"*Santri tanpa sarung; haji tanpa peci; kiai tanpa sorban; dai tanpa mimbar; mursyid tanpa tarekat; sarjana tanpa wisuda; guru tanpa sekolahan; aktivis tanpa LSM; pendemo tanpa spanduk; politisi tanpa partai; wakil rakyat tanpa dewan; pemberontak tanpa senjata; ksatria tanpa kuda; saudara tanpa hubungan darah…"** ***Mustofa Bisri berpendapat demikian untuk menggambarkan sosok Emha.
23 Maret 2005, Kota London merinding oleh alunan mistik Kyai Kanjeng. Salah satu rangkaian acara dari pagelaran The Muslim News Award of islamic Excellence 2005. Emha Ainun Nadjib, dengan Kiai Kanjeng memperdengarkan sajian khas mereka yang penuh hasrat dan mistisme. Hasilnya? Sambutan dengan hormat oleh Gordon Brown semasa menjabat menteri Keuangan Inggris alias "Chancellor". Ian L.Betts dalam bukunya "Jalan Sunyi Emha" menceritakan dengan detil acara tersebut. Salah satu kutipannya tentang sambutan orang nomor satu Inggris saat ini adalah: baca selengkapnya di: http://kopidangdut.wordpress.com/2007/06/28/apakah-emha-dapat-menjadi-sahabat-flash-gordon-2/ salam, Rio
