***Dari mulanya pimpinan marinir melakukan kesalahan besar. Kenapa harus tahan mereka di ruang isolasi khusus Polisi Militer AL Surabaya, kasih Komnas HAM amunisi merugikan marinir.
***Pak Djoko bukan politikus, tidak becus menghadapi Komnas HAM dan wartawan2 yang ber pengalaman. Setelah merusak posisi sendiri, meralat ini itu, malah lebih merusak. ***Morale marinir pada umumnya menjadi down, sayang sekali. ***Pak Djoko lebih baik ajukan surat meletakkan jabatan, biar penggantinya selesaikan isu itu. >From: "Yap Hong Gie" <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: "Post Hankam" <[EMAIL PROTECTED]>, "Post IndoUsaMil" ><[EMAIL PROTECTED]>, "Post KIAD" <[EMAIL PROTECTED]>, > "Post Marinir TNI-AL" <[EMAIL PROTECTED]>, "Post Mediacare" ><[email protected]> >CC: "Post Nasional" <[EMAIL PROTECTED]>, "Post PPIIndia" ><[EMAIL PROTECTED]>, "Post T-net" ><[EMAIL PROTECTED]>, "Post Wahana-News" ><[EMAIL PROTECTED]>, "Post X-PPI-Eropa77-87" ><[EMAIL PROTECTED]> >Subject: [t-net] Ruhut Sitompul: Nyawa Marinir Terancam >Date: Tue, 5 Jun 2007 15:59:31 +0700 > >http://batampos.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=22718&Itemid=97 > >Ruhut Sitompul: Nyawa Marinir Terancam >Senin, 04 Juni 2007 >DPR Siap Cecar Panglima TNI > >JAKARTA (BP) - Ruhut Sitompul, pengacara 13 marinir tersangka penembakan di >Grati, Pasuruan menyesalkan pernyataan Komnas HAM dan anggota DPR. Bagi >pengacara yang juga kolektor mobil Ferarri itu, berbagai komentar itu tidak >didasarkan fakta riil yang terjadi di lapangan. > >''Sangat disesalkan, begitu banyak ucapan yang ngawur dan malah >memprovokasi >suasana," ujarnya saat dihubungi kemarin. Ruhut masih bolak-balik >Jakarta-Surabaya untuk mendampingi kliennya yang >sekarang ditahan di ruang isolasi khusus Polisi Militer AL Surabaya. > >Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjajaran itu telah mendengar keterangan >13 marinir di bawah sumpah. "Itu pure defense, murni bertahan, tembakan >dilepas karena nyawa mereka sudah benar-benar terancam," katanya. >Buktinya, marinir juga mengalami luka-luka bacokan akibat serangan clurit. >''Saya sangat kecewa dengan Garuda Nusantara (Ketua Komnas HAM, red), dia >sudah saya pertemukan langsung dengan klien saya dan melihat sendiri >luka-lukanya tapi malah menyampaikan komentar yang memutar balikkan fakta," >kata Ruhut. Pengacara yang rambutnya dikuncir itu menilai pernyataan ada >pelanggaran HAM serius dalam kasus di Pasuruan itu terlalu dini. > >''Kami khawatir ada upaya yang sistematis dari pihak-pihak yang tidak >bertanggung jawab dan tidak suka dengan komitmen panglima TNI untuk >mengusut >kasus ini dalam koridor hukum dan bukan dalam ranah politis," kata >pengacara >kelahiran Medan, 24 Maret 1954 itu. > >Bukti lain ada penunggang gelap (free rider) dalam kasus itu adalah >pemblokiran jalan Surabaya - Banyuwangi yang diduga diprovokasi oleh >kelompok kepentingan tertentu. >"Sebaiknya hormati asas praduga tak bersalah, tempatkan kasus ini dalam >kacamata hukum," katanya. > >Lantas bagaimana sebenarnya versi Marinir ? >Menurut Ruhut, berdasar keterangan kliennya, mereka tidak berniat untuk >menyerang warga. > >"Mereka patroli biasa saja, tapi dihadang oleh massa bersenjata tajam," >ujarnya. >Pimpinan tim patroli sempat