"..
Terkait Muhammadiyah, saya kira kita harus tetap berprasangka baik
kepadaMuhammadiyah,

bahwa mungkin itu hanyalah segelintir oknum saja yang menebar benih
kebencian.
.."

Ente nulis itu yakin atau asal nguap aja bos? AFAIK, topik ini sudah sampai
bahasan
pimpinan ormas tersebut. Ente bisa ngomong gitu karena gak tahu atau pura"
gak tahu
aja sih?

"..
Adapun di PKS sendiri setahu saya mereka telah mengeluarkan arahan kepada
seluruh
kader untuk tidak terprovokasi dengan apapun yang bisa merusak persaudaraan
sesama
kaum muslimin pada khususnya dan sesama anak bangsa pada umumnya, dan
diwajibkan
kepada seluruh kader untuk terus membina hubungan baik dengan siapapun,
karena
doktrin yang mereka miliki setahu saya adalah doktrin Islam Moderat, yakni
Islam yang
mengarahkan kepada persatuan bukan perpecahan.
.."

Emang sih berbicara normatif pasti baik bahkan benar.. karena yang
baik&benar
adalah normatifnya.. bukan (yang) bicaranya sendiri.. Yang paling penting
tuh
fakta/prakteknya.. bukan cuma 'ngakunya'.. Atau 'klaim & seolah-olah'..

Satu hal lagi, persatuan umat sering dijadikan tameng kalau dalam keadaan
terdesak..
kalau lagi 'di atas angin', saudara sendiri yang 'dihajar'/diambil haknya..
Mendingan gak usah klaim ke sana-sini sebagai partai dakwahlah, kalau masih
tidak
punya etika.. merusak nama (umat) Islam saja.. :-(

Berani gak ngaku sebagai parpol biasa (PDI-P, PAN, PKB dkk) , sama seperti
yang lain?
Di saat nama parpol & DPR (dibuat) terpuruk.. Jangan seperti Golkar di jaman
ORBA..
gak mau ngaku sebagai parpol tapi ikut pemilu & duduk di DPR.. mental
pengecut&penipu..
Masih satu guru, satu ilmu ya? :-P

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

Ini ada sedikit kutipan dari milis lain.

Quote:
"..
Dr. Haedar Nashir: Waspadai, Infiltrasi Ideologi
Tuesday, 08 May 2007
Pengkaderan di kalangan muda Muhammadiyah kini sedang menghadapi
tantangan yang cukup dahsyat. Alasannya, ada kekuatan tertentu yang
mencoba menggerogoti ideologi kader kader Muhammadiyah, salah satunya
adalah gerakan tarbiyah yang menjelma dalam bentuk Partai Keadilan
Sejahtera (PKS).

''Meski partai politik, namun kelompok ini membawa ideologi ke keluarga
Muhammadiyah. Bahkan, mereka menggunakan amal usaha Muhammadiyah untuk
mengembangkan kelompoknya. Ini tidak bisa ditolerir dan warga
Muhammadiyah harus secepatnya merapatkan diri,'' jelas Ketua PP
Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir MSc saat sebagai pembicara di depan
peserta Pengkaderan Kepemimpinan Tingkat Nasional "Pelatihan Melati
Paripurna" yang digelar Bidang Kader Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah
di Wisma Majelis Ulama (MUI) di Puncak, 4 Mei 2007.

Haedar Nashir mencontohkan beberapa kasus bagaimana kelompok ini mulai
menjalar di amal usaha Muhammadiyah. Di daerah tertentu kelompok ini
menguasai amal usaha Muhammadiyah seperti PKU, lembaga pendidikan,
perguruan tinggi hingga masjid masjid milik Muhammadiyah.

Lebih lanjut, pakar ideologi Muhammadiyah ini meminta kepada warga
persyarikatan untuk lebih berhati hati. Selama ini partai apapun boleh
dan diberi porsi sama untuk menggait warga Muhammadiyah. Namun ketika
mereka masuk dengan membawa ideologi yang berbeda dengan Muhammadiyah,
maka partai ini harus ditolak.

