Kita ada yang pro dan kontra karena masing-masing dari kita melihat ada 
kerugiannya dari sudut pandang kita sendiri...

Tapi 

Media tidak akan pernah melihat ada kerugiannya buat mereka selain 
keuntungan(apapun pro kontranya), paling tidak hasilnya bisa buat bayar 
pegawai....
-------------------------------------------<<<
From: karta pustaka [EMAIL PROTECTED]


Kalau kita aja yang orang biasa (bukan orang hebat macam para wakil rakyat) 
bisa berpikir sekritis itu tentang Abu Dujana, TPM, istri Abu Dujana, Abubakar 
Baasyir, mengapa media tidak mampu menyaring output beritanya? Andai media 
massa kita tidak overacting (mengejar ABB, AD, istri AD dan TPM, demi hot news, 
dan terus-menerus memberitakannya) maka ideologi terorisme tidak mudah 
disebarkan, simpati berlebihan terhadap mereka tidak perlu ada. Kenapa pula 
wartawan mau diundang dan memberitakan ulah mereka?

Salam,
anggi

----- Original Message ----- 
From: Martin Widjaja 
To: Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com ; mediacare mediacare 
Sent: Tuesday, June 26, 2007 10:30 AM
Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Re: TPM : pengacara, pembela, atau provokator ?

Mas Totot, 

Benar banget kalau dibilang yg mau dibahas DPR 
memang yg enak, yg bisa menghasilkan uang bagi 
pribadi [ kalau yg enggak kan udah minta tambahan 
lagi sejuta boo per orang ...]
Kerja buat rakyat orang lain kayak rakyat Iran [ atau 
buat presiden yg sangat kharismatik PYM Akhmad D ?]
atau mungkin buat rakyat palestina [ yg mana ] dll.

Luar biasa sekali Kel P Abu Durjana bisa LANGSUNG 
bicara di depan anggauta2 yg terhormat itu , dalam waktu
yg sangat singkat , di ekspose manggut2 nya 
Lengkap dah DPR kita memang peka akan soal kepentingan
rakyat tertindas [ walau labelnya teroris , berani ambil resiko...]

Yang seru lagi , kalau saya perhatikan sepintas, yg sangat di 
ekspose adalah penembakan AD yg SUDAH NYERAH, JONGKOK 
di depan anak2 nya. Sungguh lancar sekali anak umur 9 tahun 
berbicara did depan mikropon TV, DPR dll , artinya sdh kelihatan 
sekali mutu kwalitas anak itu kelak...
Padahal ketika saya nyimak wawancara SCTV dengan P Abu Durjana
jelas, terjadi pergumulan satu lawan satu, si P AD yg kabarnya lulusan
terbaik di akademi militer afghan , dengan bangga mengatakan nggak 
mau nyerah begitu saja...ada tembakan peringatan, dan kemudian terjadi 
penembakan di pahanya itu [ bukan yg mematikan .]

Cara sang istri ngadu kemana2 dengan panduan TPM , juga sangat hebat, 
profesional, sungguh bikin hati melas bagi yg nggak tahu urusan ...
Kata2nya yg menyebut sang suami hanyalah pedagang biasa , nggak tahu 
soal teroris dll saya usulkan diuji dengan alat deteksi bohong 
[ buatan kafir sih ] , hingga beliauwati itu bisa dijerat menyembunyikan 
buronan kakap dan ngerasain berlakunya hukum yg sebenarnya.

Saya nggak tahu hukumnya bagi pengacara yg mengada2 dalam cari 
popularitas , bikin tuntutasn praperadilan dll dengan alasan2 yg dicari2
Rasanya mestinya harus ada kalau terlalu mengada2 begitu, sang pengacara
juga harus dapat tuntutan.
[Saya juga ingat Pengacara Elsya Syarif yg jelas terbukti nyogok hakim agung
dalam perkara P Tommy Suharto ternyata nggak ada tuntutan apa2 , padahal
ybs udah ketakutan setengah mati , akan nemennin si Bontot itu di penjara..]

Mas Totot, iklim sekarang memang sedang berpihak pada aliran P ABB itu
makanya boro2 dia nyelem, malahan berkibar2 dikejar2 wartawan dan 
ahli2 asing maupun petinggi di tanah air, mulai dr BI sampai istana di Jkt ...
Kayaknya susah menggolongkannya sbg teroris halus Mas, dan nggak 
akan terjadi...

Salam , martin - jakarta





       
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC

Kirim email ke