bung sarman orang mengemukakan pendapat atau pun fakta sebaiknya 
janganlah di-prejudice sebagai menjelekkan islam. dari apa-apa yang 
dikememukakan kita sebaiknya introspeksi, gitu aja kok refooot.
 
pohon/tumbuhan akan memproduksi buah yang sesuai dengan kualitas 
pohon itu sendiri, gitu yang pernah saya dengar. nah sekarang ada 
kecocokan nggak dengan pernyataan tsb realita yang ada?

damai,
sudira

--- In [email protected], "sarman_koe" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Mba Yumelda,
> 
> Saya sepakat dengan Anda. Terlalu picik orang yang apapun yang dia
> dibahas arahnya selalu menjelekkan Islam. 
> 
> Coba pikir, di bagian mana ajaran Islam menghalalkan Korupsi? Islam
> juga tidak membolehkan orang mengemis. Dalam satu Hadits 
disebutkan:
> Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah
> (peminta-minta) seperti yang dilakukan oleh LSM-LSM itu. Ketika 
hukum
> potong tangan diterapkan bagi pencuri, penghujat Islam ini 
mengatakan
> tidak manusiawi. Sementara dalam Islam, hukum potong tangan jelas
> bertujuan memberikan efek jera dan upaya supaya orang tidak 
mencuri.  
> 
> Halah... penghujat Islam kek gini rata-rata sok suci saja. Pengemis
> pada Amerika. Sudahlah, cape kita meladeni orang yang "Sejak dalam
> pikiran sudah tidak bisa berbuat adil" terhadap Islam.
> 
> Salam,
> Sarman
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Yumelda Chaniago <yumelda@> 
wrote:
> >
> > Hiiihhiiiii setuju mas, saya juga sering merasa lucu dgn 
segelintir
> org di milis ini, yg sedikit-sedikit selalu mengaitkan segala hal 
yg
> terjadi (khususnya seh yg bernada negatif) dgn agama Islam. 
Kesannya
> kok ya Islam itu jeulekkk bener. Padahal kalo saya perhatiin di 
milis
> ini justru pihak yg dijelek-jelekin itu nggak ada yg punya hobi
> ngejelekin agama org lain. Kalau lagi baca postingan yg negatif spt
> itu di milis ini dalam hati saya ketawa geli trus ngebatin A B C D
> alias Aduh Boo Capee Dehh!!!!
> > 
> > 
> > ----- Original Message -----
> > From: [email protected] <[email protected]>
> > To: [email protected] <[email protected]>
> > Sent: Sun Jun 03 16:34:35 2007
> > Subject: Re: [mediacare] Menteri DKP Rokhmin Dahuri Tidak Merasa
> Korupsi !!!
> > 
> > Wow.....kalau anda menginginkan Rohin Dahuri dipenjara saya 
setuju
> saja, karena dia itu emang korupsi. Tapi soal analogai anda soal
> terima gaji yang diberikan ke pengemis dan itu sama dengan yang
> dilakukan Rohkmin, sebagai bentuk korupsi yang dihalahkan
> Islam...hehhe saya pikir gak penting untuk dibahas, kagak bikin
> pinter. Adanya malah bikin keblinger. Jadi cukup itu ajeh ye..
> > 
> > Hafsah Salim <muskitawati@> wrote:
> > 
> >         Menteri DKP Rokhmin Dahuri Tidak Merasa Korupsi !!!
> > 
> >         Kembali terulang masalah yang sama seperti halnya bekas
> Menteri agama
> >         yang telah berada dipenjara, juga Rokhmin Dahuri bekas
> Menteri DKP
> >         tidak merasa korupsi dan merasa didholimi. Apakah kasus
> seperti ini
> >         harus terus menerus berulang tanpa mau mempelajari 
sebab2nya???
> > 
> >         Penyebabnya sederhana, Ajaran Islam adalah sumber korupsi
> yang paling
> >         parah yang melanda Republik ini. Sudah waktunya negara 
ini
> memilih
