Ini dari Airliners.com
http://www.airliners.net/info/stats.main?id=257

The advanced N250 is the Indonesian aerospace industry's most ambitious
project yet but in late 1998 looked in danger of stalling due to the Asian
financial crisis.

IPTN announced development of the N250 at the 1989 Paris Airshow. Prototype
construction began in 1992 but by this stage calculations showed that the 50
seater would be overweight, and so IPTN decided to stretch the basic
aircraft to seat 64 to 68 passengers. At the time only the first prototype
was to be built to the 50 seat N250 standard, subsequent aircraft would have
been to the larger N250100 specification. However in late 1995 this plan was
amended and the 50 seat N25050 was again added to the model line-up
alongside the larger N250100.

Features of the N250 include flybywire, a glass EFIS Rockwell Collins Pro
Line 4 avionics system and Allison AE 2100 turboprops.

The N-270 is a planned 70 seat, 3m (10ft) stretched development which would
be built in the USA by AMRAI (American Regional Aircraft Aircraft
Industries). IPTN, General Electric and US investors established AMRAI to
build the N270 at Mobile, Alabama but delays in the program have stalled
this project. In 1997 IPTN also negotiated with Euro Regional Aircraft
Industry (ERAI) to build the N-250-100 in Germany.

PA1, the 50 seat first prototype, first flew on August 10 1995, while PA2,
the first N-250-100 development aircraft, began test flying in 1997. Work on
a third prototype had virtually come to a complete stop by late 1998 and
plans to build a fourth have been scrapped.

Indonesian certification was originally scheduled for mid 1997 and US
certification for late 1997, but certification compliance issues and the
Asian financial crisis conspired to delay the program and possibly stall it
all together.
 *Performance*    N25050 - Max cruising speed 610km/h (330kt), economical
cruising speed 555km/h (300kt). Initial rate of climb 1970ft/min. Service
ceiling 25,000ft. Range with 50 passengers and standard fuel 1480km (800nm),
range with 50 passengers and optional fuel 2040km (1100nm).

 *Weights*    N25050 - Operating empty 13,665kg (30,125lb), max takeoff
22,000kg (48,500lb). N-250100 - Operating empty 15,700kg (34,612lb), max
takeoff 24,800kg (54,675lb).

 *Dimensions*    N25050 - Wing span 28.00m (91ft 11in), length 26.30m (86ft
4in), height 8.37m (27ft 6in). Wing area 65.0m2 (700sq ft). N-250100 - Same
except length 28.12m (92ft 3in), height 8.78m (28ft 10in).

 *Capacity*    Flightcrew of two. Typical accommodation in N25050 for 50 to
54. N250100 will seat up to 62 to 64 passengers at four abreast at 81cm
(32in) pitch, 68 at 76cm (30in) pitch, or 60 at 81cm (32in) with optional
extra cargo.

 *Production*    At late 1998 firm orders stood at over 30.




On 6/15/07, muskita wati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  --- "M. Irwan Hrp" <[EMAIL PROTECTED] <mirwanhrp%40gmail.com>> wrote:
> Bisa minta nama 3 alumni ITB tersebut biar langsung
> saya forward ke milist

Saya tidak ingat namanya, dan juga mereka bukan orang
penting bagi saya tapi orang penting bagi Habibie.
Andaikata pun saya ingat nama mereka, tak mungkin saya
sebarkan di milis karena etika tak boleh melakukan
hal itu.

Buat apa saya takut menyebarkan nama ketiga orang ITB
ini yang jadi orang suruhan Habibie??? Bahkan Habibie
yang jadi boss-nya saja tidak kuatir saya bongkar tipu
busuknya disini, apalagi cuma ketiga orang ITB itu???
Ketiga orang ITB itu enggak bisa disalahkan, mereka
itu khan cuma dibawah perintah Habibie, dan tanggung
jawabnya berada justru ditangan Habibie sendiri.

