RIAU POS

      Malu Aku di Si Abu" 

           
      30 Juni 2007 Pukul 09:35  
      Akhirnya pemerintah menunjuk juga ''si Abu" jadi Abu untuk latihan perang 
Singapura. Pulau Nipah sudah tenggelam, segala tanah sudah diangkut dan 
Singapura sudah bertambah luas dibandingkan dengan republik sekarang ini. 
Bagaimana didalam buku sejarah? 

      Dari tahun 1763 sampai ka tahun 1783 Inggris telah memeriksa banyak 
tempat-tempat yang mungkin dijadikan pelabuhan: Aceh, Ujung Salang, Kepulauan 
Nikobar, Kepulauan Andaman dan Kedah. Tetapi tidak ada satupun pelabuhan yang 
didirikan mereka sahingga satelah terjadi kemunduran-kemuduran yang diderita 
oleh Inggris dalam waktu peperangan kemerdekaan Amerika. 

      Dalam peperangan ini orang-orang Amerika dibantu oleh Belanda dan Prancis 
dan sebuah angkatan laut Prancis yang dipimpin oleh seorang Laksamana, Suffren, 
telah melakukan kerusakan yang besar sekali terhadap perkapalan Inggris di 
Timor dalam tahun 1782 dan tahun 1783.  

      Pelabuhan-pelabuhan Belanda di Hindia Timor (sekarang Indonesia) juga 
telah ditutup kepada Inggris dalam waktu perang, dan dengan demikian perlunya 
bagi Inggris memiliki  sabuah pelabuhan di jalan laut ke Tiongkok samakin 
bertambah mendesak. Bagaimana sejarah Singapura? "Mula-mula Singapura itu milik 
Sultan Johor. Akan tetapi menurut syarat-syarat dalam perjanjian yang 
ditandatangani dengan Sultan dan Temenggong, Kompeni India Timor setuju 
membayar kepada mereka uang masing-masing sebanyak 5.000 dolar Singapura dan 
sebanyak 3.000 dolar Singapura setiap  tahun karena hak untuk memiliki koloni 
perdagangan di pulau tersebut. 

      Selanjutnya sebagai balasannya Sultan Johor dibayar 33.200 dolar 
Singapura dan pensiun sebesar 1.300 dolar Singapura setiap bulan untuk seumur 
hidupnya, sedangkan  Temenggong menerima uang sebesar 26.800 dolar Singapura 
dan pensiun sebesar 700 dolar Singapura sebulan untuk seumur hidupnya" (Sejarah 
Menanjong Tanah Melayu, NJ Ryan). 

      Maka Lee Kuan Yew pun menggali sejarah Singapura mulai dari Raffles bukan 
dari raja-raja Melayu. Ketika Ganyang Malaysia tahun 1963 maka Singapura dan 
Brunai bergabung dengan Malaya memerangi Indonesia. Akan tetapi ketika terjadi 
kerusuhan antara Cina dan ras Melayu maka Tungku Abdurrahman melepaskan 
Singapura supaya Melayu menjadi mayoritas di Malaysia. 

      Sekali saya menginap di Hotel Pan Pacific Singapura. Belum ada lagi 
Marina Mandarin Hotel. Orang Singapura inipun heran melihat saya bernyanyi 
"Indonesia air air ku". Begitu pula sesudah saya sampai di Karimun saya balik 
bernyanyi "Indonesia air air ku". Untuk dapat tahu cara penjualan pasir sayapun 
bergabung dengan Setiawan Djodi. Kantor pusat penjualan ini letaknya di 
Robinson Street konon kantor ini pula yang membayar Abi Besok dan Ali Jambi 
mempunah-ranahkan hutan Riau. 

      Apa yang terjadi 20 tahun kemudian? Masyaallah, cobalah Anda lihat dari 
tahun ke tahun 1966-2005, diekspor ke Singapura untuk reklamasi 1,88 miliar m3. 
1966-2005, wilayah Singapura bertambah mencapai 117,5 km2. Data statistik 
Singapura 2006, pada 1966 total luas daratan negara tetangga tersebut 581,5 km2 
kemudian pada 1995 telah meluas menjadi 647,5 km2 dan pada 2005 bertambah 
menjadi 699 km2 atau selama 40 tahun meningkat seluas 117,5 km2. 

      Sementara itu jumlah pasir yang digunakan untuk reklamasi wilayah 
Singapura pada 1970 baru 78,40 juta m3, namun tahun 1995 meningkat menjadi 1,05 
miliar m3 dan tahun 2005 naik menjadi 1,88 miliar m2 (Riau Pos, 14/3)". Apa 
lagi kata Riau Pos?

      "Pulau Nipah terletak di antara Selat Philip dan selat utama (main 
strait), yang berbatasan langsung dengan Singapura. Secara administratif 
termasuk wilayah Desa Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi 
Kepulauan Riau. 

