NDH
--------------------------------------------------------------
17 JUNI 1907/2007
PERINGATAN GUGURNYA 
PAHLAWAN 
SISINGAMANGARAJA XII
AHIR PERANG BATAK-BELANDA
30 TAHUN 1877 -  1907
DASAR HAM HAA (HAK AZASI ALAM)
MENGUSIR KOLONIALISME MENIADAKAN NEKOLIM 
.
BATAK RAYA SATU
MARGA-MARGA + PARMALIM PARHUDAMDAM + KRISTEN + ISLAM 
DAN SAHABATNYA MISAL ACEH DLL
------------------------------------------------------------------
- - http://hariansib.com -
Teladan Sisingamangaraja XII
Posted By Redaksi On 18 Juni, 2007 @ 8:30 am In Tajuk Rencana | No Comments
Peringatan 100 tahun gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII 
dilaksanakan pada hari Minggu (17/6). Peringatan puncak yang dilaksanakan di 
Desa Bakara, Humbang Hasundutan ini adalah sebuah rangkaian untuk mengenang 
kepahlawan Sisingamangaraja XII.
Sisingamangaraja XII adalah tokoh tanah Batak yang namanya menasional karena 
semangat perlawanannya melawan kolonialisme Belanda lebih dari seabad yang 
lalu. Kala itu, karena Belanda ingin menancapkan pengaruhnya sampai ke daratan 
Sumatera, Belanda mengumumkan supaya wilayah Batak takluk dan tunduk.
Namun tak disangka, Raja Sisingamangaraja XII justru membangun kekuatan untuk 
menolak keinginan Belanda tersebut. Maka berkobarlah perang. Heroisme 
Sisingamangaraja XII banyak terlihat dari kemampuannya “menghilang” dalam 
perang melawan musuh. Sisingamangaraja XII memanfaatkan situasi alam yang 
sangat sulit untuk ditembus oleh pasukan Belanda untuk melancarkan perlawanan 
yang banyak merugikan Belanda.
Ada catatan bahwa perlawanan Sisingamangaraja XII dibarengi dengan adanya bukti 
interaksinya dengan kalangan pasukan dari Aceh yang pada saat yang bersamaan 
juga sedang berperang melawan Belanda. Beberapa catatan sejarah memperlihatkan 
hal ini. Bukti ini memperlihatkan betapa inklusifnya Sisingamangaraja XII dalam 
mempertahankan kedaulatan haknya. Sisingamangaraja XII memperlihatkan bahwa di 
masa lalu keterbukaan pun sudah menjadi bagian dari sifat dan karakternya.
Akhirnya Sisingamangaraja XII memang gugur. Dalam perlawanan terakhirnya, 
Sisingamangaraja XII gugur bersama kedua anaknya. Sisingamangaraja XII gugur 
dalam sebuah peristiwa peperangan terakhir. Ia gugur di ujung bedil Belanda. 
Sisingamangaraja XII gugur tanpa pernah menyerah, dan tanpa berkurang 
semangatnya mengobarkan peperangan atas upaya mempertahankan kedaulatannya.
Catatan perlawanan Sisingamangaraja XII adalah sebuah catatan penting untuk 
kita renungkan dan pikirkan ulang sebagai bangsa yang sedang berjuang. Kita 
sedang berjuang untuk melepaskan diri dari persoalan. Kita masih belajar 
berdemokrasi, sedang berjuang melawan kemiskinan, dan sedang berperang melawan 
kebangkrutan kita sebagai bangsa. Apa yang diperlukan?
Salah satu di antaranya adalah semangat. Semangat yang pernah ditunjukkan oleh 
Sisingamangaraja XII. Yaitu semangat untuk maju berperang dan tak pernah undur 
dalam masalah sebesar apapun. Kita perlu semangat untuk membangun, semangat 
yang juga tidak pantang menyerah.
Bangsa ini menurut sebuah pameo adalah bangsa yang telat maju dan telat mikir. 
Kesemuanya terangkum dalam kurangnya semangat kebangsaan. Kita terlanjut 
terpecah ke dalam berbagai persoalan. Polarisasi bangsa ini sudah sangat parah 
sehingga kita selalu berbicara mengenai perbedaan antara kami dan mereka, 
antara aku dan kamu. Padahal jauh sebelum kita, lebih dari 100 tahun yang lalu, 
Sisingamangaraja XII sudah mengobarkan perjuangan dengan melewati dan melintasi 
perbedaan di antara kaumnya dan kaum lain.
Bangsa ini perlu belajar, baik dari para pahlawannya. Peringatan 100 tahun 
wafatnya Sisingamangaraja XII adalah sebuah momentum penting bagi kita untuk 
bangkit dan memperlihatkan diri kita sebagai bangsa yang memiliki pahlawan yang 
menginspirasi setiap gerak langkah kita. Kalau semangat seperti 
Sisingamangaraja XII kita miliki, niscaya pemulihan dan majunya negara kita 
hanyalah masalah waktu saja. Sekali lagi, semangat Sisingamangaraja XII adalah 
semangat untuk membangun negeri ini lebih baik lagi. (***)
________________________________________________________________

Article printed from : http://hariansib.com
URL to article: http://hariansib.com/2007/06/18/teladan-sisingamangaraja-xii/
_______________________________________________________________

Kirim email ke