bernegosiasi dengan warga, namun dibalas dengan >lemparan batu. > >"Ada beberapa orang yang menggunakan bahasa dialek etnis tertentu >memprovokasi warga untuk menyerang," >katanya. Menurut Ruhut, saat itu kentongan dan peluit dibunyikan sebagai >tanda untuk menyerang patroli marinir. > >Orang-orang itu diduga adalah warga baru yang datang ke desa Alas Tlogo, >Grati, Pasuruan. "Mereka pelarian dari konflik etnis di Kalimantan," >katanya. >Warga yang sudah lama menetap di tempat itu sebenarnya tidak ada masalah >dengan marinir. "Mereka dikipas-kipasi," katanya. > >Mantan Ferrari's Owner Club Indonesia itu menjelaskan, setelah ada komando >sistematis dari warga untuk menyerang, marinir mundur ke belakang. >"Ada satu orang klien kami yang faham dengan bahasa etnis itu, dia >mengingatkan teman-temannya bahwa warga mengancam membunuh dan >menjelek-jelekkan marinir," ujarnya. > >Kesaksian Ruhut itu jelas berbeda 180 derajat dengan apa yang disampaikan >warga. Versi penduduk, marinir melakukan penembakan membabi buta kepada >rakyat yang akan pergi ke ladang singkong. Lantas mana yang benar? > >Pakar Kriminologi Universitas Indonesia Erlangga Masdiana mengusulkan agar >dilakukan tes kebohongan dengan perangkat lie detector yang dimiliki oleh >Mabes TNI dan Polri. "Nanti akan terungkap siapa yang sebenarnya memainkan >suasana," katanya. > >Erlangga menambahkan, Polisi Militer TNI AL juga bisa melacak melalui >serangkaian tes dan wawancara psikologis. >"Harus dipastikan apakah ada indikasi marinir yang jadi tersangka itu >berada >dalam kondisi stress sebelum kejadian atau shock setelah kejadian itu >terjadi," ujarnya. >Hasilnya bisa menjadi salah satu indikator untuk menentukan apakah marinir >benar-benar terpaksa mengeluarkan tembakan. > >Rumitnya penyelidikan kasus penembakan di Pasuruan juga menyangkut lembaga >intelijen. >Instansi yang dikomandani Syamsir Siregar itu akan dimintai bantuan untuk >ikut menelusuri ada apa dibalik insiden Grati berdarah. >"Rencananya besok pagi (hari ini, Red) BIN akan kami panggil ke DPR," ujar >anggota Komisi 1 (Bidang Pertahanan) Untung Wahono. > >DPR Siap Cecar Panglima Terpisah, Tim Komisi I DPR RI yang turun langsung >ke >Alastlogo untuk melakukan inventigasi juga sudah menemukan hipotesa. >Menurut anggota tim Yusron Ihza Mahendra sejauh ini tim menemukan bahwa >dugaan pelanggaran HAM atas kasus yang menewaskan empat penduduk adalah >benar. >"Tapi sejauh mana pelanggaran HAM yang dilakukan, itu bukan wewenang tapi >Komnas HAM," ujar Yusron kepada JPNN kemarin. > >Indikasi pelanggaran HAM, tambah Yusron, menurut keterangan saksi dan >tinjauan TKP, argumen pihak TNI yang mengatakan korban jatuh akibat >pantulan >peluru (rekoset) dari tembakan peringatan parat, diragukan. >"Sejauh ini, sulit dipercaya bila korban berjatuhan akibat peluru pantul," >ujar Yusron yang saat dihubungi mengaku sedang mengedit laporan tim >invenstigasi Pasuruan itu. >Memang benar, ujarnya, jika sebelum insiden terjadi ada tembakan >peringatan. >Namun, setelah itu aparat menembaki warga secara membabi buta. > >Faktanya, salah korban meninggal Khadijah justru menjadi korban ketika >sedang menutup pintu sesaat setelah tembakan peringatan terdengar. > "Padahal jarak korban sekitar 15 sampai 20 meter dari TKP. Kok bisa >tepat. >Tim yakin bahwa arah peluru tidak miring tapi horizontal, tak mungkin >menembus pintu," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut. > >Fakta pelanggaran HAM memang harus disikapi serius. >Meski demikian faktor lain juga tak boleh luput dari pengusutan. Menurut >Yusron fakta bahwa kejadian tersebut berawal dari perjanjian kerjasama >antara PT Rajawali Nusantara dengan TNI AL tak bisa dinafikan. > >Kerjasama BUMN yang berkantor di Kuningan dengan TNI AL, ujar Yusron, >sah-sah saja. >Artinya, kerjasama pengolahan lahan seluas 3500 hektar sampai tahun 2084 >yang kemudian dipercepat sampai tahun 2007, sahih alias tak cacat hukum. >"Tapi permasalahannya, secara hukum bolehkah TNI berkerjasama dengan pihak >lain? >Kalaupun boleh, kemana uangnya. Itu harus dipertanggungjawabkan dan >seharusnya masuk ke PNBP," tambahnya. Apalagi, tanah yang dimiliki TNI >sejak >1961 itu statusnya masih dalam sengketa dengan masyarakat. > >Yang disayangkan, sebelum insiden terjadi , masyarakat dan TNI sudah >membicarakan solusi dari sengketa itu. >Rencananya, dari 6302 KK, masing-masing akan mendapat tanah seluas 500 >meter >persegi. >"Tapi kenapa harus ada penembakan," ujar Yusron yang mensinyalir ada >kepentingan dari pihak ketiga yang berakibat pada insiden itu. > >Apalagi, menurut keterangan warga masyarakat, keberadaan TNI di lahan itu >bukan dalam kapasitas penjaga keamanan atau patroli namun dalam rangka >pengawalan terhadap kepentingan PT Rajawali Nusantara yang masa kontraknya >atas lahan itu sebenarnya sudah berakhir. >"Posisi PT Rajawali juga berat. Kalau tidak ada PT itu mungkin insiden >berdarah itu tak terjadi," ujar politisi PBB itu. > >Berdasarkan hasil investigasi itu, ujar Yusron, pihaknya akan melakukan >rapat internal yang hasilnya akan menjadi dasar bagi pemanggilan Panglima >TNI Marsekal (TNI) Djoko Suyanto. Adik Yusril Ihza >Mahendra itu mengungkapkan pihaknya berencana memanggil Panglima pada >Selasa >(5/6). >Selain soal penembakan, DPR akan mencecar Djoko soal pengelolaan aset-aset >TNI terutama tanah. > >"Itu bisa melebar kemana-mana. Kalau terbukti ada aset yang dikerjasamakan >tapi bermasalah atau tak jelas pertanggungjawaban keuangannya, itu bisa >masuk ke tindak pidana korupsi," tambah Yusron. Tak hanya penyelesaian atas >tragedi penembakan, Yusron berharap kasus Pasuruan bisa menjadi entry point >perbaikan dalam tubuh TNI termasuk soal pengelolaan aset. > >Meski status 13 tersangka pelaku penembakan adalah militer, mereka harus >dihadapkan pada pengadilan sipil. >Menurut Ketua badan Pengurus Perhimpunan Bantuan HUkum dan HAM Indonesia >Jakarta Dedi Ali Ahmad apa yang dilakukan para tersangka adalah tindak >pidana murni, bukan dalam kapasitas pengamanan negara. >Hal itu sesuai dengan aturan dalam UU No 34 tahun 2004 tentang TNI yang >membedakan antara pelanggaran pidana murni dan tindakan pelanggaran >undisipliner. >"Penembakan di Alastlogo bukan dalam kerangka kapasitas pengamanan negara, >tapi tindak pidana murni," ujarnya. > >Tambah Saksi, Belum Ada Unsur Kesengajaan Pomal terus melakukan pemeriksaan >terhadap 13 tersangka kasus penembakan di dusun Lekok, Grati, Pasuruan. >Materi pemeriksaan kemarin adalah mencari tahu siapa pemicu insiden >berdarah >tersebut. >"Sejauh ini memang banyak