Dalam bukunya Manifestasi Gerakan Tarbiyah yang ditulis Dr Haedar Nashir
Msc menjelaskan betapa bahayanya kelompok tarbiyah/ Partai Keadilan
Sejahtera. Para aktivisnya cenderung melakukan pragmatisasi
peribadan/keagamaan yakni dapat menjalankan praktek peribadan di dua
wilayah sekaligus untuk mengesankan sebagai kelompok alternative. Jika
di kalangan Muhammadiyah mereka akan seperti seakan akan warga
Muhammadiyah, namun jika di tengah tengah warga NU, maka mereka akan
beribadat seperti warga NU.

Jadi secara symbol keagamaan, mereka ingin terkesan
mempraktekkan "Sistem Islam:, padahalan kenyataanya terjebak dalam sikap
pragmatisme, baik dalam ranah teologi mapun ranah politik praktis.

Untuk itu, Haedar Nasir meminta khususnya Pemuda Muhammadiyah dan
umumnya kepada warga Muhammadiyah untuk menghayati kembali ideologi
persyarikatan dan tidak boleh menduakan Muhammadiyah. Selain alas an
adanya penggerogotan ideologi dari kelompok eksternal tersebut di atas,
Haedar juga memberikan alasan lain. Diantaranya jarak kelahiran
Muhammadiyah dengan seluruh jejak sejarahnya telah berlalu hampir satu
abad.

Di kawatirkan, terdapat kemungkinan keterputusan semangat, ide-ide
dasar, arah, idealisme, cita-cita, dan etos gerakan sebagaimana yang
telah diletakkan oleh KH Ahmad Dahlan. ''Saat ini jarang kita temui
kader Muhammadiyah yang benar benar militan dan mampu seratus persen
mengemban arah perjuangan Muhammadiyah,'' jelasnya.

Fenomena lainnya, banyak kader Muhammadiyah yang terjebak dalam godaan
godaan duniawi yang mampu membelokkan arah dan melemahnya jiwa idealisme
gerakan. Godaan-godaan itu bisa berupa materi, orientasi pada jabatan,
kepentingan politik, interes-interes pribadi yang bersifat keduniawian
yang semuanya mampu membelokkan keikhlasan dalam bermuhammadiyah.

Perlunya peneguhan kembali ideology kader Muhammadiyah karena munculnya
bentuk deligitimasi dan pemudaran organisasi Muhammadiyah. Kader
Muhammadiyah ada yang mulai ragu dan gamang untuk bermuhammadiyah. Jika
ini dilakukan oleh pihak luar tidak akan menjadi masalah, namun jika
mempertanyakan kembali itu dilakukan oleh kader Muhammadiyah itu sudah
menjadi bahaya.

''Untuk itu, perlu dilakukan peneguhan kembali ideology kader kader
Muhammadiyah, baik dari kalangan muda hingga yang tua,'' pintanya.
(nurcahyo ibnu yahya)

------------------------------------------

Mereka ada yang mencoba memanfaatkan fasilitas Aiyiah. Mula-mula mereka
datang setiap
ada pengajian dari Aisyiah. Pada waktu yang sama merekajuga mengundang
hadirin untuk
acara pengajian yang lain di luar Aisyiah. Kelompok orang tertentu
ini*kemudian menggiring
kader-kader Aisyiah untuk berpindah mengikuti kegiatan mereka*," tuturnya.

ko' mirip dengan cara2 yang dilakukan kaum missionaris dalam mengembala
domba2-ya ya ...

--------------

Aisyiyah Dan NA Tidak Tinggal Diam

Kamis, 30 November 2006
Merasa dirugikan oleh ulah kelompok pengikut ideologi lain yang menggerogoti
dan mengancam
eksistensi Aisyiyah dan NA, kedua ortom ini tidak tinggal diam. Aisyiyah dan
NA sudah merasa
cukup banyak dirugikan dengan ulah mereka yang menyerobot kader,
'mengkufeta' amal usaha
dan menjelek-jelekkan tokoh dan pejuang Muhammadiyah yang ikhlas berjuang di
masa dulu
dan sekarang. Lantas apa yang dilakukan oleh ortom perempuan ini?'

