Masalah pantas atau tidak pantas, semuanya berbicara masalah kode etik. Ini bisa jadi bahan perdebatan panjang. Polisi pasti punya alibi untuk itu...
Tapi kalau dikaitkan dengan seorang anak melihat bapaknya berususan dengan polisi, kita seharusnya tidak perlu mebela polisi atau si teroris yang buat resah. Mungkin trauma seorang anak Abu Dujana, tidak akan sebesar trauma anak-anak korban aksi yang dilakukannya (dengan mengatas namakan Tuhan lagi). Apalgi korbanya tidak sedikit. Kalau memang si Abu ini benar-benar real teroris profesional, hal ini sudah terpikirkan. Bahwa suatu saat hal ini terjadi, ditangkap bahkan di bunuh di depan mata orang-orang yang dicintainya (kalau benar-benar cinta), bahwa suatu saat dia akan dijauhi keluarga atau bahkan dimusuhi anak-nya sendiri. Bisa jadi hal ini sudah disiapkan, dengan mendidik anaknya untuk berbesar jiwa dengan berbagai resiko yang bakal terjadi atas aksi-nya. Kebanyakan teroris besar sering memutus hubungan dengan keluarga, atau bahkan belum berkeluarga. Ini untuk menghilangkan sisi emosional, agar langkah kejahatannya berasa lebih ringan. Tanpa beban yang bernama 'keluarga'. Apalagi sisi kultur masyarakat Indonesia masih menganggap kelurga adalah faktor penting. Kalau pendapat saya : Pantas atau tidak? Saya setuju pantas diadili dengan sistem peradilan yang benar-benar netral. Pastinya..... Fyi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: On Wed, 20 Jun 2007 10:49:58 +0700, Handy wrote: > Adalah pantas apabila Teroris sekelas Abu Dujana Ditembak. > > Tim Pengacara Muslim yang menuntut Den 88 tidak beralasan. Keterangan > yang mengatakan bahwa Den 88 menembak Abu Dujana dihadapan anak2 nya > adalah melanggar HAM terutama perlindungan anak. > Abu Dujana dkk, kalau seandainya terbukti memang pantas menerima ganjaran seberat-beratnya atas perbuatan anarkhi yang telah disangkakan kepadanya, akan tetapi anak dan keluarganya tetap memerlukan perlindungan, karena tidak seharusnya mereka menanggung hujatan akibat perbuatan yang tidak pernah dilakukannya, bahkan kalau perlu negara harus memberikan pembinaan, agar jangan sampai muncul perasaan dendam akibat hukuman yang diberikan kepada orang tuanya. Jangan sampai dendam tersebut dapat menumbuhkan benih kebencian di kemudian hari yang bisa jadi akan menimbulkan bibit2 terorisme yang baru. Salam Firman ---------------------------- Using Opera's revolutionary e-mail client: http://www.opera.com/mail/ Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz ==================== Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links 'Andree S'troo' AudioPro Magazine Pulo Buaran III F5-6 BPSP Kawasan Industri Pulo Gadung, Jaktim 13930 Telp. 021 - 4619502 / 03 Fax. 46826450 HP ; 08128057679 www.audiopro.co.id --------------------------------- TV dinner still cooling? Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
