jangan berprasangka seperti itu :) ....  panggung sandiwara yang paling 
sempurna adalah kehidupan elite negara kita, dan sayangnya tidak ada yang lebih 
tinggi dari mereka yang sanggup menghentikan sandiwara ini
  ----- Original Message ----- 
  From: kuncaraning sari 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, June 20, 2007 12:09 PM
  Subject: Re: [mediacare] Abu Dujana pantas ditembak


  Pertama-tama salut kepada kepolisian Indonesia telah
  berhasil membekuk gembong-gembong teroris di
  Indonesia. Akibat ulah mereka sudah banyak korban
  berjatuhan dan sudah mencemarkan nama bangsa Indonesia
  dimata dunia, Indonesia identik dengn teroris !!! iiih
  seraaaa,

  Banyak pejabat yang asal ngomong spt ketua MPR dari
  PKS itu, benar-benar EMBER... jelas-jelas ABU Dujana
  mengakui perbuatannya., membelanya dengan alasaan HAM.
  COba masih ingat nggak waktu kasus TIBO CS, dia
  ngomong seenak udelnya juga bahwa yang bersalah harus
  dihukum mati padahal banyak membuktikan Tibo CS hanya
  kambing hitam. Ketua MPR kita iini tuli dan pura-pura
  bego. Kemana Amrozi dkk, kok nggak dihukum mati
  ?????????? kalo untuk mereka yang jelas-jelas teroris
  dan mengakui dengan sadar melakukan JIHAD .. dibela
  mati-matian dengan alasan HAM. 

  Jangan-jangan ketua MPR kita penyandang dananya dan 
  gerakan mereka adalah perjuangan beliau juga he
  hehe.. maka beliau ngomong selalu melantur teruus.
  Mimpi kali ye..

  Salam,

  Sari

  --- Handy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  > Adalah pantas apabila Teroris sekelas Abu Dujana
  > Ditembak. 
  > 
  > Tim Pengacara Muslim yang menuntut Den 88 tidak
  > beralasan. Keterangan yang mengatakan bahwa Den 88
  > menembak Abu Dujana dihadapan anak2 nya adalah
  > melanggar HAM terutama perlindungan anak.
  > 
  > Yang seharusnya dituntut ke Komisi Perlindungan Anak
  > adalah Abu Dujana sendiri.
  > 
  > Dengan otak serangkaian pengeboman seperti di Bali
  > dan Hotel JW Marriot. Berapa banyak anak-anak2 yang
  > kehilangan ayahnya yang menjadi korban pengeboman
  > biadab ???
  > P
  > Berapa banyak anak2 yang meringis melihat ayahnya
  > kehilangan kakinya yang dia ketahui pergi untuk
  > bekerja namun, ketika pulang dengan tubuh yang cacat
  > ??
  > 
  > 
  > Ayolah Tim Pengacara Muslim, kalian juga semua
  > berfikir jangan cuma ngomong tapi otak gak ada.
  > 
  > 
  > Salam, Handy
  > 
  > 
  > ----- Original Message ----
  > From: rahmad budi <[EMAIL PROTECTED]>
  > To: [email protected]
  > Sent: Tuesday, June 19, 2007 8:50:48 PM
  > Subject: Re: [mediacare] Abu Dujana - 'Bapak Disuruh
  > Jongkok, Terus Ditembak'
  > 
  > Itu praktik yang biasa
  > 
  > Di tayangan program kriminal televisi Anda pasi
  > sering melihat penjahat berhasil ditembak polisi 
  > setelah mencoba usaha melarikan diri. 
  > Bagaimana cerita sebenarnya?
  > Sungguh polisi-polisi kita adalah para penembak jitu
  > bagaikan Hunter di serial televisi tahun 80-an. 
  > 
  > Banyak penjahat yang ditangkap, lalu dibawa untuk
  > menunjukkan di mana rumah teman-temannya, 
  > lalu di tengah jalan para penjahat itu entah
  > bagaimana bisa kabur.
  > Lalu tiba-tiba muncul di televisi berjalan pincang
  > karena pahanya tertembus mimis. 
  > Polisi bilang, penjahat ini mencoba melarikan diri.
  > 
  > Kepada pers, polisi mengatakan mereka telah memberi
  > dua kali tembakan peringatan.
  > tembakan ketiga baru ditujukan ke kaki penjahat yang
  > sedang belari!
  > 
  > Bayangkan betapa hebatnya bisa menembak kaki yang
  > sedang bergerak cepat itu.
  > 
  > Atau mungkin urutannya berubah?
  > Penjahat disuruh telungkup.
  > Lalu tembakan pertama ke kaki
  > tembakan kedua dan ketiga baru ke udara. 
  > 
  > Atau jangan-jangan ada tarifnya juga
  > Mau bayar berapa?
  > Dua juta untuk peluru di betis
  > Satu juta untuk peluru di paha
  > Kalo cuma Rp 500 ribu peluru di lutut
  > Makin mahal sakitnya makin berkurang
  > 
  > Yang pernah liputan metropolitan pasti tahu
  > cerita-cerita seperti itu.
  > Kata polisi, yah, residivis kagak kapok-kapok.
  > Biar kapok perlu ditembak.
  > Kalo sudah bosan, matiin saja.
  > Tokh mereka beban masyarakat.
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > On 6/19/07, edi santoso <[EMAIL PROTECTED] co.id>
  > wrote:
  > Kutipan dari Republika, kita bisa membayangkan
  > trauma istri dan anak dari Abu Dujana. 
  > 
  > salam jujur
  > santo
  > 
  > 
  > 
  > 19 Juni 2007 
  > 'Bapak Disuruh Jongkok, Terus Ditembak' 
  > dri

  __________________________________________________________
  Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
  http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.472 / Virus Database: 269.9.1/854 - Release Date: 6/19/2007 1:12 
PM

Kirim email ke