Hebatnya,
laporan ini dibuat oleh Komisi Kerja Eropa yang
mengurus masalah rasisme dan intoleransi.
Komisi Kerja ini terbentuk atas keputusan pertemuan
puncak para pemimpin Eropa, kalau tidak salah tahun
1993, 14 tahun lalu.

Kapan ya,
para pemimpin Asia, atau Indonesia, bertemu dan
memutuskan pembentukan Komisi Kerja Soal Rasisme dan
Intoleransi di Asia atau di Indonesia, yang lalu
membuat laporan tahunan tentang situasi rasisme dan
intoleransi di Asia/Indonesia. Kapan Indonesia
menyadari bahwa masih ada siap rasisme dan intoleransi
yang harus ditanggapi secara resmi oleh pemerintahnya.

Hendra

> > Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >               
> >   Eropa Dicekam "Penyakit" Phobia dan Rasisme
> >   
> >   Sabtu, 26 Mei 07 15:11 WIB
> >   
> >   Rasisme, rasa takut terhadap orang asing dan
> sikap tidak toleran
> ternyata sedang menghinggapi masyarakat Eropa, dan
> kadarnya terus
> meningkat. Komisi hak asasi manusia Uni Eropa dalam
> laporan
> terbarunya, bahkan menyebut kondisinya sekarang
> sudah sangat komplek
> dan mengkhawatirkan.
> >   
> >   Laporan Council of Europe's Commision against
> Racism and
> intolerance (ECRI) yang dirilis Jumat (25/5) itu
> menyatakan berbagai
> bentuk rasisme dan sikap tidak toleran masyarakat
> Eropa terlihat
> hampir di semua negara anggota pan Eropa yang
> berjumlah 46 negara.
> Salah satu manifestasi dari sikap tidak toleran
> adalah
> pernyataan-pernyataan banyak politisi di Eropa yang
> mengandung
> prasangka buruk dan menunjukkan ketidaksukaan pada
> orang-orang yang
> berasal dari luar Eropa.
> >
   
---cut--



      __________________________________  Yahoo! Clever: Sie haben Fragen? 
Yahoo! Nutzer antworten Ihnen. www.yahoo.de/clever

Kirim email ke