IIIHIMsight ed. 17 Juni 2007
  HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
  HIMblog! : http://himfiles.blogs.friendster.com
   
   
  HIMtv
  Beberapa teman kantor penulis minggu2 belakangan ini sudah tidak tertarik 
lagi membahas soal sinetron “Intan”. Kebanyakan mereka beranggapan ceritanya 
sudah melenceng, tidak fokus lagi, dan melebar kemana-mana tepatnya setelah ada 
adegan perkawinan. Penulis sendiri sebenarnya tidak begitu familiar dengan 
sinetron2 kejar tayang seperti itu, maklum bukan penikmat. Tetapi dari kasus 
ini bisa diambil satu kesimpulan bahwa bila rating masih tinggi, mengapa sebuah 
program pengeruk iklan harus berhenti di tengah jalan. Maka tak heran cerita 
yang seharusnya sudah habis pun diperpanjang lagi masa “tayangnya”.
  Contoh paling “bersejarah” tentu saja kisah sinetron “Tersanjung” yang kalau 
mencomot istilah software, sudah rilis sampai versi ke-6. Aktor pemainnya pun 
bongkar pasang, dari awal sebuah pasangan yang sering diganggu mertua, punya 
anak, sampai punya cucu. Greget bahwa sinetron itu bisa bertahan lama bukan 
karena skenarionya yang lumayan berliku, namun karena pemirsa penasaran kapan 
nich sinetron tamat, he he…. 
  Sebenarnya pengelola tv jangan kemaruk memanfaatkan momentum saat sebuah 
program bertahan di puncak. Dalam industri broadcast amrik, mungkin anda kenal 
yang namanya istilah “season”, itupun formatnya berbeda antara yang dinamakan 
film seri, serial, sampai opera sabun. Lha, kalau disini nyaris sinetron 
dibikin atas dasar trend. Ada pengecualian untuk beberapa tahun terakhir ini 
dimana sinetron2 berlabel religius yang biasanya nongol di bulan puasa, kini 
formatnya bisa muncul sepanjang tahun,sehingga nggak ada istimewanya lagi 
antara tayangan di bulan normal dengan di bulan Ramadhan, kecuali dalam hal 
frekuensi penayangannya saja.
  Seperti yang pernah disinggung dalam beberapa artikel terdahulu, mungkin ada 
baiknya dibikin format ala mini seri. Bila digemari masyarakat, buat sekuelnya 
dengan jeda waktu untuk pembuatan skenario yang lebih mantap tapi jangan aji 
mumpung. Seperti misal seperti sukses Meteor Garden yang dibuat sekuelnya tapi 
nggak sampai tuch dibikin maksa jadi trilogy.    
   
   
  HIMovie
  Sejak bulan Mei 2007, penikmat tontonan layar lebar disuguhi rentetan film 
sekuel, mulai dari : Spiderman 3, Shrek 3, Fantastic Four 2, Pirates of the 
Carribean 3, dan Ocean’s Thirteen. Segera menyusul : The Bourne Ultimatum ( 
sebelumnya ada The Bourne Identity & The Bourne Supremacy ), Die Hard or live 
free ( sekuel keempat dari tokoh John McClane, setelah sukses trilogi Die Hard 
), dan tentunya Harry Potter & the order of the phoenix ( sekuel film kelima, 
sekalianm peluncuran buku edisi final Harry Potter ). Buat yang hendak 
bernostalgia dengan era program televisi 90an, sebentar lagi ada : Transformers 
dan The Simpsons Movie ( in 2D ). 
  Lha, beda banget dengan suguhan film Indonesia yang trend-nya bikin tema 
horror melulu, yang tadinya begitu marak di televise sekarang beralih ke layar 
perak. Lihat saja “bintang utamanya”, mulai dari pocong, sundel bolong, 
kuntilanak, jelangkung, pokoke hantu-hantuan gitu. Sekuel film yang lumayan 
sukses belakangan ini paling bisa disebut Naga Bonar (jadi) 2. Sementara film2 
lumayan laris ala Ada apa dengan cinta, Arisan, Heart, dan Jomblo malah 
“sekuelnya” dilanjutkan dalam konsep tv series yang sayangnya nggak begitu 
bertahan lama.
   
   
  HIM&thecity
  Selamat ulang tahun Jakarta. Usianya sudah 480 tahun, nich ! Meski masih saja 
ada perdebatan apakah benar tanggal 22 Juni 1527 itu tanggal lahirnya ibukota 
negeri ini, tokh memang Jakarta memang menjadi magnet bagi kaum pendatang. 
Sayangnya baru sebatas kota tempat mencari nafkah, bukan sebagai rumah yang 
ramah bagi warga maupun para tamunya. Tingkat kriminalitas masih tinggi, kaum 
pengangguran bertebaran, dan kesumpekan transportasi umum masih menjadi wajah 
buruh kota metropolitan.
  Penulis hendak mengambil sample saja dari sekitar lokasi tempat bermukim 
sebagai gambaran kecil, tepatnya di kawasan Kelapa Gading. Dari empat penjuru 
mata angin, suasananya sudah dikepung deretan ruko plus apartemen. Mal maupun 
pusat perbelanjaan seolah belum mencapai titik jenuh, meski pada kenyataannya 
kompetisi yang ada mengakibatkan beberapa lokasi justru masih kosong tanpa 
aktifitas penjualan.
  Dengan lahan terbatas yang kian menyempit, masih bisakah penulis berharap ada 
ruang public di Kelapa Gading yang dapat dimanfaatkan untuk taman kota, 
lapangan olahraga, atau perpustakaan ? Bahkan bila Singapura sudah menerapkan 
kebijakan area koneksi hotspot gratis di beberapa lokasi untuk warganya, 
mestinya pengembang Kelapa Gading bisa donk membuatkan infrastruktur jaringan 
tersebut. Jadi fasilitas wi-fi bukan sebatas berlokasi di cafe2 tempat ngerumpi 
atau internal pusat pertokoan. Bila sukses, siapa tahu bisa jadi langkah awal 
menuju Jakarta sebagai hi-tech city J, lebih maju dan dinamis. 
     
   
  HIMoments this week :
  Ready or not ( After 7 )
   
   
  HIMoments2007 Jan-Jun. Available now @ HIMblog! ( 
http://himfiles.blogs.friendster.com )
  Jan 07 : Tell me you love ( Vina Morales ), A shoulder to cry on ( Tommy Page 
), 
  Feb 07 : You ( Basil Valdez ), If you go away ( NKOTB ), 
  Mrt 07 : Runaway ( The Corrs ), Especially for you ( Kylie Minogue & Jason 
Donovan ), 
  Apr 07 : The real thing ( Bobby Caldwell ), Let’s wait awhile ( Janet Jackson 
)
  Mei 07 : Next to you ( Jeremaine Jackson ), We love to love ( PM Samson & 
Double Key )
  Jun 07 : Roxann ( Jay Graydon ), Ready or not ( After 7 )
  Also catch the new ed. Jul - Agt 07 only on : [EMAIL PROTECTED]
   
   
   
  HIMtertainmentSound is provided by :
  Retromantic of HardrockFM87.6
  Rhytym of love of  MustangFM88
  Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80’s of KISFM95.1
  One Love of JAKFM101 
   
  HIMsight | HIMpersada10 |  HIMoments
  http://groups.yahoo.com/group/himtertainment
   


              
---------------------------------
 Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos.

Kirim email ke