Sarno Abdullah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Suatu hal/penemuan yang perlu ditelaah lebih lanjut dan patut ditanyakan kepada banyak ahli dan apakah sudah diadakan research yang mengikut sertakan banyak kalangan.
----- Original Message ----- From: "Helen" To: ; ; ; "'po po'" Sent: Monday, May 28, 2007 7:54 PM Subject: [Advokat-Indonesia] Re: Mau Berpikir Kreatif ? > > Pembunuh dari imajinasi anak adalah Televisi dan Video Games > Kalau memang sayang sama anak, dan mau melihat mereka terus bermajinasi, > berkhayal, bermimpi dan berpikir kretif; jual semua televisi yang ada > dirumah, dan sisakan satu saja untuk diletakkan di garasi buat hiburan > bapak2 supir and mbak dirumah > Bacakanlah mereka cerita, diskusikan dan biarkan mereka mengembangkan > cerita > dengan gaya dan nalar mereka. Niscaya mereka akan suka membaca sendiri, > menulis, mencipta dan menghasilkan solusi yang brilian setiap kali > dihadapkan pada masalah sulit. > Jual dan 'buang" TV? Siapa takut?? > > > > -----Original Message----- > From: iming tesalonika [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Monday, May 28, 2007 10:39 AM > To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; > [EMAIL PROTECTED]; Advokat Indonesia; po po > Subject: [Advokat-Indonesia] Mau Berpikir Kreatif ? > > > Sasha, anak saya yang pertama, punya sebuah "buku > impian" yang ditulis diam2 di kamarnya. Kemarin, saya > memperoleh privilege untuk membaca buku impian nya. > Dan saya cukup kaget dengan apa yang ditulis anak > saya. Isinya dahsyat. Mulai dari nama SMP favorit > (dengan tulisan besar2 dibawahnya: Diterima!), nilai > yang ingin dicapai lulus SD nanti, dengan siapa dia > ingin menikah (ya, padahal dia baru 11 tahun), > keinginan punya pesawat terbang sendiri, rumah di > Hollywood dan Itali, bahkan dicantumkan juga punya > uang sebesar $ 96 trilyun. Ya, dia menulis dalam > dollar dan nol dua belas. Bapak nya saja tidak berani > bermimpi se-dahsyat itu. Hampir saja saya nyletuk: > "Emang kamu siapa? Paris Hilton?" > > > > Saya jadi teringat cerita ikon internet marketing > Indonesia , Anne Ahira, sewaktu mengikuti seminar > internet marketingnya beberapa waktu lalu. Ahira kecil > juga adalah pengkhayal yang hebat. Saking ingin nya > keliling dunia, ia pernah menempelkan foto diri nya di > kalender yang berisi gambar2 kota dunia. Jadi waktu > kecil Ahira sudah punya "foto" dirinya didepan obyek > wisata dunia, seperti misalnya di depan Golden Gate , > Menara Eiffel, dsb. Gambar-gambar tadi di fotocopy dan > ditempel di dinding. Ahira kecil ngotot, sekalipun Ibu > nya mencoba meyakinkan bahwa keliling dunia hanyalah > mimpi bagi anak seorang buruh pabrik dan penjual > gado-gado. > > > > Dan belakangan, Ahira dan Ibu nya menangis terharu > setelah melihat foto Ahira yang dimuat di Kompas yang > menggambarkan dia sedang di depan Golden Gate . Pose > nya sama persis dengan foto khayalan Ahira sewaktu > kecil. Luar biasa. Thoughts become Things. > > > > Pikiran anak-anak memang sangat jernih. Saya yakin > sewaktu kecil kita semua berani bermimpi dengan segala > kepolosan kita. Tanpa ada ketakutan-ketakutan apakah > mimpi kita akan menjadi nyata atau tidak. Barangkali > konsep-konsep seperti: berpikir positif, law of > attractions, dsb. sebenarnya sudah diinstall oleh > Tuhan di otak kita semua sejak kita lahir. Hanya > lambat laun pikiran jernih tadi hilang. Hingga saat > kita dewasa, seringkali sangat sulit untuk diinstall > ulang. > > > > Anak-anak berpikir dengan cara yang berbeda dengan > kita. Ada sebuah cerita, seorang konsultan yang sedang > membantu memecahkan masalah di sebuah perusahaan yang > sudah listed di bursa suatu ketika ikut menghadiri > manajemen meeting untuk memecahkan suatu masalah. Sang > konsultan membuat sebuah titik di papan tulis. Dan > bertanya:"gambar apa ini?". Seluruh anggota manajemen > kompak dengan jawaban:"sebuah titik hitam di papan > tulis putih". Sang konsultan tiga kali mengulang > pertanyaan yang sama, dan mendapat jawaban yang sama. > Sang konsultan pun geleng-geleng kepala."Kemarin saya > menanyakan pertanyaan yang sama di sebuat TK, dan > mendapat 50 jawaban yg berbeda..." Ya, bagi anak-anak, > titik hitam tadi dapat menjadi mata seekor burung, > bola semut, lalat nemplok, dsb. Kreatifitas para > pemimpin puncak perusahaan tadi kalah jauh dengan anak > TK. Padahal kreatifitas sangat diperlukan dalam > memecahkan masalah. > > > > Tidak heran jika Picasso sampai pernah berkata: "Every > child is an artist. The challenge is to remain an > artist after you