> >         dan mengangkat menteri ataupun pejabat yang benar2
> bertanggung jawab
> >         kepada negara dan bangsanya bukan kepada Allah dan 
agamanya.
> > 
> >         Pemahaman Islam bahwa undang2 negara tak perlu dipatuhi
> karena buatan
> >         manusia, dan yang buatan Allah itulah yang harus 
dipatuhi yaitu
> >         ajaran agama yang harus menjadi landasan hukum negara dan
> hidup ini.
> >         Jelas, pemahaman seperti ini akan cepat atau lambat
> menghancurkan
> >         negara ini dari dalamnya sendiri.
> > 
> >         Islam menghalalkan korupsi dan mengharamkan mencuri. 
Pemahaman
> >         inilah yang harus diajarkan disemua tempat yang terkait 
dengan
> >         khotbah2 agama untuk diwaspadai setiap umat Islam. 
Korupsi tidak
> >         sama dengan mencuri, karena secara managerial memang 
korupsi
> bukanlah
> >         mencuri, dan pencuri bukanlah koruptor.
> > 
> >         Kita harus menguasai definisi "Mencuri" dalam agama yang 
adalah
> >         mengambil hak orang lain, mengambil barang yang bukan 
berada
> dibawah
> >         tanggung jawabnya.
> > 
> >         JADI KALO BERDASARKAN DEFINISI AGAMA, APABILA ANDA 
MENGAMBIL
> BARANG
> >         ATAUPUN MENGGUNAKAN UANG YANG BERADA DIBAWAH TANGGUNG 
JAWAB
> ANDA,
> >         MAKA HAL ITU HALAL. Contohnya, gaji anda sebulan anda
> berikan kepada
> >         pengemis....... maka ini bukanlah mencuri dan halal 
dalam Islam
> >         bahkan merupakan pahala.
> > 
> >         Tapi dizaman modern sekarang ini, hukum sudah berkembang
> jauh lebih
> >         dalam daripada yang dipahami umat Islam. Meskipun gaji 
anda itu
> >         berada dibawah tanggung jawab anda, bahkan memang milik
> anda, tapi
> >         kalo anda punya anak isteri yang tidak setuju dengan
> tindakan anda
> >         memberikan semua gaji sebulan yang anda terima kepada
> pengemis atau
> >         kepada yayasan yatim piatu, maka secara hukum anda 
salah, karena
> >         meskipun gaji anda berada dibawah tanggung jawab anda, 
namun
> gaji itu
> >         bukanlah milik anda, tetapi juga milik anak isteri anda 
yang
> berhak
> >         mengontrol kemana hilangnya gaji anda itu. HAL2 SEPERTI
> INILAH YANG
> >         TIDAK DIKENAL DALAM AJARAN ISLAM, BAHKAN DI INDONESIA 
TIDAK
> DIAJARKAN
> >         DI-SEKOLAH SEPERTI HALNYA DI-NEGARA2 MAJU.
> > 
> >         Bisalah dibayangkan betapa hancurnya negara ini dengan
> pejabat2 yang
> >         tunduk kepada hukum Islam dan mengabaikan hukum negara
> karena buatan
> >         manusia. Menentang hukum buatan manusia halal, tapi
> melanggar hukum
> >         agama haram. Akibatnya kita lihat sendiri, bahkan 
menteri yang
> >         jelas2 Korupsi tidak merasa korupsi karena dia merasa 
sebagai
> >         penanggung jawab Departement-nya berhak mengatur kemana 
uang itu
> >         harus disalurkan sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai
> menteri.
> >         Akibatnya uang negara disumbangkan kepada yayasan2 agama
> dimana sang
> >         menteri duduk sebagai anggauta terhormat, padahal uang
> negara itu
> >         mempunyai alokasi yang telah ditentukan oleh kebutuhan
> Departementnya.
> > 
> >         Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > 


Kirim email ke