Benar itu orangnya atau bukan sih?
Saya takutnya Polri cuma ngejar deadline jadi cari kambing hitam ajah.
Kok cepet banget sih dapetnya.....Ada informan atau gimana yah.
Pertanyaan saya ini jangan di artikan saya "Ny. Muskitawati II" loh....
Right or wrong, Indonesia is my country.....


-------Original Message-------

From: kuncaraning sari
Date: 6/20/2007 12:24:55 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [mediacare] Abu Dujana pantas ditembak

Pertama-tama salut kepada kepolisian Indonesia telah
berhasil membekuk gembong-gembong teroris di
Indonesia. Akibat ulah mereka sudah banyak korban
berjatuhan dan sudah mencemarkan nama bangsa Indonesia
dimata dunia, Indonesia identik dengn teroris !!! iiih
seraaaa,

Banyak pejabat yang asal ngomong spt ketua MPR dari
PKS itu, benar-benar EMBER... jelas-jelas ABU Dujana
mengakui perbuatannya., membelanya dengan alasaan HAM.
COba masih ingat nggak waktu kasus TIBO CS, dia
ngomong seenak udelnya juga bahwa yang bersalah harus
dihukum mati padahal banyak membuktikan Tibo CS hanya
kambing hitam. Ketua MPR kita iini tuli dan pura-pura
bego. Kemana Amrozi dkk, kok nggak dihukum mati
?????????? kalo untuk mereka yang jelas-jelas teroris
dan mengakui dengan sadar melakukan JIHAD .. dibela
mati-matian dengan alasan HAM.

Jangan-jangan ketua MPR kita penyandang dananya dan
gerakan mereka adalah perjuangan beliau juga he
hehe.. maka beliau ngomong selalu melantur teruus.
Mimpi kali ye..

Salam,

Sari

--- Handy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Adalah pantas apabila Teroris sekelas Abu Dujana
> Ditembak.
>
> Tim Pengacara Muslim yang menuntut Den 88 tidak
> beralasan. Keterangan yang mengatakan bahwa Den 88
> menembak Abu Dujana dihadapan anak2 nya adalah
> melanggar HAM terutama perlindungan anak.
>
> Yang seharusnya dituntut ke Komisi Perlindungan Anak
> adalah Abu Dujana sendiri.
>
> Dengan otak serangkaian pengeboman seperti di Bali
> dan Hotel JW Marriot. Berapa banyak anak-anak2 yang
> kehilangan ayahnya yang menjadi korban pengeboman
> biadab ???
> P
> Berapa banyak anak2 yang meringis melihat ayahnya
> kehilangan kakinya yang dia ketahui pergi untuk
> bekerja namun, ketika pulang dengan tubuh yang cacat
> ??
>
>
> Ayolah Tim Pengacara Muslim, kalian juga semua
> berfikir jangan cuma ngomong tapi otak gak ada.
>
>
> Salam, Handy
>
>
> ----- Original Message ----
> From: rahmad budi <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, June 19, 2007 8:50:48 PM
> Subject: Re: [mediacare] Abu Dujana - 'Bapak Disuruh
> Jongkok, Terus Ditembak'
>
> Itu praktik yang biasa
>
> Di tayangan program kriminal televisi Anda pasi
> sering melihat penjahat berhasil ditembak polisi
> setelah mencoba usaha melarikan diri.
> Bagaimana cerita sebenarnya?
> Sungguh polisi-polisi kita adalah para penembak jitu
> bagaikan Hunter di serial televisi tahun 80-an.
>
> Banyak penjahat yang ditangkap, lalu dibawa untuk
> menunjukkan di mana rumah teman-temannya,
> lalu di tengah jalan para penjahat itu entah
> bagaimana bisa kabur.
> Lalu tiba-tiba muncul di televisi berjalan pincang
> karena pahanya tertembus mimis.
> Polisi bilang, penjahat ini mencoba melarikan diri.
>
> Kepada pers, polisi mengatakan mereka telah memberi
> dua kali tembakan peringatan.
> tembakan ketiga baru ditujukan ke kaki penjahat yang
> sedang belari!
>
> Bayangkan betapa hebatnya bisa menembak kaki yang
> sedang bergerak cepat itu.
>
> Atau mungkin urutannya berubah?
> Penjahat disuruh telungkup.
> Lalu tembakan pertama ke kaki
> tembakan kedua dan ketiga baru ke udara.
>
> Atau jangan-jangan ada tarifnya juga
> Mau bayar berapa?
> Dua juta untuk peluru di betis
> Satu juta untuk peluru di paha
> Kalo cuma Rp 500 ribu peluru di lutut
> Makin mahal sakitnya makin berkurang
>
> Yang pernah liputan metropolitan pasti tahu
> cerita-cerita seperti itu.
> Kata polisi, yah, residivis kagak kapok-kapok.
> Biar kapok perlu ditembak.
> Kalo sudah bosan, matiin saja.
> Tokh mereka beban masyarakat.
>
>
>
>
>
>
> On 6/19/07, edi santoso <[EMAIL PROTECTED] co.id>
> wrote:
> Kutipan dari Republika, kita bisa membayangkan
> trauma istri dan anak dari Abu Dujana.
>
> salam jujur
> santo
>
>
>
> 19 Juni 2007
> 'Bapak Disuruh Jongkok, Terus Ditembak'

Kirim email ke