Ritual Menghentikan Semburan Lumpur

Sidoarjo (ANTARA News)- Sebanyak 20 orang santri dan pengasuh Pondok
Pesantren Alfalah Jember, Jatim, Selasa sekitar pukul 02.00 WIB dini
hari, melakukan ritual untuk memberhentikan semburan lumpur panas
Lapindo.

Dalam ritual, dilakukan pula pelepasan sepuluh ekor burung dara dan
tiga ayam kampung di sekitar lokasi.

Pengasuh Pondok Pesantren Alfalah, Maimuntoha menyatakan, ritual telah
dilakukan sejak 7 Juni lalu, rencananya akan berakhir pada Jumat
(29/6) mendatang.

"Kami hanya melakukan menurut apa yang kami mampu, dan ini merupakan
bentuk kepedulian kami terhadap musibah yang dialami masyarakat
Porong, meskipun hingga saat ini semburan belum berhenti," ucapnya.

Dipilihnya lokasi ring satu di km 28-39 sekitar Desa Renokenaongo
sebagai tempat ritual, karena kawasan tersebut merupakan kawasan yang
pertama kali terkena dampak semburan lumpur Lapindo. Selain itu,
merupakan kawasan yang cukup aman untuk melakukan ritual, karena
dilengkapi dengan lampu penerangan dan beberapa petugas pengawas
kondisi tanggul.

Sebelum ritual, pengurus telah mengantongi izin dari Pemkab Sidoarjo
melalui koodinator ritual, Sumarianto. Menurut dia, awalnya petugas
tidak memperbolehkan dengan alasan keamanan, namun dengan berbagai
argumenttasi pengurus mencoba untuk meyakinkan petugas, akhirnya izin
dapat dikeluarkan.

"Meski sempat dilarang, tetapi berkat kegigihan teman-reman, maka
ritual dapat dilaksanakan," tuturnya.

Sudah lebih dari satu tahun masyarakat Sidoarjo khususnya Porong
medapatkan ujian yang sangat berat. Sebagai sesama umat sudah
selayaknya jika saling membantu, dan itu bisa dilakukan dengan
berbagai cara, salah satunya dengan doa dan ritual.

"Biarlah masalah teknis, pemerintah yang mengusahakan. Namun dukungan
doa juga perlu, agar keinginan kita bersama yang meminta agar semburan
dapat dihentikan bisa segera terealisasi," tegasnya.

Ia berharap, pemerintah mendukung kegiatan ritual semacam ini. Toh itu
tidak akan merugika pemerintah, karena semakin banyak santri, ulama,
dan orang-orang "pintar" yang mau berdoa, maka keinginan dan harapan
warga Porong dapat segera terwujud.

Hingga kini, dua jalur lalu-lintas di Jl Raya Porong, masih terlihat
normal. Kendaraan masih didominasi kendaraan besar seperti truk dan
trailer kendaraan angkutan umum, tidak nampak ada antrean panjang.(*)

Kirim email ke