Pesta Pencuri
  Teater Bengkel Muda Surabaya
  Kompleks Balai Pemuda
  Jl. Gubernur Suryo 15 Surabaya
  Telp. (031) 5454120
    
    
  -          Sabtu, 16 Juni 2007, pukul 19.00, di Lokasi Pengungsian Korban 
Lumpur Panas Lapindo, Pasar Baru Porong, Sidoarjo
    
  -          Sabtu, 23 Juni 2007, pukul 19.00, di Lapangan Tambak Asri, 
Kompleks  Lokalisasi Kremil, Surabaya
    
    
    
  Pengantar
  Lakon ini diambil dari naskah asli berjudul Le Bal des Voleurs (1938), karya 
seorang Play Wright asal Prancis, Jean Anouilh. Diterjamahkan ke dalam Bahasa 
Inggris oleh Lucienne Hill menjadi Thieves’ Carnival (1952). Adapun Pesta 
Pencuri adalah terjemahan Bahasa Indonesia oleh Asrul Sani (Pustaka Jaya, 
1986). 
  Naskah ini memang bercerita tentang pencuri. Harian Sinar Harapan edisi 22 
Maret 2002 pernah menulis: “Jean Anouilh seakan tahu dramanya ini bakal terjadi 
di suatu tempat di Asia Tenggara”.
  “Terus terang kita tidak berani bilang drama lucu ini juga terjadi di negeri 
sendiri. Masalahnya ilmu kontra permalingan yang ada belum mampu menganalisis 
kasus-kasus permalingan di Indonesia. Di sini, soal yang satu ini terlalu 
sulit, rumit dan sekaligus teramat menggelikan,” demikian tulis koran sore itu. 
  Sutradara Bengkel Muda Surabaya, Zainuri, sengaja ingin kembali mengangkat 
naskah drama ini untuk dipentaskan di sejumlah kota karena banyak pelajaran 
yang bisa dipetik darinya. 
    
    
    
  Sinopsis
  Tiga pencuri jalanan – Bonong, Cacing, dan Cengik – mencoba menghadiri 
undangan Pesta Para Pencuri di rumah dedengkot pencuri, Keluarga Ayu Selintas 
dan Lowo Kumolo. Ketiganya bermaksud menguras harta keluarga kaya ini.
  Namun ternyata di rumah tersebut sudah banyak tamu yang mempunyai tujuan sama 
dengan ketiga pencuri jalanan ini. Di pesta ini  semua tamu mempertunjukkan 
kelihaian mencuri. Tentu sasarannya adalah harta sang tuan rumah. 
  Tapi ternyata tuan rumah lebih pandai membaca gelagat para tamunya. Justru di 
balik Pesta Pencuri ini Ayu Selintas mengendalikan aturan main dari semua yang 
ada dibenak tamunya. Para tamu dijadikan korban kemuslihatan dari kekayaan yang 
diumpankannya. 
  Mereka ada yang ditangkap polisi, sementara yang lain melarikan diri hanya 
dengan membawa barang perhiasan curian yang tidak seberapa harganya. Dari 
sinilah keluarga Ayu Selintas terselamatkan dari incaran polisi. 
    
  
     
    
    
  Staf Produksi 
  Penasehat                  : Farid Syamlan (Ketua Bengkel Muda Surabaya),
                                     Amang Mawardi, 
                                     Sabrot D. Malioboro, 
                                      Rusdi Zaki
  Pimpinan Produksi     : Hanif Nashrullah
  Sekretaris                  : Sesilia Menuk Wijayanti
  Bendahara                 : Dedi Obeng Supriadi (Obeng)
    
    
    
    
  Staf Sutradara 
  Penulis Naskah          : Jean Anouilh
  Penerjamah               : Asrul Sani (Pustaka Jaya, 1986)
  Sutradara                  :  Zainuri
  Supervisi                   : Amir Kiah
  Asisten Sutradara      : Dedi Supriadi (Obeng)
  Pemain                      : Saiful Hadjar 
                                     Dedi Supriadi (Obeng)
                                     Saiful Arif  (Ipung)
                                     Mastohir
                                     Taufik Sholekhuddin Sofjan
                                     Samsul Arifin  
                                     Rizki Putri Maharani (Kiki)
                                     Ida Ayu Kade Ari Trisnawati (Gek)
                                     Sesilia Menuk Wijayanti
                                     Marjangkung (Amar)       
  Artistik                       : Saiful Hadjar
  Pembantu Umum     : Jhon Pa’i
  
