02 Jun 2007 01:18
---------------------------------
Megawati : Pertahankan Pancasila
Ende, PKMegawati Soekarnoputri menegaskan, tanpa Pancasila tidak akan ada
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hanya Pancasila yang mampu menjadi
perekat bangsa dari berbagai latar belakang budaya, sosial, suku, agama ataupun
ras. Karena itu semua anak bangsa bersatu hati mempertahankan ideologi negara
Pancasila, karena kalau tidak ada Pancasila, maka NKRI akan bubar.
"Satu-satunya ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila. Maka mari kita
pertahankan Pancasila," ajak Megawati saat memimpin upacara peringatan Hari
Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila-Ende, Jumat (1/6/2007).
Megawati mengatakan, di tengah derasnya era globalisasi saat ini, Pancasila
terkesan mulai dilupakan orang. Karena itu dia mengajak semua komponen bangsa
agar kembali menggelorakan Pancasila. Karena bagaimanapun, kata putri Bung
Karno ini, Pancasila lahir dari dalam diri bangsa Indonesia itu sendiri. Bahkan
Bung Karno pernah mengatakan bahwa dia bukan pembuat Pancasila. Bung Karno
hanya menggali Pancasila dari dalam tubuh bangsa Indonesia. Pancasila telah
menjadi nilai-nilai dasar dari Bangsa Indonesia, yakni adanya sikap gotong
royong.
Menurut presiden ke-5 RI ini, sebagai bangsa yang besar, maka anak bangsa ini
harus memiliki rasa kebanggaan akan identitas diri. Dalam membangun bangsa ini
setiap anak bangsa perlu memiliki harga diri serta berdaulat di dalam budaya.
Megawati juga mengingatkan semua pihak jangan mudah mengadopsi budaya asing
yang belum tentu sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia.
Dikatakannya, Bung Karno mengajarkan bahwa hanya bangsa yang besar adalah
bangsa yang mempunyai harga diri. Kesadaran ini perlu ada dalam diri anak muda.
Yang terjadi saat ini, katanya, banyak anak muda yang sudah lupa tentang
sejarah bangsa. Kaum muda hanya berpikir bahwa kalau sudah merdeka, ya sudah,
padahal tidaklah begitu. Anak muda adalah penerus bangsa. Republik ini tidak
akan eksis, tidak akan ada di antara bangsa-bangsa lain di dunia kalau tanpa
kaum muda.
"Kalian anak muda yang main drum band itu, kalian bisa apa tidak memainkan
musik sasando yang menjadi ciri khas Propinsi NTT? Kalau bisa memainkan drum
band, maka seharusnya kalian juga harus bisa memainkan alat musim sasando,"
kata Megawati kepada para pemain drum band SMUK Syuradikara, Ende yang berbaris
di bagian depan.
Megawati juga mengatakan, seharusnya bangsa Indonesia bisa berdikari dalam
urusan pangan, dalam arti tidak perlu mengimpor beras dari luar negeri seperti
Vietnam dan juga Thailand. Kebutuhan pangan masyarakat identik dengan beras.
NTT, misalnya, pangan yang bisa dikembangkan adalah pisang, ubi ataupun jagung.
"Bung Karno ketika merenungkan Pancasila di bawah pohon sukun dia justru
memakan buah sukun. Itu adalah bukti kecintaan Bung Karno terhadap pangan
lokal," katanya.
"Ayo para bupati dengar ini, kalau Vietnam ataupun Kamboja mengalami
kekeringan dan ketika produksi beras mereka mengalami penurunan, apa kita masih
mengharapkan beras dari mereka? Maka jangan harap beras raskin terus," tandas
Mega.
Dalam pidato tanpa teks sekitar 45 menit itu, Megawati mengatakan bahwa
bangsa Amerika Serikat ataupun China adalah bangsa yang besar. Tetapi itu bukan
berarti bahwa bangsa Indonesia harus di bawah bangsa-bangsa tersebut. Bangsa
Indonesia harus berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
Megawati tiba di Ende, Kamis (31/5/2007), disambut ribuan masyarakat Kota
Ende, baik kader PDIP maupun masyarakat umum. Hal ini terlihat ketika
menginjakkan kaki di Bandara Hasan Aroeboesman, Ende, massa terus berteriak
memanggil nama Megawati dari balik pintu pagar bandara.
Megawati didampingi oleh sejumlah pengurus DPP PDIP, seperti Sony Keraf, Theo
Syafei dan Manuel Kaisiepo. Dari NTT hadir Wakil Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu
Raya, Bupati Ende, Drs. Paulinus Domi dan Wakil Bupati Ende, Bernadus Gadobani
S.Ag, serta Kapolda NTT, Brigjen RB Sadarum. Megawati juga mengunjungi sejumlah
tempat seperti situs Bung Karno, Museum Bahari, Museum Budaya, Ende dan juga
pohon sukun (tempat Bung Karno merenungkan Pancasila--Red). Pada Kamis
(31/5/2007) malam, Megawati mengadakan tatap muka dan ramah tamah bersama
jajaran Muspida Kabupaten Ende dan masyarakat di Aula BBK-Ende.
Sebelum memimpin apel bendera kemarin pagi, Megawati mengunjungi tempat
kerajinan tenun ikat dan pandai besi di Woloare. Apel bendera dimulai tepat
pukul 09.45 Wita, dihadiri ribuan simpatisan dan kader PDIP serta masyarakat
umum dan anak-anak sekolah. Setelah memimpin apel, Megawati bersama rombongan
terbang ke Mataram-NTB. (rom)
---------------------------------
Copy addresses and emails from any email account to Yahoo! Mail - quick, easy
and free. Do it now...