Akal2an memproduksi pesawat tsb di Amerika juga bisa
anda baca dari laporan di web dibawah ini:

http://doc.utwente.nl/51022/1/High_technology_in_developing_countries.pdf

> Ikatan Alumni ITB. Karena saya memandang masalah ini
> menjadi masalah pencemaran nama baik Aerospace
> Engineer Indonesia (even saya bukan aerospace
> engineer).
>

Mencemarkan nama baiknya siapa??? Habibie mencemarkan
namanya sendiri dengan menyatakan ciptaan pesawatnya
berasal dari Alquran, dia juga mencemarkan nama
baiknya sendiri dengan menipu bangsanya dengan pabrik
layangan yang dinamakan pabrik pesawat, dia
mencemarkan nama baiknya sendiri dengan melakukan
korupsi, dan dari website dibawah ini dia juga sudah
menjadi bahan olok2an negara2 tetangga diseluruh Asia:

http://www.atimes.com/atimes/Southeast_Asia/EG17Ae02.html

Bahkan di Indonesia sendiri dia di-olok2an oleh
seluruh koleganya, karena sejak baru diusulkan
pembangunan pabrik ini sudah menuai kritik seluruh
ahli2 di Indonesia di segala bidang.

Di Indonesia enggak ada yang membanggakan project
Habibie ini selain Suharto. Bangkrutnya IPTN ini pun
bukan semata terjadi alamiah, melainkan juga merupakan
keputusan pemerintah baru yang menghentikan semua dana
kepada IPTN karena memang tidak logis sebuah pabrik
pesawat dibiayai dengan dana pemerintah yang berasal
dari uang rakyatnya sementara belum pernah ada usaha
pemerintah yang berhasil berjalan dan mampu
mengembalikan uang rakyatnya.

> O ya, FYI, saya jauh lebih mengunggulkan Habibie
> ketimbang Anda. Habibie jelas terkenal di dunia,
baca
> tulisan yang saya forward dari salah seorang
> alumni MIT.
>

Anda stupid, kapan ada tulisan saya yang meminta agar
pembaca mengunggulkan diri saya???? Yang sok
mengunggulkan itu justru anda, termasuk juga Habibie.
Apakah anda menjadi bibit unggul hanya dengan
mengunggulkan Habibie??? Negara dan bangsa anda sudah
berada atau terperosok kejurang yang tidak ada jalan
keluarnya selain menipu rakyatnya sendiri akibat
project Habibie yang anda unggulkan itu. Kalo saya
pribadi tidak melibatkan dengan project penipuan ini.

Layangan itu enggak perlu kontrol komputer cukup
dikontrol dengan benang oleh operatornya yang
mempermainkan benang ini dengan tarik ulur. Tapi kalo
cuaca buruk, layangannya singit dan nyungsep ke bumi.

Apa bedanya dengan pabrik N250 yang juga tidak perlu
kontrol komputer dan operatornya hanya pilot yang juga
cuma tarik ulur belok kiri dan kanan dengan ketinggian
dibawah 10 ribu feet setinggi layang2 biasa, yang kalo
cuaca buruk pesawat jadi lepas kontrol dan nyungsep ke
bumi !!!!

Pabrik pesawat di China yang sudah bersertifikat
sekalipun ternyata hanya hidupnya senen kemis meskipun
belum sampai pada bangkrut.

Habibie membangun pabrik pesawatnya dari pengalaman
bermain layangan. Lalua dimana letak teknologi tinggi
nya itu ???? Mesin pesawat dibeli dari Cessna,
baut2nya diimport dari luar negeri, tubuh pesawat juga
dibeli sudah jadi dari luar negeri sepotong2 untuk
dirakit didalam negeri, lalu teknologi mana yang bisa
dianggap sebagai teknologi tinggi ???? Stupid bukan,
bahkan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik
layangan ini menyebabkan hancurnya ekonomi negara dan
menjerumuskan bangsa anda kedalam jurang penderitaan
dan malapetaka hingga tak bisa lagi keluar dari lumpur
yang kotor. Apanya yang mau dibanggakan??? Siapa
yang mencemarkan dan siapa yang dicemarkan nama
baiknya ???

Sebaiknya anda meresponse tulisan2 saya ini di millist
jangan di Japri, biarlah semua pembaca ikut membacanya
sehingga bisa mempertimbangkan secara adil apakah
argument anda valid atau irassional.
.



Kirim email ke