06/06/2007 11:54 WIB 

Bola Calon Independen Pilkada DKI di Tangan PKS

Ramdhan Muhaimin - detikcom

 

Jakarta - Desakan memunculkan calon independen dalam Pilkada DKI Jakarta
semakin kuat. PKS pun dinilai memiliki peran penting mendesak munculnya
calon independen.

 

"Sekarang ini bolanya ada di PKS. Kalau PKS tidak mendaftar calonnya,
berarti ada space untuk calon independen muncul," kata Direktur Lembaga
Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani.

 

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi panel bertajuk 'Pilkada DKI Jakarta
2007 Harus Mengakomodir Calon Independen' di Wisma Nusantara, Jl Medan
Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (6/6/2007).

 

Dia mengatakan, jika PKS berani membatalkan pendaftaran calonnya hingga
batas akhir 7 Juni, maka partai Islam berlambang bulan sabit kembar itu
memiliki keuntungan politis.

 

"Karena kalau head to head, saya pikir sudah jelas siapa yang akan menang.
Karena itu sebaiknya ditunda," imbuh Saiful.

 

Pandangan senada disampaikan pengamat politik Fadjroel Rachman. Dia mendesak
PKS menunda pencalonan, karena jika PKS memaksakan mendaftarkan jagoannya,
maka akan mengalami kerugian.

 

Apalagi menurut Fadjroel, suara golput di DKI Jakarta berdasar Pemilu 2004
sangat tinggi. "Jadi Jakarta ini sebenarnya bukan milik parpol mana pun,
tapi milik golongan putih," terangnya.

 

7 Juni besok, Mahkamah Konstitusi baru akan mengeluarkan keputusan lolos
tidaknya usulan calon independen sejumlah kalangan. Usulan itu dalam bentuk
peninjauan kembali UU 23/2004 tentang Pemda. (nvt/nrl)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/tim
e/115451/idnews/790059/idkanal/10

 

 

 

06/06/2007 12:22 WIB 

Cuma 2 Pasang Cagub, Pilkada DKI Hanya Mainan Orde Baru

Ramdhan Muhaimin - detikcom

 

Jakarta - Gemerincing mainan baru Orde Baru mulai terdengar di tengah hiruk
pikuknya persiapan Pilkada DKI Jakarta. Itu terlihat dari munculnya 2 pasang
cagub.

 

"Ini semua adalah mainan Orde Baru. Kita harus mewaspadai permainan ini. Ini
tidak lain cara-cara Partai Golkar yang ujungnya adalah pemenangan 2009,"
kata pengamat ekonomi politik UI Faisal Basri.

 

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi panel bertajuk 'Pilkada DKI Jakarta
2007 Harus Mengakomodir Calon Independen' di Wisma Nusantara, Jl Medan
Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (6/6/2007).

 

Faisal mengatakan, sejak awal dua kubu yang yang saling berhadapan, yaitu
PKS dan Koalisi Jakarta, selalu dibenturkan isu-isu ideologis. Padahal isu
tersebut sengaja dihembuskan Partai Golkar untuk menghantam PKS, dengan
menggunakan kekuatan partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Jakarta.

 

"Masalah kita adalah dengan Partai Golkar. Yang dimunculkan isunya
seakan-akan PKS itu musuhnya PDIP, dan PDIP adalah musuhnya PKS. Mereka itu
sebenarnya bukan musuh, tapi musuh bersama itu adalah Partai Golkar yang
kembali ingin menguasai Ibukota," jelas dia.

 

Bahkan menurut pria berkacama ini, jika riwayat hidup yang diusung Koalisi
Jakarta diperiksa, maka bisa diketahui figur yang diusung itu tak lain
adalah kader Golkar. Koalisi Jakarta dinilai terjebak dalam permainan
Golkar, tak terkecuali PDIP.

 

"Cek saja riwayat Fauzi Bowo. Lahir batin adalah Partai Golkar. Hanya saja
kebanyakan kita tidak sadar kalau kita dimainkan mereka," cetus Faisal.

 

Dia pun meminta PKS menunda pendaftaran pasangan calonnya. Alasannya, agar
muncul figur alternatif atau calon independen yang tidak terjebak skenario
permainan Golkar.

 

Faisal lantas mencontohkan skenario permainan dalam pemilihan pimpinan DPRD
DKI lalu. Pada saat itu, Ade Surapriyatna (kini Ketua DPRD) yang notabene
orang Golkar, menghembuskan isu agar jangan memilih Ketua DPRD dari PKS,
jika DKI tidak ingin Jakarta dijadikan kota Taliban.

 

"Dan ternyata isu itu berhasil mempengaruhi mayoritas fraksi. Padahal Golkar
kalah dalam pemilu legislatif. Dan ini yang mau dilakukan lagi di Pilkada
DKI," beber Faisal. (nvt/sss)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/tim
e/122216/idnews/790080/idkanal/10

 


Kirim email ke