versi. Pemeriksaan itulah yang terus kami lakukan >secara intensif," kata Komandan Pomal Kolonel Laut Totok Budi Susanto. > >Saksi yang diperiksa juga bertambah banyak. >Jumlah saksi yang diperiksa bertambah menjadi tiga orang. >Sebelumnya , pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi. >"Jadi saksi yang kami periksa sebanyak delapan orang," katanya. > >Karena saksi tersebut berasal dari warga sipil, pihaknya melakukan >kordinasi >dengan pihak kepolisian. >" Untuk memeriksa warga sipil, kami serahkan pemprosesan BAP-nya ke >polisi," >terang pria kelahiran tahun 1960 itu. > >Pemeriksaan intinya berisi mengenai adanya unsur kesengajaan dalam >peristiwa >tesrebut. >Sebab, kata pamen melati tiga itu, ada dua pendapat yang berbeda. >Versi Marinir, peluru yang mengenai warga adalah peluru rekoset(memantul). >Sedangkan versi warga, penembakan itu dilakukan dengan kesengajaan. >"Namun dalam pemeriksaan yang kami lakukan, belum ditemukan unsur >kesengajaan dalam peristiwa tersebut," jelas bapak tiga anak itu. > >Seperti diberitakan, penembakan yang menyebabkan tewasnya lima warga itu >diduga dilakukan oleh 13 oknum Marinir. >Ke-13 oknum marinir itu antara lain Letda(Mar) Budi Santoso, Serka Wahyudi, >Serda Abdurahman, Koptu Suratno, Koptu Totok L, Kopda Warsim, Kopda Helmi, >Kopda Lihari, Kopda Slamet >Riyadi, Praka Agus Triyadi, Praka Moh. Yunus, Praka Sariman, dan Pratu >Suyatno. >Untuk kepentingan pemeriksaan ke-13 oknum tadi ditahan di Mabes Pomal, >Armatim. > >Pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bukti yang disita dari para >tersangka. >Barang bukti yang dimaksud adalah 10 pucuk senapan jenis SS 1(senapan >standar TNI) , 2 pucuk pistol jenis FN (pistol standar TNI) dan sisa peluru >sebanyak 57 buah. >Berapa jumlah peluru yang dikeluarkan itulah yang kini juga diselidiki para >penyidik dari Pomal. >" Jadi nantinya bisa diketahui berapa peluru yang dikeluarkan," kata >lulusan >Seskoal tahun 1990 tersebut. > >Sementara itu Juru bicara Korps Marinir Mayor Laut Djentayu mengatakan >bahwa >pihaknya sudah melakukan brieving khusus terhadap seluruh anggota di korps >marinir. >Isi brieving itu mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan anggota TNI >ketika menghadapi konsentrasi massa yang cukup besar. >" Brieving dilakukan langsung Dankormar Mayjen TNI Safzen Noerdin kepada >seluruh anggota kesatuan korps Marinir," terangnya. > >Djentayu juga berkeyakinan jika ke-13 anggotanya itu tidak bersalah. >Ke-13 anggota yang kini menjadi tersangka, menurutnya memiliki track record >yang baik. >"Mayoritas mereka pernah menjadi utusan tugas kemanusiaan. Jadi mereka itu >termasuk orang-orang pilihan," ujar pamen melati satu itu. (jpnn) > > > ># Mohon bersikap bijak dan pakailah selalu bahasa yang santun dalam >berpendapat # > >Subscribe : [EMAIL PROTECTED], Unsubscribe : >[EMAIL PROTECTED] > >Motto : Persahabatan, Perdamaian dan Harmoni >Yahoo! Groups Links > > > _________________________________________________________________ Dont miss your chance to WIN $10,000 and other great prizes from Microsoft Office Live http://clk.atdmt.com/MRT/go/aub0540003042mrt/direct/01/ Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz ==================== Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
