjutnya, di Malaysia banyak sekali nasehat-nasehat serta rambu-rambu larangan yang sifatnya tidak memaksa tetapi amat tegas dan berlaku dalam dunia pergaulan masyarakat Malaysia. "Jika mereka masih melanggar arahan tersebut, tentu akan kami panggil dan beri peringatan kembali," ujarnya. Pelarangan yang sifatnya arahan tersebut, ujar dia, merupakan sebuah langkah yang diambil oleh pihaknya ketika mendapat masukan dari jajaran kabinet di Malaysia. "Semoga saja imbauan resmi dari pihak Kementerian Informasi Malaysia ini dapat menjadi pengingat tegas, karena selama ini pihak pemerintah Malaysia sendiri tidak pernah menggunakan kata yang seringkali digunakan dalam bahasa pergaulan di Malaysia tersebut," tambah dia.(*) ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.467 / Virus Database: 269.7.7/816 - Release Date: 5/23/2007 3:59 PM
