RIAU POS

      Negeri Zamrud Khatulistiwa 


      25 Juni 2007 Pukul 08:55 
     
      Apabila diletakkan titik imajinasi kita pada angka nol dari terbentuknya 
Provinsi Riau lalu bergerak ke depan untuk memotret gerak pembangunan hingga 
saat ini segera akan memunculkan sebait pertanyaan: Benarkah Riau negeri zamrut 
khatulistiwa? Disebut demikian karena di dalam perut Bumi Melayu ini telah 
terjadi proses-proses geologi yang memungkinkan terjadinya ragam mineral dan 
genangan minyak bumi. Dipermukaan buminya juga tidak kalah penting lalu dialiri 
pula oleh sekian sungai besar dan kecil yang menyimpan potensi-potensi  
ekonomis melimpah. 

      Namun tuah tadi dengan sendirinya diiringi bayang-bayang hitam. Bayangan 
itu seolah tidak sepanjang badan lagi alias SDA bukan menjadi jaminan buat 
kesejahteraan warga tempatan. Sebaliknya apabila kita bercermin ke 
negara-negara tetangga Provinsi Riau yang sangat miskin SDA tapi memiliki 
kemajuan yang mencengangkan karena kemampuan mereka mengelola dan menggerakkan 
SDM-nya.

      Hal ini merupakan sebuah mata pelajaran yang berharga betapa besarnya 
peranan SDM demi terciptanya tujuan pembangunan yang sebenarnya. Artinya dapat 
dikatakan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur seiring sejalan dengan 
pengembangan SDM.

        Barangkali berdasarkan salah satu sudut pandang inilah mengapa 
Pemerintah Provinsi Riau berusaha sekuat tenaga membudayakan gerakan Riau 
Membaca, Gerakan Infak Sejuta Buku dan menjadikan tahun 2005 silam sebagai 
tahun kebangkitan dunia pendidikan di Riau. Untuk mewujudkan pengembangan SDM 
tersebut Gubernur Riau HM Rusli Zainal membangun gedung perpustakaan tertinggi 
kedua di Indonesia yang diperkirakan akan rampung awal tahun 2008.

      Keistimewaan bangunan enam lantai itu selain akan memiliki koleksi bahan 
pustaka serta lengkap dan sarana pendukung lainnya juga menyandang nama besar 
Soeman HS. Dari tampilan gedung eksotis yang melambangkan rehal tersebut 
tentunya perlu didukung oleh SDM yang handal dan terlatih. Karena orientasi 
perpustakaan ke depan bukan sekadar menggalakkan minat dan budaya baca akan 
tetapi lebih diarahkan kepada peningkatan kecerdasan membentuk sikap dan 
kepribadian alias kemampuan seseorang.***


      Hasan Basri Lubis, staf BPA Provinsi Riau, tinggal di Pekanbaru..  

Kirim email ke