I don't think you can explain the phenomenon of suicide by just looking into
several cases in Indonesia. The reasons for the increase in the number of
people taking their own lives remain unclear. It is true that more men
commit suicide than women even though depressive ilnesses are more common in
women.
I think women who killed their children and took their own lives suffered
from psychotic depression, which means they were mentally ill.
On 6/2/07, Nana P <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From my blog :)
http://afeministblog.blogspot.com/2007/03/killing-and-suicide.html
There is one interesting article in the local newspaper several days ago,
related to my article on the tendency of women to kill their children and
then commit suicide I posted here. I entitled it "Three Recent Cases in
Indonesia".
There is one interesting phenomenon to ponder: there is a clear difference
on the reason why men and women kill some other people before they commit
suicide. Apparently men and women choose different victims to kill: men
kill people whom they think rob their happiness, pride, and self esteem;
while women kill people whom they think will suffer most after they commit
suicide.
The "temptation" to commit suicide is of course because victims feel that
they no longer can endure their "pain", their depression due to problems
accumulated in their lives. The reasons recognized are different: men's
reason is mostly related to their jobs; while women's is mostly related to
their familial problems.
One case taken as an example is a policeman shot his superior for
transferring him to a smaller town. After that, this policeman committed
suicide. He might have thought that his pride and self-esteem would
decline because he was transferred to a smaller area. It hurt his pride as a
man? Why didn't he just commit suicide without killing anybody? He did not
want to see the one who made him lose his dignity as a man alive safe and
sound.
For women, the writer of the article took one case of a woman who killed
her four little children, and then committed suicide. It was predicted
that she had big financial problems while her husband was away and not
easily accessible. This particular woman might have thought that nobody
would take care of her children after she committed suicide. Therefore, in
order not to make her children suffer more, she decided to kill them all.
After death, no more misery, no more problems.
Another interesting finding is that women get depression more often than
men. The comparison is about 3:1 (according to the writer of the article,
based on patients coming to his clinic). However, women tend to be able to
cope up with their depression much better than men do. When coming to
suicide as the "solution" to end their misery, the comparison is on the
contrary—men commit suicide three times more often than women do.
PT56 310307
*Sitogog <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
OOhhh sangat tragis !!
Disayangkan bhw Pengadilan Negri tidak tahu sblm -nya akan maksud Si Ibu -
Perempuan Depresi ini . JIKA Mereka tahu sebelumnya - kan bisa memohon pd
Si Ibu tsb
untuk menukar ke 4 anak perempuannya - dng Para Koruptor Kakap yg banyak
jumblahnya dinegri ini.........
-------Original Message-------
From: sumarsastrowardoyo
Date: 30.5.2007 23:38:31
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: #sastra-pembebasan# PEREMPUAN DEPRESI JADI PEMBUNUH.
Banjarmasin Post
Thursday, 31 May 2007 03:05
--------------------------------------------------------
PEREMPUAN DEPRESI JADI PEMBUNUH
4 Anak Kandung Digantung di Kloset
Gilberta Estrada tewas gantung diri. Tapi
dia tidak sendiri. Perempuan berusia 23 tahun yang depresi itu juga
menggantung empat anak perempuannya. Untung seorang balitanya
berusia delapan bulan selamat dari kematian.
Peristiwa yang menghebohkan ini terjadi di
Hudson Oaks, Texas, Amerika Serikat, Rabu (30/5). Kejadian ini
diketahui setelah saudara perempuan tersebut mendatangi tempat
tinggal Estrada, karena perempuan itu tidak masuk kerja.
Ketika didatangi, kediaman Estrada dikunci
dari dalam. Sehingga saudaranya harus mendobrak pintu. Betapa
terkejutnya dia ketika melihat Estrada dan empat anaknya tergantung
di kloset trailer. Mereka gantung diri dengan ikat pinggang dan
potongan kain. Namun seorang bayi diketahui masih hidup sehingga
langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Ini mengerikan. Cuma itu yang bisa saya
katakan," kata Sheriff Larry Fowler. Kepolisian meyakini kejadian
ini sebagai bunuh diri. Sebabnya, pintu dikunci dari dalam.
Sang bayi masih dirawat di Rumah Sakit Fort
Worth. Kondisinya mulai membaik. Namun nyawa tiga anak lainnya yang
masing-masing berusia lima tahun, tiga tahun, dan dua tahun tak
tertolong lagi.
Para tetangga tidak mengira Estrada tega
membunuh anak-anaknya sendiri. Apalagi selama ini Estrada terlihat
seperti ibu yang baik dan perhatian pada anak-anaknya.
"Saya yakin dia ibu yang baik. Anak-anaknya
selalu bersih dan sering bermain-main di luar. Dia kelihatannya
berdedikasi sekali," kata pasangan suami istri, Vicky Montgomery dan
Richard Lamb yang bermukim di dekat trailer yang menjadi tempat
tinggal Estrada dan keempat anaknya.
"Dia selalu membawa anak-anaknya ke bus
sekolah di pagi hari dan selalu menyiapkan makan siang untuk
mereka," tambah Richard.
Menurut seorang kerabat, Estrada yang telah
bercerai dari suaminya itu menderita depresi. "Untuk menghidupi anak-
anaknya, di bekerja di sebuah restoran cepat saji lokal," ujarnya.
Sejumlah pembunuhan anak yang dilakukan ibu
kandung telah terjadi di Texas beberapa tahun belakangan. Kurang
dari 4 tahun silam, Dee Etta Perez, perempuan berusia 39 tahun
menembak mati tiga anaknya yang berusia 4, 9 dan 10 tahun sebelum
membunuh dirinya sendiri.
Andrea Yates menenggelamkan lima anaknya di
bak mandi keluarga pada 2001. Pada 2003, Deanna Laney memukuli dua
putranya yang masih kecil dengan batu hingga tewas. Pada 2004, Dena
Schlosser membunuh bayi perempuannya yang berumur 10 bulan dengan
pisau dapur.
Di Indonesia juga terjadi. Pada 2006, di
Bandung, seorang ibu di Bandung tega mencekik tiga anak hingga
tewas. Tahun 2007, seorang ibu di Jogjakarta nekat membakar diri
bersama dengan dua anaknya. Ketiganya pun tewas terpanggang. dtc/smh
[Non-text portions of this message have been removed]
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Diharapkan Member Milis saling berinteraksi dengan baik dan harmonis.
Dalam suasana kekeluargaan, santai, tidak harus formal, tidak saling
menghujat dan tidak diskriminative.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Yahoo! Groups Links
*Minds are like parachutes, they only function when they are open. *
*(Sir James Dewar)
visit my blogs please, at the following sites
http://afemaleguest.blog.co.uk
http://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.multiply.com
THANK YOU
Best regards,
Nana
*
------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge
<http://us.rd.yahoo.com/evt=47093/*http://tv.yahoo.com/collections/222>to
see what's on, when.