   Penulis 
  Jean Anouilh
  Lahir di Bordeaux, 23 Juni 1910
  Namanya populer sejak era Perang Dunia II. Selain menulis drama dia juga 
dikenal sebagai penulis film dan sutradara. Bakat menulisnya telah tampak sejak 
usia 9 tahun. Di usia itu dia telah mengadaptasi naskah drama karya Edmond 
Rostand. 
  Namun dia pertama kali memainkan drama secara penuh pada usia 16 tahun. Sejak 
itu pula dia menyatakan  ketertarikannya di bidang kepenulisan. Dia pun 
meninggalkan bangku kuliahnya di Fakultas Hukum, Sorbonne, Paris, dan memilih 
bekerja sebagai Copy Writer di sebuah perusahaan advertising. 
  Bersamaan dengan itu, demi meningkatkan penghasilannya, dia juga bekerja 
sebagai penyusun materi film untuk dipublikasikan. Adapun karirnya sebagai 
penulis diawali dari sebuah industri film. Yaitu ketika dia menjadi sekretaris 
di sebuah perusahaan film Comédie des Champs-Élysées (1931). 
  Dari sinilah dia mengawali menulis naskah yang sesungguhnya. L’Hermine (1932) 
adalah karya naskah drama pertamanya. Sejak itu, kemudian, hingga akhir 
hayatnya, dia telah menghasilkan sedikitnya 54 naskah drama. 
  Karya-karyanya yang populer meliputi Le Voyageur sans Baggage (1938), 
Antigone (1946) dan Becket (1959). Karya-karyanya terbilang berbeda satu sama 
lain. Sebagian besar berisikan kontras antara fantasi dan realitas. Tapi banyak 
juga yang klasik. Beberapa lainnya merupakan adaptasi dari naskah Yunani Kuno. 
Serta sisanya berupa eksplorasi tentang kehidupan dan cinta. 
  Banyak naskah-naskah dramanya yang kemudian diangkat menjadi karya film. 
Anouilh sendiri terhitung mulai berkolaborasi dalam film sejak 1936. Dia 
mengadaptasi beberapa karyanya, seperti Pattes Blanches (1949) dan Caroline 
Cherie (1954) yang kemudian disutradarainya sendiri. 
  Pada tahun 1970, hasil kerjanya dikenal dengan predikat Prix Mondial Cino Del 
Duca. Jean Anouilh menikahi seorang aktris, Monelle Valentin, pada tahun 1929 
dan menghasilkan seorang  putri, Catherine, sebelum akhirnya bercerai. Dia 
meninggal di Lausanne, Swiss, 3 Oktober 1987, akibat serangan jantung. 
    
  Sutradara
  Zainuri
  Lahir di Surabaya, 1 Mei 1964
  Aktif di Bengkel Muda Surabaya sejak 1984. Selain berteater, dia menulis 
puisi, esai dan cerita pendek yang dimuat di media massa lokal. Garapan-garapan 
dramanya, di antaranya, Kaca-Kaca, Orang-Orang Berpeci dan Nyai Adipati. Judul 
tersebut terakhir sempat dipentaskan untuk Temu Teater Indonesia 1993 di Solo. 
Pada  tahun 2004 dia menyutradarai Polisi. Selain itu, dia punya Kelompok Musik 
‘Bledhek Sigar’. 
    
  
   Pemain 
  Mastohir
  Lahir di Surabaya, 29 September 1946
  Kuliahnya di Fakultas Hukum, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 
dibuyarkan oleh peristiwa G30S/ PKI (1964). Sejak itu dia memfokuskan diri di 
bidang kesenian dengan bergabung di komintas Penggemar Seni Teater (Pensiter). 
Kemudian dia terlibat di Srimulat – mulai sebagai Penata Artistik, Pemain, 
hingga Sutradara – dan berpindah-pindah dari Surabaya, Solo, Semarang dan 
Jakarta (1966 – 2001). Pernah menekuni seni lukis di Akademi Seni Rupa Surabaya 
(1967 - 1969). Belakangan juga berperan di sejumlah sinetron. 
    
  Saiful Hadjar 
  Lahir di Surabaya, 30 Agustus 1959
  Bergabung dengan Bengkel Muda Surabaya sejak 1978. Dia menulis puisi, bermain 
teater, seni rupa instalasi dan grafis. Puisi dan artikel budayanya pernah 
dimuat di berbagai media massa. Penggagas Kelompok Seni Rupa Bermain (KSRB) ini 
telah menerbitkan buku Senapan Grafis (2005). 
    
