Kalau cuma cari visum dokter, wah kok kayak tebang pucuk pohon. Wong sudah kejadian! Udah ada yang mati. Siapa yang salah, jelas dong yang nembak, mau nyasar juga tetap salah.
Mbok ya cari akarnya... jelas-jelas kemarin di Metro TV Yudi Krisnandi (Komisi I DPR RI) sepulang dari Pasuruan bilang: 1. Pasuruan bukan daerah operasi militer, dan cara pegang senjata polisi beda dengan tentara. 2. Tentara yang nembak ini bukan sedang patroli atau jaga tanah atas perintah atasan, dia cuma oknum yang jagain tanah sengketa seorang cukong versus rakyat petani di sana. Wah, apa dung bedanya Marinir sama FBR? Bedanya, yang satu pegang bedil, yang lain clurit. Bedanya, yang satu digaji rakyat (tapi gak cukup), dan yang lainnya cuma ada di Jakarta. Namun sama-sama jadi centeng! Kalau pernah liyat investigative reporting Tapak tentang illegal logging (kayu Merbau) dari Papua ke Cina, jelas kok di sana beking selundupan adalah Kopasus, gambar dan namanya jelas terpampang di sana. Tapi kenapa selama ini kita selalu tutup mata ya? Orang Papua sangat mahfum dengan kegiatan ini, dan pemerintah di Jakarta terlalu budeg (jauh mungkin) untuk tuntaskan masalah ini. SBY jangan cuma ngurusin mistik di TV, itu kekerasan sudah jadi sarapan, makan siang, makan sore dan makan malam anak-anak saya. Kekerasan di segala lini kehidupan, dan dipertegas di TV kita. Indra fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- In [email protected], "Yoga" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mengenai bagaimana situasi di lapangan sana... monggo dibaca di : > http://www.detiksurabaya.com/indexfr.php?url=http://www.detiksurabaya.com/index.php/detailberita.main/y/2007/m/05/d/30/tts/215906/idkanal/466/idnews/787438/ > Ada 2 sisi cerita yang berseberangan. Kalau menurut pihak TNI, mereka lagi patroli dan diserang massa mengamuk. Kalau menurut rakyat, mereka perang mulut soal penundaan pembongkaran kebun ketela, dan kemudian tentara menembak. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
