Festival Seni Rakyat Gebyok
SEMARANG-Pekan depan, 6-8 Juli, warga Dukuh Gebyok,
Kelurahan Ngijo dan Kelurahan Patemon, Kecamatan
Gunungpati menggelar festival seni rakyat. Perhelatan
yang bertajuk "Marung Seni Nyawuk Kali di Gebyok" itu
merupakan festival seni rakyat yang meliputi workshop
dan pementasan boneka dongeng, teater, seni rupa, film
pendek, musik, dan sastra.
Ketua Panitia Supiyanto SPd menjelaskan, festival
tersebut digelar sebagai peringatan Hari Lingkungan
Hidup. Kegiatan itu dirancang untuk melibatkan semua
warga, terutama remaja dan anak-anak dan merupakan
upaya nyata guna menggali potensi dan mengembangkan
kemampuan berkreasi dan berekspresi melalui bidang
kesenian.
"Selain itu, kami didukung para seniman yang sebagian
di antaranya telah tinggal di Gebyok sejak Senin
(25/6) lalu," kata Supiyanto.
Dia menambahkan, Forum Komunikasi Pemuda Gebyok
menjadi tulang punggung penyelenggaraan kegiatan. Di
belakang mereka, para seniman dari pelbagai komunitas
memberikan dukungan.
Mereka antara lain Komunitas Gong Bojawi, Sanggar Seni
Paramesthi, Komunitas Hysteria, Kronik Film Media,
Ruangrupa, Teater Emper Kampus (Emka) Fakultas Sastra
Undip, dan Komunitas Tobong.
"Selain itu, ada pula sejumlah seniman yang memberikan
dukungan atas nama perseorangan seperti Bowo Kajangan,
Catur Widya Pragolopati, Kokoh Nugroho, Lawu Warta,
dan Putut Wahyu Widodo," papar guru SD Ngijo 03
tersebut.
Selasa (26/5) sore lalu, kegiatan telah diawali dengan
workshop film pendek yang diikuti oleh puluhan remaja
kampung tersebut. Workshop itu dipandu oleh para
pekerja seni dari Kronik Film Media dan Yusro Edy
Nugroho dari Studio 12 Ungaran. Yusro tak lain adalah
dosen Sastra Jawa Unnes yang belakangan aktif
menggerakkan anak-anak kampung dan sekolah untuk
membuat film indie.
Workshop Seni
Selain film pendek, kata Supiyanto, anak-anak dan
remaja Kampung Gebyok dan sekitarnya akan "dimanjakan"
dengan sejumlah workshop. Pelatihan-pelatihan itu
antara lain boneka dongeng oleh Sanggar Seni
Paramesti, musik air dan bambu bersama Lawu Warta,
teater bersama Teater Emka dan Catur Widya
Pragolopati, serta seni rupa bersama Putut Wahyu
Widodo dan Kokoh Nugroho. "Hasil workshop itu,
termasuk film pendek dan boneka dongeng, akan
dipentaskan pada pelaksanaan festival," kata
Supiyanto.
Festival itu juga dimeriahkan dengan karya instalasi
dan seni rupa oleh Bowo Kajangan, Maman Suparman, dan
Tomo, pameran foto bertema air, baca puisi seniman dan
warga, serta pementasan drama berbahasa Jawa, Kandheg.
Digelar pula sarasehan tentang air bersama Forum Guru
Peduli Lingkungan Semarang.
Informasi:
Bapak Gunawan Budi S
dusun gebyok desa patemon kec Gunung pati Semarang
email :patemon_seni@ yahoo.co. id
---------------------------------
Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car
Finder tool.