  Dedi Supriadi (Obeng)
  Lahir di Malang, 11 Maret 1967
  Sebelum bergabung dengan Bengkel Muda Surabaya, dia pernah di Teater Idiot 
Malang dan Teater Api Surabaya. Pendiri Forum Sikat Gigi dan Teater Belgombes 
Malang ini pernah mengenyam bangku kuliah di Unmuh Malang. Sekarang jadi tenaga 
volunteer di suatu LSM yang menangani anak-anak jalanan.
    
  M. Syaiful Arif (Ipung)
  Lahir di Surabaya, 22 Desember 1969
  Sarjana Seni Rupa dari IKIP Negeri Surabaya ini aktif di Bengkel Muda 
Surabaya sejak 1985. Pernah main drama dalam lakon Aduh, Bersamadi, Nyai 
Adipati, Jalan Tembakau, Laboratorium Gila, Racun Tembakau dan Polisi. 
Mengikuti Hibah Seni ke Malaysia, Singapura dan Thailand di tahun 2002. Sampai 
sekarang dia juga aktif bermain musik bersama Kelompok ‘Bledhek Sigar’.
    
  Taufiq Sholekhuddin Sofjan
  Lahir di Surabaya, 8 September 1974
  Alumnus STKW Surabaya jurusan Seni Rupa Murni ini lebih dikenal sebagai 
aktifis teater. Sebelum di Bengkel Muda Surabaya dia telah bergabung dengan 
Teater Alif (1989) dan Teater API Indonesia (1993). Juga pernah terlibat di 
beberapa produksi Film dan Sinetron. Saat ini dia aktif membina kegiatan 
ekstrakulikuler bidang seni teater di beberapa Sekolah Menengah Tingkat Atas 
(SMA), baik negeri maupun swasta, di Surabaya. Dia adalah salah satu penggagas 
Komunitas Teater SMA se-Surabaya dan sekitarnya (KATES).
    
  Marjangkung (Amar)
  Lahir di Bojonegoro, 15 Juli 1980
  Mengawali belajar akting di LJ. Talent Agensi pada tahun 2006. Berperan dalam 
film “Kabut Sesaat”, produksi TVRI Surabaya, 2006. Sehari-harinya bekerja 
sebagai penjahit di sebuah perusahaan konveksi di Surabaya.
    
  Samsul Arifin
  Lahir di Surabaya, 1 Februari 1984
  “Pesta Pencuri” adalah lakon perdananya. Sebelumnya dia lebih  menekuni musik 
biola secara otodidak. Jika malam tiba, dia punya rutinitas: membuka warung di 
Pasar Keputran Surabaya.
    
  
   Sesilia Menuk Wijayanti
  Lahir di Surabaya, 11 Juni 1986
  Mahasiswi jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unika Widya Mandala (UWM) 
Surabaya ini tergolong sebagai aktris senior di Teater Kedok, SMAN 6 Surabaya. 
Dia memang alumnus situ dan sempat menyutradarai adik-adiknya di Teater Kedok 
dalam Parade Teater Pelajar yang digelar oleh Dewan Kesenian Surabaya (2006). 
Saat ini, di kampusnya, dia menjabat sebagai Ketua Pengurus Harian Unit 
Kegiatan  Mahasiswa (UKM) Bidang Kesenian. Dia ikut mendirikan Teater Bata UWM.
    
  Rizky Putri Maharani (Kiki)
  Lahir di Gresik, 14 Juni 1987
  Mengenal dunia seni peran sejak aktif di Teater Cepak, SMAN 1 Gresik, dan 
sempat bermain dalam lakon “Dapur atas Tanah”, karya Gus Roin (2004). Mahasiswi 
Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini kini – selain 
tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Peradilan (IMP) dan UKM Paduan Suara Unair – 
juga tercatat sebagai aktivis di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Surabaya. 
    
  Ida Ayu Kade Ari Trisnawati (Gek)
  Lahir di Tabanan, 5 Agustus 1987
  Bergabung Bengkel Muda Surabaya sejak 2006. Mahasiswi jurusan Psikologi Unika 
Widya Mandala (UWM) Surabaya ini juga aktif di UKM Teater Bata. Semasa SMA dulu 
dia pernah belajar ilmu beladiri Karate. Cita-citanya menjadi Penyiar Radio 
baru saja kesampaian.
    
    
    
                         
  Contact Persons: 
  Zainuri, HP. 081357473656 
  Hanif Nashrullah, 08174802453 
  /email:[EMAIL PROTECTED]
  
 
 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Kirim email ke