Sepi Cagub Ancam Kelangsungan Pilkada DKI

Pengamat: Cuma Lawan Foke, Peluang Adang Makin Besar

Warga Apatis, Golput Meningkat

PKS: Adang Maju Terus Meski Hanya Lawan Fauzi Bowo

PKS Datangi KPUD, Konsultasi Pendaftaran Adang-Dani

 

 

06/06/2007 09:06 WIB 

Sepi Cagub Ancam Kelangsungan Pilkada DKI

Rafiqa Qurrata A - detikcom

 

Jakarta - Pilkada DKI Jakarta masih sepi peminat. Sampai hari ini, belum ada
satu pun pasangan cagub-cawagub yang mengembalikan formulir pendaftaran ke
Komisi Pemilhan Umum Daerah (KPUD). Kelangsungan Pilkada Jakarta 2007 pun
terancam.

 

"Memang akibatnya nanti semua jadwal akan berubah. Tanggal pencoblosan yang
seharusnya 8 Agustus juga bisa mundur," kata Ketua KPUD DKI Jakarta, Juri
Ardiantoro kepada detikcom, Rabu (6/6/2007).

 

Menurut undang-undang, pilkada tak bisa digelar jika calon yang mendaftar
hanya sepasang. Masa pendaftaran calon pun diundur selama 30 hari dari batas
akhir penutupan. Apa yang terjadi jika dalam waktu 30 hari itu masih belum
muncul juga?

 

"KPUD akan menggelar proses ulang. Artinya semuanya akan dimulai baru lagi,"
jelas Juri.

 

Namun, kata Juri, warga Jakarta tak perlu khawatir dengan kekosongan kursi
Gubernur selama penundaan pilkada. Pejabat sementara dipastikan tetap ada.
"Siapa itu nanti saya tidak tahu. Mungkin Depdagri yang akan menetapkan,"
pungkasnya. (fiq/bal)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/tim
e/090629/idnews/789882/idkanal/10

 

 

 

06/06/2007 08:34 WIB 

Pengamat: Cuma Lawan Foke, Peluang Adang Makin Besar

Rafiqa Qurrata A - detikcom

 

Jakarta - Jika pilkada DKI Jakarta hanya mempertemukan pasangan Adang
Daradjatun-Dani Anwar melawan Fauzi Bowo-Prijanto, kemenangan diprediksi
akan diraih kubu Adang-Dani. Alasannya tingkat partisipasi menurun sedangkan
konsistensi massa PKS dinilai cukup solid.

 

"Kalau calon cuma dua, tingkat partisipasi masyarakat makin turun. Artinya

peluang Adang untuk kalahkan Foke jadi besar. Karena pendukung Adang,
terutama dari PKS, cukup solid," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M
Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (6/6/2007).

 

Prediksi itu, kata Qodari, dapat dihitung dari tingkat partisipasi pemilih

di Jakarta. Asumsi awalnya, pemilih yang berpartisipasi dalam Pilkada hanya
50 persen dari seluruh warga DKI Jakarta.

 

"Pemilih di daerah perkotaan tak terlalu antusias dalam pendaftaran.
Kebanyakan dari mereka juga sibuk," ujar Qodari.

 

Qodari menambahkan jika hanya Adang vs Foke yang bertarung, angka
partisipasi diramalkan akan menurun lagi. Qodari memperkirakan jumlah
pemilih yang mencoblos tinggal 40 persen saja. "Karena calon cuma dua, orang
jadi apatis," imbuh Qodari. 

 

Dari 40 persen itu, dia memperkirakan, sekitar 23 persen merupakan warga
ibukota yang mendukung PKS dalam pemilu 2004 lalu diperkirakan tetap
konsisten. Artinya, 23 persen pencoblos PKS juga akan mencoblos Adang.
Sisanya, tinggal 17 persen yang memilih Foke. "Jadi dengan pertarungan
fifty-fifty itu, anti klimaks ke Fauzi Bowo," ujar Qodari.

 

Bagaimanapun, hitung-hitungan ini hanyalah prediksi. Kita tahu, dalam
politik semua bisa saja terjadi. Jadi, tunggu saja tanggal mainnya!
(fiq/bal)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/tim
e/083456/idnews/789867/idkanal/10

 

 

 

06/06/2007 08:07 WIB 

Cagub Cuma 2 Pasang 

Warga Apatis, Golput Meningkat

Rafiqa Qurrata A - detikcom

 

Jakarta - Jumlah pemilih golongan putih alias golput diramalkan meningkat
pada Pilkada DKI Jakarta 2007. Apalagi jika pasangan cagub-cawagub yang akan
meramaikan pilkada tak lebih dari dua.

