Kalau untuk alasan keamanan, bolehlah di BPN alokasi tanah militer tidak 
dipublikasikan ke umum (atau bahkan tak bisa di-zoom in oleh Google Maps).
Tapi kalau untuk alasan 'bisnis militer', jangan dong rakyat yang sengsara.

Yang pasti ada 2 masalah yang harus disortir dan dituntaskan hingga ke akar:

1. Institusi TNI itu sendiri (belajar HAM, belajar sabar)
2. Birokrasi administrasi (transparansi dkk yang good governance)

Terakhir, biasanya umur black lawyer lebih panjang dari orang baik, but hey if 
you're gonna be da devil's advocate, who's da devil then?

Indra

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                     
 KOMPAS
 Selasa, 05 Juni 2007  
  
    Kekerasan dan Birokrasi  
 
R Herlambang Perdana   
Mengejutkan dan menyakitkan. Saat terjadi  tragedi penembakan terhadap petani 
kisma oleh oknum marinir TNI AL di Desa Alas  Tlogo, Kabupaten Pasuruan (30/5), 
di UGM Yogyakarta sedang digelar seminar yang  terkait akar masalah tragedi 
itu, Land Law and Land Tenure in Post-1998 in  Indonesia: Changes in Rule of 
Law in The Field of Agraria.  
Tragedi penembakan yang menewaskan empat  petani itu seakan mengulang sejarah 








 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke