Salam,
 Saya adalah warga Indonesia, muslim abangan moderat,
yang tidak melihat Abubakar Baasyir sebagai orang
Indonesia. Tidak melihat ke-Indonesia-an dalam
dirinya. 
 Bagi saya, Abubakar Baasyir lebih kelihatan sebagai
orang Arab, turunan Arab, yang keArab-araban dan
sedang melakukan gerakan Arabisasi di Indonesia. Sama
seperti Habib Riziek, yang mengaku-ngaku orang Betawi,
dan merusak nama Islam dengan FPI-nya. 
 Tak ada pernyataan-pernyataan Abubakar Baasyir
tentang hidup berbangsa Indonesia yang setara. Ia
justru pernah mengungkapan, sebagai warga mayoritas
muslim Indonesia harus menerapkan hukum Islam, dan
warga non muslim diwajibkan membayar pajak sebagai
perlindungan.
 Sejujurnya, saya tidak respek terhadap orang ini. Dia
tidak menyumbang apa-apa bagi bangsa Indonesia, bahkan
dalam hal agama, sebagai ajaran yang menyuarakan
kebaikan universal dan rukun damai dengan umat lain.
Islam di Indonesia tidak menjadi lebih baik dengan
kehadiran Abubakar Baasyir. Bahkan sebaliknya. 
 Sebaliknbya, dia lebih nampak sebagai beban. Sejak
dia kembali dari Malaysia, dia lebih banyak membuat
kekisruhan, merusak hubungan antar umat beragama,
mengampanyakan Islam Fundamentalis, Pro Talibanisasi.
 Abubakar Baasyir seharusnya berterima kasih kepada
Amerika dan Presiden Bush. Karena berkat kebodohan
Bush dan Amerika, nama Abubakar Baasyir menjadi besar.
Tanpa AS dan Bus, Abubakar Baasyir "nobody". Berkat
Bush lah Baasyir menjadi "somebody".
 Saya juga termasuk yang terganggu dengan penyebutan
TPM - Tim Pembela Muslim. Dengan segmentasi dan
spesialisasi membela pelaku tindakan terorisme,
sebagai muslim moderat saya menganggap, nama TPM ini
merusak Islam secara keseluruhan yang selama ini hidup
damai dengan warga /umat lain.  
 Saya pernah punya sahabat orang Bali. Nama
Mahendradatta adalah nama seorang bangsawan Hindu
Bali. Nama itu kini kemudian terkenal dan tercemar,
karena identik dengan pengacara para muslim teroris,
yang menghancurkan Bali, dan belakangan mengaku ianya
pernah mendapat pendidikan Katholik. 
  Betapa kacau balaunya.

Wassalam,


Dimas. 
 

 
>   
> 
> Berikut opininya tentang Abubakar Baasyir:
> 
> Mohon maaf, setahu saya Ustadz Abubakar Baasyir
> bukan
> Org (WN) Malaysia. Beliau lahir dan besar di
> Indonesia,mengabdik an dirinya untuk Indonesia sejak
> masih di Pondok Pesantren (termasuk lulus dari
> Pondok
> Gontor). Beliau dilarikan para santrinya ke
> Malaysia(setelah ditahan  4 tahun tanpa pengadilan
> dan
> mau ditangkap lagi) saat Jend TNI Benny Murdani jadi
> Pangab dimana saat itu aktivis Islam diberangus dan
> dipaksakan menerima Asas Tunggal Pancasila (dan
> melarang Islam sebagai asas ormas & orpol). Kembali
> ke
> Indonesia saat Suharto jatuh. Diminta diserahkan
> kepada Pemerintah GW Bush atau harus dipaksa
> ditangkap
> dan ditahan oleh Pemerintah Indonesia. Diseret dari
> RS
> Muhammadyah dlm keadaan sakit,ditahan dengan bukti
> Affidavit dari org yang katanya namanya Omar Al
> Faruq
> katanya pernah di Guantanamo,terus katanya mati
> (ngga
> ada mayatnya). Diadili dengan tuduhan terlibat
> jaringan teroris Bom Bali I, dengan dakwaan subsider
> berlapis-lapis (sampai 7 lapis) termasuk diusahakan
> kehilangan kewarganegaraan untuk  dapat diusir dari
> Indonesia dan 'dimakan' Pemerintah GW Bush. Menangis
> saat membaca pleidoi dibagian "kehilangan
> kewarganegaraan" yang saya ingat saat itu : "Saya
> tidak bersedih saat saya dituduh terlibat
> dakwaan-dakwaan rekayasa yang lain, tetapi yang
> menyedihkan saya adalah saya sedang diupayakan
> kehilangan kewarganegaraan Indonesia, bumi dimana
> saya
> dilahirkan,dibesark an,minum dan makan darinya dan
> menimba ilmu dari bangsanya" Akhirnya dipidana 1 1/2
> tahun karena masalah KTP karena saat minta ktp di
> kelurahan menandatangani blanko kosong yang kemudian
> diisi seenaknya oleh orang kelurahan. Setelah bebas,
> dipintu keluar ditangkap dan ditahan lagi, dengan
> lagi-lagi dakwaan Terorisme dengan dakwaan yang
> berlapis-lapis lagi,dihukum  4 tahun sampai Kasasi
> MA
> karena dianggap terbukti terlibat Bom Bali I.
> Akhirnya
> melalui PK, dibebasmurnikan oleh MA, karena terbukti
> saksi-saksi kunci yang dipergunakan JPU direkayasa.
> Ngga ada yang mau ngelindungi beliau, malah semua
> pengen nangkap dan menahan beliau lagi (demi
> memenuhi
> order Mr. GW Bush sebagaimana disampaikan Saksi Fred
> G/Mantan CIA yang menemani utusan khusus Bush
> menemui
> Megawati, mau datang ke Indonesia secara sukarela
> dan
> bersaksi dimuka sidang karena kasihan melihat nasib
> Baasyir yang direkayasa terus menerus untuk memenuhi
> target Mr Bush dan antek2 nya)kalau bisa 
> 
> Oh ya saya sendiri juga orang Indonesia asli, sd s/d
> sma katholik, pernah lulus UCLA School of Law,
> Alumni
> 1995, total pernah 5 tahun di USA dan pernah bekerja
> antara lain untuk Federal Public Defender DC Office.
> 
> Terima Kasih.-
> 
>  
>
---------------------------------------------------------------
> 
> manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>       Lalu kenapa bawa-bawa "Muslim" segala? Kalau
> betul siapa pun mereka patut dibela, kenapa copet
> Muslim, rampok Muslim, koruptor Muslim tidak dibela?
> Kok khusus tersangka terorisme doang? Apa ada
> hubungan khusus antara terorisme dan Muslim? 
> 
> Buat saya simpel: TPM ini mencoreng dan menista
> kemusliman. Inilah pembawa stigma buruk bagi Islam.
> 
> Kalo Anda kebetulan punya teman anggota TPM ini,
> tolong sampaikan saran saya: jangan bawa-bawa Muslim
> segala deh kalo mau jadi spesialis pembela tersangka
> terorisme. They're a disgrace to Islam!
> 
> manneke
> 
> MOD:
> Postingan yang berkaitan dengan Abu Dujana dan TPM,
> silakan c/c ke
> email ke Abu M. Mahendradatta: 
> 
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Berikut opininya tentang Abubakar Baasyir:
> 
> Mohon maaf, setahu saya Ustadz Abubakar Baasyir
> bukan
> Org (WN) Malaysia. Beliau lahir dan besar di
> Indonesia,mengabdikan dirinya  untuk Indonesia sejak
> masih di Pondok Pesantren (termasuk lulus dari
> Pondok
> Gontor). Beliau dilarikan para santrinya ke
> Malaysia(setelah ditahan 4 tahun tanpa pengadilan
> dan
> mau ditangkap lagi) saat Jend TNI Benny Murdani jadi
> Pangab dimana saat itu aktivis Islam diberangus dan
> dipaksakan menerima Asas Tunggal Pancasila (dan
> melarang Islam sebagai asas ormas & orpol). Kembali
> ke
> Indonesia saat Suharto jatuh. Diminta diserahkan
> kepada Pemerintah GW Bush atau harus dipaksa
> ditangkap
> dan ditahan oleh Pemerintah Indonesia. Diseret dari
> RS
> Muhammadyah dlm keadaan sakit,ditahan dengan bukti
> Affidavit dari org yang katanya namanya Omar Al
> Faruq
> katanya pernah di Guantanamo,terus katanya mati
> (ngga
> ada mayatnya). Diadili dengan tuduhan terlibat
> jaringan teroris Bom Bali I, dengan dakwaan subsider
> berlapis-lapis (sampai 7 lapis) termasuk diusahakan
> kehilangan kewarganegaraan untuk dapat diusir dari
> Indonesia dan 'dimakan'  Pemerintah GW Bush.
> Menangis
> saat membaca pleidoi dibagian "kehilangan
> kewarganegaraan" yang saya ingat saat itu : "Saya
> tidak bersedih saat saya dituduh terlibat
> dakwaan-dakwaan rekayasa yang lain, tetapi yang
> menyedihkan saya adalah saya sedang diupayakan
> kehilangan kewarganegaraan Indonesia, bumi dimana
> saya
> dilahirkan,dibesarkan,minum dan makan darinya dan
> menimba ilmu dari bangsanya" Akhirnya dipidana 1 1/2
> tahun karena masalah KTP karena saat minta ktp di
> kelurahan menandatangani blanko kosong yang kemudian
> diisi seenaknya oleh orang kelurahan. Setelah bebas,
> dipintu keluar ditangkap dan ditahan lagi, dengan
> lagi-lagi dakwaan Terorisme dengan dakwaan yang
> berlapis-lapis lagi,dihukum 4 tahun sampai Kasasi MA
> karena dianggap terbukti terlibat Bom Bali I.
> Akhirnya
> melalui PK, dibebasmurnikan oleh MA, karena terbukti
> saksi-saksi kunci yang dipergunakan JPU direkayasa.
> Ngga ada yang mau ngelindungi beliau, malah  semua
> pengen nangkap dan menahan beliau lagi (demi
> memenuhi
> order Mr. GW Bush sebagaimana disampaikan Saksi Fred
> G/Mantan CIA yang menemani utusan khusus Bush
> menemui
> Megawati, mau datang ke Indonesia secara sukarela
> dan
> bersaksi dimuka sidang karena kasihan melihat nasib
> Baasyir yang direkayasa terus menerus untuk memenuhi
> target Mr Bush dan antek2 nya)kalau bisa 
> 
> Oh ya saya sendiri juga orang Indonesia asli, sd s/d
> sma katholik, pernah lulus UCLA School of Law,
> Alumni
> 1995, total pernah 5 tahun di USA dan pernah bekerja
> antara lain untuk Federal Public Defender DC Office.
> 
> Terima Kasih.-
> 
> -----Original Message-----
> 
> 
> 
> 
> 
> e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>   blog: http://mediacare.blogspot.com
>         
> 
> ---------------------------------
> You snooze, you lose. Get messages ASAP with
> AutoCheck
>   in the all-new Yahoo! Mail Beta. 
>      
>                        
> 
>  
> ---------------------------------
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
We won't tell. Get more on shows you hate to love 
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo.com/collections/265 

Kirim email ke