kalo tak ada bukti akan jadi fitnah, kan temen
tapi ya gt lah, bukannya kita berburuk sangka. Memang tak jarang, kalo ada 
berita yang menyangkut tokoh ato orang terpandang, ada yang berusaha tuk 
menutupinya.
menyangkut kasus ini, kalo Rp25 juta per wartawan, berapa yang duit yang harus 
dikeluarkan oleh sang ayah yang anggota DPD itu.
misalnya saja, ada 20 wartawan yang mengatahui kasus ini, berarti Rp500 juta 
dong ya duit yang keluar dari kocek tokoh kita ini.


charles siahaan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Halo,

Berita di bawah ini saya ambil dari Koran Harian Samarinda Pos 
(www.sapos.co.id). Koran berciri kriminal yang terbit di Samarinda. Sekilas 
tidak ada yang istimewa, tetapi kalau mau sedikit bersusah payah melakukan 
konfirmasi ke Poltabes Samarinda maka akan diperoleh data bahwa; nama Rino yang 
disebut tertangkap lebih dulu ketika mengantungi Putaw di sakunya, nama 
sebenarnya adalah Revino, 25 tahun. Dia adalah putra kedua anggota Dewan 
Perwakilan Daerah (DPD) Kalimantan Timur bernama Luther Kombong yang memang 
terkenal sebagai pengusaha kehutanan dan perkebunan.
    
Dari enam koran harian yang beredar di Samarinda (Kaltim Post, Tribun Kaltim, 
Samarinda Pos, Swara Kaltim, Pos Kota Kaltim dan Koran Kaltim), ternyata hanya 
dua surat kabar yang memberitakan kasus penangkapan putra anggota 'senator' 
itu, yakni Samarinda Pos dan Tribun Kaltim. Kalau kita simak berita Samarinda 
Pos, maka kita bisa dengan mudah menerka bahwa si wartawan atau redaktur atau 
bahkan pimpinan koran tersebut sedang berusaha menyembunyikan fakta sebenarnya. 
Intinya berusaha melindungi nama Luther Kombong selaku anggota DPD asal Kaltim.
     
Sedangkan Tribun Kaltim sebenarnya lebih gamblang memberitakan. Bahkan menyebut 
Revino sebagai salah seorang anak anggota DPD asal Kaltim, walaupun tidak 
menyebut namanya. Bahkan foto Revino ikut dipajang sebagai inzet. 
     
Sayangnya situs www.tribunkaltim.com sedang dalam kondisi error, sehingga yang 
bisa diakses adalah situs sementaranya saja, yakni www.tribunkaltim.co.id. Nah, 
situs ini tidak bisa menampilkan berita-berita lalu.
     
Lebih mengenaskan lagi, berita tertangkapnya Revino tidak terliput sama sekali 
oleh wartawan elektronik yang bertugas di Samarinda. Padahal, hampir setiap 
hari berita-berita kriminal seperti penangkapan pemakai dan bandar psikotropika 
maupun narkotika masuk dalam berita mereka. Yang saya tahu ada koresponden atau 
stringer yang beroperasi di Samarinda seperti SCTV, Trans TV, RCTI, TPI, Metro 
tv, Antv, dlsb.
   
Adakah sesuatu terjadi dalam masalah liputan berita ini? Tentu saja kita tidak 
boleh menuduhnya. Tapi seperti kata istilah, ''hanya setan yang bisa mengetahui 
isi hati setan'',  begitu pula yang berlaku di profesi wartawan. Kabarnya; 
ehm.. (nih asli gosip) mengalir Rp25 Juta untuk setiap wartawan. 

    
Oke, sekian dulu.

Salam dari Samarinda


Charles Siahaan
===
Sabtu, 2 Juni 2007

      Pengedar Putaw Ditangkap Bawa SS
       
     
    
    
      Seorang Pemakai juga Berhasil Diamankan
    
    
    
    

 SAMARINDA. Satuan Narkoba Poltabes Samarinda kembali meringkus
pengedar narkoba yang selama ini beroperasi di wilayah Samarinda. Kali
ini sasarannya adalah pengedar heroin alias putaw. Namun sayang, dari
pengedar yang berhasil diringkus tersebut tak ditemukan barang bukti.
Tapi polisi berhasil mengamankan lima poket sabu-sabu (SS) siap jual. 
Pengedar tersebut diketahui bernama Andi Muhammad (21), ditangkap di Jl
Pemuda Samarinda Utara, Kamis (1/6) sekitar pukul 16.30 Wita lalu.
Selain menangkap Andi, beberapa jam kemudian polisi juga berhasil
mengamankan seorang pemakai putaw bernama Rino (25), ditangkap di
kawasan Jl Agus Salim Samarinda Utara. Setelah Digeledah, polisi
menemukan satu poket putaw dan jarum suntik di saku celana. 

Informasi yang berhasil dihimpun Sapos, terungkapnya kasus itu bermula
dari laporan masyarakat yang menyebutkan kalau di kawasan Jl Pemuda ada
pengedar putaw gentayangan. Berbekal laporan itu, beberapa anggota
opsnal satnarkoba pun mengembangkan penyelidikan di sekitar lokasi
tersebut. Setelah beberapa hari memantau kawasan itu, polisi pun
berhasil mengamankan Andi. Namun sayang, dari tangannya polisi tak
berhasil menemukan putaw seperti informasi yang dihimpun. Hanya lima
poket sabu-sabu tersimpan di saku celananya. Andi pun dibawa ke
Mapoltabes Samarinda guna pengembangan penyelidikan. 

Setelah berhasil menangkap Andi, tim opsnal satnarkoba kembali mendapat
informasi kalau bakal ada transaksi narkoba jenis putaw di sekitar
Komplek Voorfo Samarinda Ulu. Bergerak cepat ke lokasi kejadian, polisi
berhasil menemukan seorang pemuda yang diduga baru melakukan transaksi.
Namun tak mau gegabah, polisi membiarkan pemuda yang ternyata Rino itu
naik mobil dan meninggal lokasi kejadian. 

Polisi membuntuti perjalanan Rino yang mengendarai mobil tersebut.
Setelah membuntuti perjalanan, polisi akhirnya menghadang mobil Rino di
Jl Agus Salim, persis di simpang empat Jl Basuki Rahmat. Seketika itu,
polisi memerintah Rino turun dari mobilnya dan melakukan penggeledahan.
Di saku celana pemuda itu ditemukan sepoket putaw. 

Dalam pemeriksaan, Rino mengaku sebagai pemilik putaw tersebut.
Diakuinya kalau barang haram itu dibeli dari salah seorang pengedar
berinisal J, yang sampai kemarin diburu polisi. Pemuda itu juga mengaku
pecandu narkoba. Bahkan dia juga pernah dirawat di panti rehabilitasi
di Jakarta. Namun setelah sempat sembuh tiga bulan dan kembali ke
masyarakat, Rino kembali kambuh. "Iya pak, saya pernah dirawat di panti
rehabilitasi. Barang itu saya beli untuk pakai sendiri," ungkapnya. 

Sementara Kepala Satuan Narkoba Poltabes Samarinda Kompol Sigid Haryadi
SIK yang dikonfirmasi Sapos kemarin, membenarkan penangkapan tersebut.
Ditegaskan Sigid kalau pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam
guna mengejar pengedar lain. Beberapa nama pelaku sudah berhasil
dikantongi anak buahnya. "Kami masih kembangkan kasus ini, beberapa
pengedar lain terus kami buru," tegasnya. (ian) 




Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

====================
Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links





       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

Kirim email ke