Dra. Siti Wardanah Muhadi, SH : Ketua PP 'Aisyiyah mengakui tantangan
semacam itu betul-betul
dirasakan. Bahkan kasus semacam itu juga terjadi di daerah-daerah terpencil
sampai pada ranting.
Rata-rata sudah muncul semacam kesamaan keresahan akibat ulah mereka. Dan
gejala ini memang
sudah ada dirasakan sebelumnya sampai tingkat cabang. Ini pernah dilaporkan
ke PP Aisyiah.

"Mereka ada yang mencoba memanfaatkan fasilitas Aiyiah. Mula-mula mereka
datang setiap ada
pengajian dari Aisyiah. Pada waktu yang sama merekajuga mengundang hadirin
untuk acara
pengajian yang lain di luar Aisyiah. Kelompok orang tertentu ini kemudian
menggiring kader-kader
Aisyiah untuk berpindah mengikuti kegiatan mereka," tuturnya.
.."
-------------
On 5/19/07, Wido Q Supraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



Salam mbak Ratno Santo,

Implementasinya diarahkan kepada penerimaan hak kehidupan semua agama yang
dilindungi oleh Negara secara resmi, yang ini telah dicontohkan oleh
Rasulullah SAW saat hidup bersama dengan kaum Yahudi dan Nasrani di
Madinah.

Terkait Muhammadiyah, saya kira kita harus tetap berprasangka baik kepada
Muhammadiyah, bahwa mungkin itu hanyalah segelintir oknum saja yang
menebar
benih kebencian. Adapun di PKS sendiri setahu saya mereka telah
mengeluarkan
arahan kepada seluruh kader untuk tidak terprovokasi dengan apapun yang
bisa
merusak persaudaraan sesama kaum muslimin pada khususnya dan sesama anak
bangsa pada umumnya, dan diwajibkan kepada seluruh kader untuk terus
membina
hubungan baik dengan siapapun, karena doktrin yang mereka miliki setahu
saya
adalah doktrin Islam Moderat, yakni Islam yang mengarahkan kepada
persatuan
bukan perpecahan. Wallaahu a'lam.

NB
Tentang pertanyaan MOD mengapa mencari panduan sampai ke Arab Saudi,
sepertinya konteksnya tidak kesana. Terima kasih.

Wassalam,

--wqs

Re: PKS Usung Piagam
Madinah

Posted by: "RATNO SANTO"
<mailto:[EMAIL PROTECTED] <meduro2003%40yahoo.com>
?Subject=%20Re%3A%20PKS%20Usung%20Piagam%20Madin
ah> [EMAIL PROTECTED] <meduro2003%40yahoo.com>

Mon May 14, 2007 8:37 am (PST)

Saya ingin nanya . seperti apa implementasi piagam madinah yang telah
dijalankan PKS ?. Kenapa orang Muhammadiyah mencak mencak karena masjid
nya
di rebut aktifis PKS ?. (ama semasa aja muslim aja gak akur). Maaf saya
cuma
orang awam yang kebetulan baca koran.

Wido Q Supraha < <mailto:supraha% <supraha%25>40indo.net.id>
[EMAIL PROTECTED] <supraha%40indo.net.id>> wrote:
MOD:
Wah, cari panduan kok sampai jauh-jauh ke negeri Arab Saudi.

14/05/2007 11 <javascript:void(0)>:45 WIB

Akui Heterogenitas, PKS Usung Piagam Madinah

Ramdhan Muhaimin - detikcom

Jakarta - PKS tidak akan menerapkan Piagam Jakarta sebagaimana diisukan
sejumlah pihak dengan kemenangan partai Islam tersebut dalam pilkada di
Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu.

Kirim email ke