      Nama lain Pulau Nipah adalah Pulau Nipa (Peta dishidros TNI-AL), oleh 
penduduk setempat disebut Pulau Angup. Di Pulau Nipah ini terdapat titik 
referensi dan titik dasar yang dipergunakan dalam penarikan batas 
Indonesia-Singapura yang ternyata telah disepakati dalam perjanjian perbatasan 
kedua negara pada tanggal 25 Mei 1973. 

      Namun disinyalir, titik referensi dan titik dasar ini telah hilang. Isu 
hilangnya titik-titik tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan berubahnya 
posisi median line antara Indonesia dengan Singapura, apalagi jika dikaitkan 
dengan reklamasi di Singapura yang telah dan akan menambah luas daratan 
Singapura dan perubahan atas majunya garis pantai di Singapura".  Masih menurut 
Riau Pos (14/3) "Berdasar data Kementerian Kelautan, akibat impor pasir laut, 
terjadi penambahan wilayah Singapura sekitar 20 persen pada 2001. Luas daratan 
negara berpenduduk 4 juta jiwa itu bertambah dari 633 menjadi 760 kilometer 
persegi. Bahkan tujuh pulau kecil di Singapura yang dulu terpisah sudah 
tersambung menjadi satu daratan. "Marina Bay City dan Suntec City ini dulu 
lautan semua" lanjut Basir yang ayah ibunya campuran Kendal (Jawa 
Tengah-Singapura) tersebut".  

      Setiap orang yang berkunjung ke museum Singapura, maka bertemulah dengan 
akta jual beli ini. Dan sungguh memalukan. Jadi inilah fakta yang sudah pasti 
diketahui oleh Raffles apabila ia mendarat di Pulau Singapura pada tahun 1819. 
Ia segera mendapati bahwa di pulau itu tidak ada orang Belanda, bahwa pulau itu 
memiliki pelabuhan yang paling sesuai dan terletak dalam kedudukan geografis 
yang paling menguntungkan pula.

      Apa yang akan dibangun Singapura? Air weapon di AWR Siabu, dengan 
aktivitas pemboman, penembakan udara ke darat (straffing) serta roketting; Air 
Combat Manouvre (ACM) merupakan latihan pertempuran udara, berlokasi di 
seantero kawasan udara Riau daratan bagian barat; Over land Flying, merupakan 
latihan nafigasi dan penyusapan ke daerah lawan dengan cara terbang sangat 
rendah diatas permukaan daratan (lebih kurang 1.000 kaki) untuk menghindari 
deteksi radar lokasi latihan dinamai Over Land Traying Area (OFTA) meliputi 
seluruh wilayah Riau bagian Barat dan Selatan bahkan kadang-kadang nyelonong ke 
bagian wilayah Sumbar dan Sumut; Combat Search and Rescue atau SAR tempur. 
Dilaksanakan oleh detachment helycopter dengan personil komandonya. 

      Bagaimana kata tokoh-tokoh pemerintah? "Masyarakat Kampar diminta tidak 
risau dengan rencana dijadikannya Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar 
sebagai area latihan perang TNI-AU dan tentara Singapura. Sebab selama 19 tahun 
daerah ini dijadikan areal latihan perang, tidak pernah terjadi masalah yang 
berarti. Demikian diungkapkan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Pekanbaru, 
Kolonel (Pnb) Gandana Olivenca usai mengikuti rapat Muspida Riau di DPRD Riau.

      Kita tidak juga mau belajar dari Israel. Balfour Declaration yang 
memutuskan mengembalikan tanah Kanaan (impian) kepada Yahudi ketika tokoh 
Zionis Israel menjadi Perdana Menteri Inggris maka sampai kini Israel telah 
meluluhlantakkan Palestina. Pulau Katong yang tadinya merupakan milik Malaysia 
tiba-tiba saja menjadi Basecamp  tentara Singapura.  Dan yang lebih menyakitkan 
hati lagi walaupun bukan pernyataan resmi Singapura hanya memerlukan waktu 6-8 
jam untuk melumatkan Malaysia. 

      Malu rasanya bila kita datang ke Singapura dan kemaluan itu betullah kita 
yang tak punya. Pak Lah (Perdana Menteri Malaysia) saja menolak meneruskan 
jembatan Johor-Singapura dan akan membuat pelabuhan tandingan. Ketika saya 
diundang untuk penutupan pelatihan maka tiba-tiba ninik mamak berhamburan 
keluar dari kolam renang Stanum. Apa pasal? Karena yang didatangkan adalah 
perenang-perenang dengan paha bugil dari Singapura dan dunia lainnya. 

      "Kami ndak cocok macam iko ko do", kata seorang pemuka adat. Negara ini 
memang sedang menghadapi dekadensi di semua bidang termasuk menggadaikan si 
Abu. Maka jadi abulah si Abu. 


      Prof Tabrani Rab, 
      Guru Besar Universitas Riau.     
     

Kirim email ke