grow up". Ya, pelan-pelan kita > berubah menjadi orang dewasa dengan meniadakan > kehebatan cara berpikir anak-anak yang super kreatif > itu. > > > > Menurut pengamatan saya, anak-anak ternyata selalu > menerapkan 3B yang seringkali sudah kita lupakan: > > > > Berimajinasi > > Anak-anak adalah gudang nya imajinasi. Hari ini mereka > bisa menjadi guru, besok menjadi perawat, besok lagi > menjadi pembalap, dsb. Hari ini bisa perang-perangan > di tengah hutan, besok bisa di dalam pesawat angkasa. > Imajinasi ternyata sangat penting dalam dunia > pemasaran. Saya teringat cerita salah seorang teman > saya yang pekerjaannya seorang marketer. Sebelum > merumuskan strategi marketing. Bahkan jauh pada saat > produk baru sedang di rumuskan, tim mereka > berimajinasi. Misalnya dengan membayangkan bahwa > produk tadi adalah sesosok manusia. Berapa umurnya, > apa hobby nya, pekerjaanya, kemana kalau "hang-out", > minumnya apa, makanya apa, dst. Ini yang kemudian > menjadi bahan untuk mengembangkan materi-materi iklan. > Karena sudah memiliki imajinasi tentang "karakter" > produk tadi, maka penyusunan program marketing menjadi > lebih mudah. > > > > Buat anak-anak, tidak ada yang tidak mungkin. > Imajinasi mereka spontan dan tidak terlalu memikirkan > "the how" nya. Karena bagi anak-anak semuanya mungkin > terjadi. Justru orang dewasa yang sering "menyabotase" > pikiran jernih mereka dengan kata2: "ah, mana > mungkin".Bayangkan kalau cara berimajinasi anak-anak > ini kita terapkan dalam menetapkan visi kita kedepan. > Kita tidak akan diganggu dengan pikiran-pikiran > negatif "ah mana mungkin" tadi. > > > > Bermain > > Bagi anak-anak semuanya hanyalah permainan. Dengan > demikian tidak ada "masalah" bagi anak-anak. Semua hal > bisa dilihat dari sisi yang menyenangkan. Lihat saja, > sewaktu bencana banjir di Jakarta yang baru lalu, > anak-anak yang justru ceria bermain di tengah banjir. > Anak-anak lebih pandai melihat sisi menyenangkan dari > setiap "persoalan". Coba kalau ini kita terapkan dalam > keseharian. Betapa "persoalan" akan lebih mudah kita > hadapi. Semua menjadi permainan yang menyenangkan. > > > > Saya dulu punya teman yang hampir putus asa karena > punya banyak hutang. Saya juga sudah bingung mau > ngomong apa. Ketika saya ucapkan kata-kata:" its just > a game man ...", ternyata dia langsung bangkit kembali. > Dia mendapat inspirasi bahwa bisnis yg dia jalani toh > hanyalah permainan. Bahwa skor nya saat ini minus, > hanyalah skor, dan mulai sekarang dia bisa bermain > lebih bagus untuk mendapay skor yang lebih besar. Its > just a game. And its fun! > > > > Belajar > > Siapa bilang anak-anak malas belajar. Justru mereka > belajar setiap waktu. Saya pernah baca berita suatu > penelitian di MIT yang menyimpulkan bahwa cara belajar > anak2 itu seperti para scientist. Mereka sangat > tertarik hubungan kausalitas. Bagaimana kalau saya > melakukan ini, apa reaksi nya. Ini adalah dasar > eksperimen. Dan banyak eksperimen yang mereka lakukan. > Bagaimana kalau mobil-mobilan ini ban nya dicopot? > Bagaimana kalau rambut boneka Barbie ini dipotong, > dsb. Rasa ingin tahu yang besar ini, sebenarnya bisa > menjadi pendorong kesuksesan yang luar biasa jika kita > pertahankan hingga dewasa. > > > > Anak-anak belajar secara alamiah untuk menjadi lebih > baik. Seorang bayi yang belajar berjalan, setiap kali > jatuh akan bangkit kembali. Berapa kali seorang anak > terjatuh dari sepeda? Apakah dia akan berhenti dan > meratap. Tidak, dia akan tertawa, bangkit lagi, dan > bersepeda lebih baik. Ini adalah proses belajar yang > luar biasa. Berani mencoba, berani jatuh dan berani > mengevaluasi diri, ini yang sayangnya sering hilang > pada saat kita menjadi manusia dewasa. > > > > Jadi, kalau Anda sekarang adalah anak-anak, Anda mau > menjadi siapa? Menjadi Spiderman? Batman? Donald > Trump? Atau mau jadi Paris Hilton? Selamat > berimajinasi. > > > > Sumber : Fauzi Rachmanto > > > > > > ____________________________________________________________________________ > ________ > Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. > Visit > the Yahoo! Auto Green Center. > http://autos.yahoo.com/green_center/ > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "Advokat-Indonesia" grup. Untuk mengirim pesan ke grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Advokat-Indonesia?hl=id -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- e-mail: [EMAIL PROTECTED] blog: http://mediacare.blogspot.com --------------------------------- Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more.
