Hiiihhiiiii setuju mas, saya juga sering merasa lucu dgn segelintir org di 
milis ini, yg sedikit-sedikit selalu mengaitkan segala hal yg terjadi 
(khususnya seh yg bernada negatif) dgn agama Islam. Kesannya kok ya Islam itu 
jeulekkk bener. Padahal kalo saya perhatiin di milis ini justru pihak yg 
dijelek-jelekin itu nggak ada yg punya hobi ngejelekin agama org lain. Kalau 
lagi baca postingan yg negatif spt itu di milis ini dalam hati saya ketawa geli 
trus ngebatin A B C D alias Aduh Boo Capee Dehh!!!!


----- Original Message -----
From: [email protected] <[email protected]>
To: [email protected] <[email protected]>
Sent: Sun Jun 03 16:34:35 2007
Subject: Re: [mediacare] Menteri DKP Rokhmin Dahuri Tidak Merasa Korupsi !!!

Wow.....kalau anda menginginkan Rohin Dahuri dipenjara saya setuju saja, karena 
dia itu emang korupsi. Tapi soal analogai anda soal terima gaji yang diberikan 
ke pengemis dan itu sama dengan yang dilakukan Rohkmin, sebagai bentuk korupsi 
yang dihalahkan Islam...hehhe saya pikir gak penting untuk dibahas, kagak bikin 
pinter. Adanya malah bikin keblinger. Jadi cukup itu ajeh ye..

Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Menteri DKP Rokhmin Dahuri Tidak Merasa Korupsi !!!

        Kembali terulang masalah yang sama seperti halnya bekas Menteri agama
        yang telah berada dipenjara, juga Rokhmin Dahuri bekas Menteri DKP
        tidak merasa korupsi dan merasa didholimi. Apakah kasus seperti ini
        harus terus menerus berulang tanpa mau mempelajari sebab2nya???

        Penyebabnya sederhana, Ajaran Islam adalah sumber korupsi yang paling
        parah yang melanda Republik ini. Sudah waktunya negara ini memilih
        dan mengangkat menteri ataupun pejabat yang benar2 bertanggung jawab
        kepada negara dan bangsanya bukan kepada Allah dan agamanya.

        Pemahaman Islam bahwa undang2 negara tak perlu dipatuhi karena buatan
        manusia, dan yang buatan Allah itulah yang harus dipatuhi yaitu
        ajaran agama yang harus menjadi landasan hukum negara dan hidup ini.
        Jelas, pemahaman seperti ini akan cepat atau lambat menghancurkan
        negara ini dari dalamnya sendiri.

        Islam menghalalkan korupsi dan mengharamkan mencuri. Pemahaman
        inilah yang harus diajarkan disemua tempat yang terkait dengan
        khotbah2 agama untuk diwaspadai setiap umat Islam. Korupsi tidak
        sama dengan mencuri, karena secara managerial memang korupsi bukanlah
        mencuri, dan pencuri bukanlah koruptor.

        Kita harus menguasai definisi "Mencuri" dalam agama yang adalah
        mengambil hak orang lain, mengambil barang yang bukan berada dibawah
        tanggung jawabnya.

        JADI KALO BERDASARKAN DEFINISI AGAMA, APABILA ANDA MENGAMBIL BARANG
        ATAUPUN MENGGUNAKAN UANG YANG BERADA DIBAWAH TANGGUNG JAWAB ANDA,
        MAKA HAL ITU HALAL. Contohnya, gaji anda sebulan anda berikan kepada
        pengemis....... maka ini bukanlah mencuri dan halal dalam Islam
        bahkan merupakan pahala.

        Tapi dizaman modern sekarang ini, hukum sudah berkembang jauh lebih
        dalam daripada yang dipahami umat Islam. Meskipun gaji anda itu
        berada dibawah tanggung jawab anda, bahkan memang milik anda, tapi
        kalo anda punya anak isteri yang tidak setuju dengan tindakan anda
        memberikan semua gaji sebulan yang anda terima kepada pengemis atau
        kepada yayasan yatim piatu, maka secara hukum anda salah, karena
        meskipun gaji anda berada dibawah tanggung jawab anda, namun gaji itu
        bukanlah milik anda, tetapi juga milik anak isteri anda yang berhak
        mengontrol kemana hilangnya gaji anda itu. HAL2 SEPERTI INILAH YANG
        TIDAK DIKENAL DALAM AJARAN ISLAM, BAHKAN DI INDONESIA TIDAK DIAJARKAN
        DI-SEKOLAH SEPERTI HALNYA DI-NEGARA2 MAJU.

        Bisalah dibayangkan betapa hancurnya negara ini dengan pejabat2 yang
        tunduk kepada hukum Islam dan mengabaikan hukum negara karena buatan
        manusia. Menentang hukum buatan manusia halal, tapi melanggar hukum
        agama haram. Akibatnya kita lihat sendiri, bahkan menteri yang
        jelas2 Korupsi tidak merasa korupsi karena dia merasa sebagai
        penanggung jawab Departement-nya berhak mengatur kemana uang itu
        harus disalurkan sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai menteri.
        Akibatnya uang negara disumbangkan kepada yayasan2 agama dimana sang
        menteri duduk sebagai anggauta terhormat, padahal uang negara itu
        mempunyai alokasi yang telah ditentukan oleh kebutuhan Departementnya.

        Ny. Muslim binti Muskitawati.




________________________________

Food fight? 
<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=396545367>
  Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food Drink Q&A. 
<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOARfcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=396545367>


Kirim email ke