 

"Karena calon cuma dua, orang jadi apatis," kata Direktur Eksekutif Indo
Barometer M Qodari dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (6/6/2007).

 

Qodari menyayangkan jika pilihan masyarakat hanya Fauzi Bowo-Prijanto dan
Adang Daradjatun-Dani Anwar. "Sedikit pilihan membuat sebagian warga Jakarta
merasa tidak terwakili," imbuh Qodari.

 

Peluang Sarwono Kusumaatmadja-Jeffrie Geovanie untuk maju sebagai kandidat
independen dipandang sulit. Penyebabnya, pintu legal formal tertutup bagi
calon yang tidak diusung partai.

 

"Tapi kan ada peluang lewat pembahasan revisi Undang-undang No 34 Tahun 1999
tentang DKI Jakarta," kata Qodari.

 

Meskipun peluangnya kecil, usulan calon independen bisa dimasukkan dalam
bahasan. "Artinya, harus ada revisi yang substansial untuk memperjuangkan
pintu bagi calon independen," pungkasnya. (fiq/bal)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/tim
e/080724/idnews/789854/idkanal/10

 

 

 

06/06/2007 07:36 WIB 

PKS: Adang Maju Terus Meski Hanya Lawan Fauzi Bowo

Rafiqa Qurrata A - detikcom

 

Jakarta - Sebagai partai pengusung Adang Daradjatun-Dani Anwar, PKS
menegaskan akan terus maju dalam pilkada DKI Jakarta meski lawan yang
dihadapinya hanya satu pasang.

 

Setelah mundurnya pasangan Sarwono Kusumaatmadja-Jeffrie Geovanie yang
semula akan diusung PKB dan PAN, otomatis lawan yang dihadapi pasangan
Adang-Dani adalah pasangan yang diusung Koalisi Jakarta Fauzi Bowo-Prijanto.

 

Isu yang beredar, kubu PKS akan menarik jagonya karena menilai peluang head
to head dengan pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang didukung banyak partai akan
kecil.

 

"Insya Allah kami jalan terus. Kenapa tidak jadi? Memangnya kenapa kalau
hanya dua calon?" tegas Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana dalam
perbincangan dengan detikcom, Rabu (6/6/2007).

 

PKS, kata pria yang akrab disapa Sani itu, memang menyayangkan baru dua
pasang calon saja yang dipastikan bisa ikut pilkada. Padahal menurutnya
jabatan Gubernur DKI Jakarta memiliki peranan penting di negara ini. "Tapi
itu tidak berarti kami menarik Pak Adang," kata Triwisaksana.

 

Saat ditanya mengenai gelagat pihak tertentu untuk memundurkan waktu
Pilkada, Triwisaksana enggan berkomentar. "Saya tidak tahu soal itu," kilah
pria berkaca mata ini.

 

Dia menambahkan, pasangan Adang-Dani yang diusung PKS tidak ciut nyali
melawan Foke. "Siapa yang paling bisa mendekat pada rakyat, mereka yang jadi
pemenang," pungkasnya. (fiq/bal)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/tim
e/073601/idnews/789830/idkanal/10

 

 

 

06/06/2007 07:17 WIB 

PKS Datangi KPUD, Konsultasi Pendaftaran Adang-Dani

Rafiqa Qurrata A - detikcom

 

Jakarta - Pilkada DKI Jakarta sudah di depan mata. Dua pasangan calon sudah
bersiap untuk meramaikan pesta demokrasi ibukota. Namun rupanya masih ada
yang mengganjal PKS, partai pengusung Adang Daradjatun-Dani Anwar.

 

"Saya nanti mau datang ke KPUD, didampingi jajaran pengurus DPW PKS
Jakarta," kata Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana ketika dihubungi
detikcom, Rabu (6/6/2007).

 

PKS, kata Triwisaksana, hendak melakukan konsultasi dengan Komisi Pemilihan
Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta. Konsultasi itu terkait dengan persiapan
Pilkada DKI 2007. "Kami minta penjelasan tentang pendaftaran calon," tutur
Triwisaksana yang akrab disapa Sani.

 

Menurut Triwisaksana, jajaran pengurus dan kader PKS sudah sangat
bersemangat untuk mengikuti Pilkada DKI. PKS juga memastikan tidak akan
menarik Adang-Dani dari bursa pilkada.

 

"Kami jalan terus, apa pun kemungkinan yang akan terjadi," tegas
Triwisaksana. (fiq/bal)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/06/tim
e/071719/idnews/789822/idkanal/10

 

Kirim email ke